June 08, 2015

Bye Ldn, Hello again Leeds

Kami akhirnya harus meninggalkan London. Sungguh deh, 4 hari itu gak cukup. Sungguh deh, salah banget pilih kereta siang untuk kembali ke Leeds, harusnya malam aja. Tapi, setelah pagi itu Aidan ikut Tante Santi nganter Ruyi ke sekolah, dan Bunda dan Tante Santi berlagak mau ke Royal Ascot pake topi-topi kece di teras apartmen, yang mungkin bakal dikir Madhatters dan bukannya bangsawan kalau ada tetangga yang lihat, akhirnya kami benar-benar harus mengucapkan terima kasih ke keluarga Ikhlas dan selamat tinggal kepada Colindale.


Kami akan naik kereta dari King's Cross. Gak lupa untuk ngurus refund Oyster Card dulu, dan mencari Platform 9 3/4. Di Platform 9 3/4 kita bisa foto pakai props, gratis. Bahkan petugas yang menjaganya akan membantu 'melempar' scarf Hogwarts yang kita pakai supaya ada efek melayang saat kita pura-pura berlari menembut dinding platform. Ada petugas yang memotret juga. Kita baru perlu membayar kalau mau mengambil foto yang dia potret di toko Harry Pottter yang ada di sana. Sayangnya antrianya panjang banget. Aira Aidan udah sempet antri, tapi akhirnya gak sempet foto karena sudah harus naik kereta. Akhirnya mereka foto di platform 3 saja, tempat kereta kami berada. Batal ke Hogwarts mari kita ke Leeds saja. Aidan dengan muka pundung setengah mati. x)










Sampai di Leeds jam 5 sore, kami langsung ke aparthotel kami. Aira Aidan mau santai-santai sama kakek nenek dan Oom Rendy di kamar sementara saya dan Pak Teddy langsung ke City Central lagi. Saya mau ke supermarket, mau belanja untuk masak makan malam sekalian beli bekal anak-anak untuk road trip besok. 

7 pm at Leeds City Central and it was warm and sunny. The second time since that sunny day in London that we can truly felt that it was summer. We took our time to walk back to the aparthotel. Then we opened the room's window, put on some music, and cooked some easy pasta dish for dinner. We had some cold sodas and listened to Lily Allen'd LDN.



















Untuk hatiku yang tercecer di jalanan Ldn dan hati Aidan yang tertinggal di Colindale. x) 

You might laugh, you might frown
Walkin' around London Town

Sun is in the sky oh why oh why
Would I wanna be anywhere else?




June 06, 2015

The Quest for Hampstead Crepes



To be honest, we were ready to go home after British Museum. We took a stroll around the museum for a while and stumbled upon this little Cartoon Museum squeezed between shops and cafe. Too bad it was near 7 pm so it already closed its door. Jadi setelah mulai letih jalan-jalan kami memutuskan untuk naik tube menuju Colindale, mungkin berhenti di Camden atau di mana lah yang satu arah. Begitu masuk tube, satu menit Aidan masih ngoceh, tau-tau menit berikutnya dia udah tidur. Capek ternyata dia makan es krim dan lari-larian di halaman British Museum. x)











Karena saya emang mau ke supermarket Mark & Spencer, dan gak paham lokasinya ada di mana, jadi kami akhirnya turun di Brent Cross, inget Santi bilang disana ada shopping center yang ada Mark & Spencer. Stasiun tube Brent Cross ternyata ada di daerah perumahan. Dari sana kami naik bis lagi sampai ke shopping center, yang kecuali Mark & Spencer-nya, gak ada yang menarik bagi kami. Saya beli roti, selai, dan beberapa camilan lain untuk anak-anak dan pas lihat jam, masih jam 8. Kami belum bisa pulang karena Santi masih ada acara.

Saya membaca list dari Sasa, dan Hampstead Creperie tampak menarik. Lagipula Hampstead gak jauh dari Brent Cross, walau berarti kami mundur lagi dari Colindale. Pak Teddy browsing lokasi tepatnya si creperie ini, karena list dari Sasa hanya berupa: 'Crepes di Hampstead! Harus! Harus!'. Makin di browsing, makin ngiler lah kami sama si crepes ini, tapi di beberapa artikel disebut mereka bermasalah dengan pub disamping kedai mereka yang membuat mereka terancam tutup. Sementara kami gak tau akhir dari masalah itu gimana, si kedai crepes masih buka apa enggak.

Akhirnya kami tetap menuju Hampstead, mencari si crepes yang entah masih ada atau enggak. Bosan lihat tunnel terus, kami memutuskan untuk naik bis saja. Ternyata rute menuju Hampstead melewati jalan perumahan yang kece. Makin masuk ke Hampstead jalanan yang kami lalui makin kece lagi. Kami lalu turun di salah satu bus stop dan berjalan mengikuti google maps. Melewati jalan menurun yang dipenuhi toko dan cafe. Waktu itu sudah jam 8.30 pm, jadi hampir semua toko sudah tutup, tinggal cafe dan pub yang masih buka. Kami melewati stasiun tube Hampstead dan memasuki Hampstead High Street. Mulai deg-deg-an, karena jalanan sepi banget, padahal katanya si kios crepes itu antriannya panjang dan buka sampai malam. Jangan-jangan dia beneran udah tutup.








Akhirnya kami melihat kios macam gerobak di depan sebuah pub, dengan tulisan Le Creperie de Hampstead di atasnya. Masih buka, dan hanya ada 1 orang yang sedang menunggu crepesnya dibuat. Waktu akhirnya kami mau pesan, si penjual langsung tanya kami mau pesan berapa. Dengan agak ragu sambil was-was udah abis, Pak Teddy jawab kami mau pesan 3. Si penjual ngintip mangkok adonan dan mengangguk, bilang kalau adonan masih cukup untuk 3 crepes terakhir. Yayness! Rejeki musafir crepes dapat 3 crepes terakhir di Hampstead. Kami pesan 2 Belgian Chocolate dan 1 La Crepe Suzette untuk saya. Sambil melihat pesanan kami, Pak Teddy asik-asik nyobrol sama si penjual. Dia bertanya kami dari mana, dan tau dari mana tentang kios crepes ini. Pak Teddy bilang kami lagi liburan dan memutuskan datang all the way to Hampstead hanya untuk coba crepes yang konon paling enak se-London ini. Si penjual tampak senang, mereka ngobrol kemana-mana. Ada satu orang malang yang datang dan pergi lagi karena crepe sudah habis, sementara saya menggenggam crepe suzette hangat dengan gembira. Setelah pesanan kami sudah ditangan dan kami hendak membayar, si penjual bilang kami cukup bayar 2 saja. Beneran rejeki musafir crepes. :))









Kami duduk di bangku kayu di tepi jalan dengan crepes di tangan, di belakang kami si penjual menutup kiosnya. Okeh, si crepes memang penampakannya sederhana, fak fancy macam crepes Jepang. Tapiiii... tapiiii.. rasanya meleleh di mulut. Andai masih bisa nambah satu lagi. Kami makan dengan anteng, di tepi jalan Hampstead yang kosong. Setelah crepes tuntas masuk ke perut, dan jam sudah menunjukkan pukul 9 pm, kami pun kembali menyusuri Hampstead High Street, menuju stasiun tube di ujung jalan. Kami pulang ke Colindale dengan gembira, karena hari seru kami ditutup dengan suksesnya pencarian crepes di Hampstead. :) 




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...