January 31, 2011

Akibat berenang 15 lap.

Ini teman-teman saya, si gadis kucing dan si gadis kelinci. Mereka sungguh gadis-gadis yang aktif dan rajin berolahraga. Mereka mampu melakukan berbagai pose yoga tingkat tinggi dan berenang minimal 15 lap setiap harinya. Tapi tentunya bukan salah mereka kalau setelah berenang 15 lap mereka juga jadi sangat aktif ketika sedang tidur bahkan menyisipkan pose-pose yoga dalam tidur mereka. Ini dia mereka dalam mimpi yang indah, sungguh manis sekali bukan?






January 17, 2011

Happy Ten!



You've been giving me happiness. And then some. :)

Song #1

Happy Anniversary.
I really do believe that we'll make it. :)

Running - No Doubt

Run, running all the time
Running to the future
With you right by my side

Me, I'm the one you chose
Out of all the people
You wanted me the most

And I'm so sorry that I've fallen
Help me up, let's keep on running
Don't let me fall out of love

Running, running, as fast as we can
Do you think we'll make it?
We're running, keep holding my hand
So we don't get separated

Be, be the one I need
Be the one I trust most
Don't stop inspiring me

Sometimes it's hard to keep on running
We work so much to keep it going
Don't make me want to give up

Running, running as fast as we can
I really hope we make it
We're running, keep holding my hand
So we don't get separated

The future...

Running, running, as fast as we can
Do you think we'll make it?
We're running, keep holding my hand
So we don't get separated

Running as fast as we can
I really hope we make it
We're running, running, keep holding my hand
So we don't get separated



January 16, 2011

Song #2

To The End - Blur

Well you and I
Collapsed in love
And it looks like we might have made it
Yes it looks like we've made it to the end

January 15, 2011

Song #3

La Ritournelle - Sebastien Tellier

Love is to share, mine is for you.

January 11, 2011

Aira's School Project

Aira sudah kelas 4. Iya, sudah lewat setengah dari masa SD *lap keringet, panik*. Kenapa panik? Bukan hanya karena si bayi perempuan saya sudah semakin tidak bayi lagi, tapi juga karena pelajaran sekolah tambah susah. Aira juga mulai kelihatan kesulitan. Ditambah sekolah Aira memang masih tergolong 'konvensional' cara belajarnya. Bukan berarti sekolahnya kurang bagus, secara akademis sekolah Aira termasuk yang terbaik di Jakarta Selatan, hanya cara belajarnya saja yang masih sedikit kuno, memang begitu sepertinya kecenderungan sekolah-sekolah yang sudah 'lawas'.

Jadi, ketika pada suatu hari Aira bilang dia dapat tugas untuk pelajaran Sosial, berupa paper tentang penampakan alam, saya senang sekali. Apalagi kemudian diikuti tugas berikutnta yang berupa tugas kelompok membuat paper tentang Arca yang kemudian harus mereke presentasikan di depan kelas, saya tambah senang. Karena dengan mencari tahu sendiri (inquiry & discovery) tentang topik yang dipelajari dan kemudian dipresentasikan kepada teman-teman di kelas, anak tidak hanya tahu mengenai topik tersebut, tapi juga memudahkan mereka untuk paham. Jika sudah paham, seharusnya mereka tidak perlu lagi menghafal untuk dapat menjelaskannya. 

Untuk tugas yang pertama, saya meminta Aira membuat summary tentang penampakan alam, berdasarkan buku pelajaran, catatan, dan apa yang dijelaskan guru di sekolah. Kemudian Aira mulai mencari info lain mengenai kenampakan alam di internet. Aira diminta memilih 2 jenis kenampakan alam untuk kemudian dia jelaskan dalam laporannya, dan dia memilih kenampakan alam laut, yaitu  perairan Raja Ampat, Papua dan kenampakan alam gunung, yaitu Tangguban Perahu, Jawa Barat. Sekali lagi Aira mencari info mengenai Raja Ampat dan Tangguban Perahu di internet, kemudian saya mambantu memilihkan data-data mana saja yang penting untuk dimasukkan dalam laporannya. Aira memang belum terbiasa, tapi dia cukup senang mengerjakan tugas ini. Apalagi bagian mencari dan memilih-milih gambar.


Untuk tugas berikutnya adalah tugas kelompok membuat paper tantang kebiasaan masyarakat, dan Aira jadi ketua kelompok. Tugas kelompok pertama ini tidak begitu lancar pelaksanaannya. Menurut pendapat saya pribadi, mungkin karena anggota kelompok yang terlalu banyak dan anak-anak belum terbiasa mengerjakan tugas secara berkelompok, jadi pembagian tugas terlihat masih kurang merata. Anak-anak hanya berkumpul di sekolah, memilih data penting mengenai kebiasaan masyarakat dari buku mereka. Tadinya masing-masing anak mau mengumpulkan foto tentang satu jenis kegiatan yang merupakan kebiasaan masyarakat, tapi tidak jadi, karena mereka masih agak bingung dengan sistem kerja kelompok sepertinya. Tapi laporan tetap bisa diselesaikan juga sama Aira. 

Setelah di-print berwarna 1 kali untuk dijilid dan dikumpulkan ke guru, saya membuat kopi untuk masing-masing anak. Kemudian saya total biaya untuk jilid dan fotokopi, dan saya bagi sejumlah anggota kelompok. Saya minta Aira untuk menyampaikan ke teman-temannya, agar mereka patungan untuk biaya ini. Tentunya dengan jumlah pembulatan ke bawah (tapi saya tidak bilang ke Aira). Bukan karena saya gak mau rugi, jumlahnya gak seberapa, tapi saya pikir ini adalah bagian dari kerja kelompok, dan anak-anak harus tahu dan belajar berbagi tanggung jawab. Kerja kelompok bukan hanya soal tugas rampung dikerjakan, tetapi juga sistem pembagian tugas bersama-sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Sepulang sekolah setelah presentasi, Aira bercerita kalau kelompoknya termasuk yang paling baik presentasinya, karena setiap anak dalam kelompok mereka memegang 1 kopi laporan dan bu guru juga memegang laporan aslinya, jadi ketika mereka membacakan, si laporan tidak perlu berpindah-pindah tangan. Ternyata sebelumnya mereka juga sudah membagi siapa yang akan membaca bagian yang mana. Team work in progress. :)


Tugas kelompok berikutnya adalah paper mengenai arca. Aira jadi ketua kelompok lagi, tapi kali ini anggota kelompoknya lebih sedikit, mereka ber-5 saja. Pembagia tugas jadi lebih jelas. Di sekolah mereka bersama-sama membuat ringkasan tentang arca, tugas Aira adalah mengetik dan menambahkan beberapa data lagi dari internet dan ensiklopedia, sementara anggota kelompok yang lain tugasnya mengumpulkan gambar berbagai jenis arca dan keterangannya, kemudian di print di atas kertas ukuran A4 dan dikumpulkan ke Aira paling lambat sehari sebelum presentasi untuk dijilid dan di-fotokopi. Presentasi berjalan lancar, kata Aira sekarang semua kelompok juga membuat kopi laporan untuk tiap anggota kelompoknya. Cara kerja anak-anak dalam menyelesaikan tugas sudah semakin sistematis dan semakin mendekati konsep pengerjaan yang diharapkan, kerja kelompok. Yayy!


Tugas paper yang terakhir dikerjakan Aira semester lalu adalah tugas praktek pengganti ulangan untuk mata pelajaran Sains. Ada beberapa topik yang bisa dipilih dan Aira memilih membuat paper tentang Metamorfosis. Aira sudah semakin lancar dalam mencari data dari berbagai sumber dan menuliskannya, tapi kali ini saya ajarkan menambahkan grafik-grafik sederhana dengan menggunakan SmartArt di Microsoft Word. Terdapat proses dalam metamorfosis, jadi tentunya penjelasan dengan gambar dan tanda panah warna-warni akan menarik.


Setelah itu Aira masih harus presentasi di depan kelas, sendiri. Jadi saya tanya apakah dia mau membuat media untuk membantu presentasinya. Aira mau. Media yang mudah dan sederhana adalah gambar, tentunya bukan gambar kecil yang terdapat di dalam laporan, tetapi gambar besar, diatas papan. Ini berarti melibatkan kegiatan menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel, jadi bisa dipastikan Aira senang mengerjakannya. Aira dan saya memutuskan untuk membuat gambar dan keterangannya secara manual, tidak di print dari komputer. Jadilah si om Abang diperbantukan. Yang dilipih adalah gambar metamorfosis  kupu-kupu dan capung. Om Abang yang menggambar, Aira dan bunda yang menggunting, Aira yang mewarnai dan menempel serta menulis keterangan. Lalu saya (karena terlalu bersemangat sepertinya) punya ide untuk membuat gambarnya terlihat 3D, yang di-approved sama si empunya tugas. Tapi karena kami hanya menggunakan 1 papan bolak-balik, maka hanya ada 1 sisi yang bisa dibuat 3D, Aira memilih kupu-kupu. Kutak-kutik dan tempel-tempel, jadilah gambar metamorfosis kupu-kupu yang lumyan terlihat 3D.

Selesai membuat media, Aira pun latihan presentasi. Saya jelaskan kalau ketika menjelaskan gambar dia tidak perlu membaca dari laporan, karena toh dia sudah paham isi laporannya. Jelaskan saja dengan bahasanya sendiri. Aira katihan beberapa kali, ini baik buat dia, mengingat dia tidak begitu outspoken dan mudah gugup jika bicara di depan umum. Pada hari presentasi, rasanya saya ingin ikut ke sekolah dan mengintip. Tapi tentunya saya hanya menunggu di rumah, sampai si kakak pulang dan dengan gembira bercerita soal presentasinya yang berjalan lancar, bu guru membantu memegang papan gambar (akan benar-benar berlebihan kan kalau Aira saya suruh bawa tiang penyangga ke sekolah? hehehe..) dan gambarnya di pajang di dalam kelas.

Biar saja kalau ada yang bilang saya berlebihan atau show off dalam membantu Aira mengerjakan tugas, tapi menurut saya anak seumur Aira sudah semestinya dibiasakan membuat paper dan presentasi. Presentasi bukan berarti membacakan ulang apa yang ada dalam laporan, tetapi menjelaskan. Anak akan mudah menjelaskan apabila ia paham, dan untuk memudahkan anak paham paling mudah adalah dengan mencari tahu sendiri. Dan media presentasi? selain memudahkan anak menjelaskan, tapi juga membuat presentasi lebih menarik, bagi yang teman-teman yang mendengarkan dan menyenangkan untuk dikerjakan. Anak yang mengerjakan paham tentang topik yang ia kerjakan, dan anak-anak lain paham tentang topik yang disampaikan teman-temannya. Semua senang, semua pandai. Cheers to you, little Aces!






January 09, 2011

...


Let's find some beautiful place to get lost.

Mini Cooper Mania




Liburan dan Tetangga

Liburan akhir tahun ini saya kira akan minim kegiatan. Saya sempat merencanakan supaya Aira ikut kelas art & craft untuk mengisi waktu, tapi akhirnya gak sempat juga. Rencana keliling Jakarta part 2 juga gagal, berhubung hujan di Jakarta yang sedang gak menentu. Tapi liburan ini terisi lumayan padat, Aira & Aidan sempat memanggang chocolate chip cookiesmembuat perahu kertas dan main hujan-hujanan. Aidan juga sempat playdate sama teman-teman sekolahnya. Selain itu mereka diajak kakek-nenek pergi ke kebun binatang Ragunan, juga ke pameran mobil antik sama Ayah dan Bunda.

Tapi yang gak kalah seru adalah kegiatan liburan bersama tetangga. Enaknya perumahan kecil tempat kami tinggal adalah anak-anak tetangga yang seumur. Jadi selama liburan mereka bisa dibiarkan bermain dan pasti ada saja yang bisa mereka lakukan bersama-sama. Liburan kali ini kami pergi ke sale tahunan Gramedia Grand Indonesia, barbecue  dan main kembang api sewaktu malam tahun baru, dan menonton Musikal Laskar Pelangi.

Ulang tahun Gramedia Grand Indonesia adalah even yang selalu saya tunggu-tunggu, karena diskon 30% untuk semua barangnya itu. Kakak Aira sudah menyisihkan uang jajan-nya dari sebelum liburan, juga laporan soal diskon ini ke ayah dan kakek-nenek supaya mendapat 'budget' tambahan. Sudah 2 tahun berturut-turut ini kami pergi kesana dengan keluarga rumah B1 menggunakan Transjakarta. Bedanya tahun lalu kami parkir di Al-Azhar Sisingamangaraja, tahun ini kami parkir di Ragunan, naik Transjakarta sampai Dukuh Atas, menyebrang jembatan ke tengah Sudirman, lalu naik yang ke arah kota dan turun di depan Grand Indonesia. Tahun ini juga adik Aidan sudah bisa ikut. Tentunya dia lebih excited soal naik Transjakarta-nya daripada soal belanja buku murah. Apalagi sebelum  Halimun sempat melihat kereta api lewat. Oiya, kalau kakak Aira senang luar biasa bisa beli banyak buku, adik Aidan senang luar biasa waktu lihat Morris Mini di parkiran ragunan.











Tahun ini, kami agak malas-malasan bikin barbecue di kompleks sebenarnya. Akhirnya, barbecue diadakan demi mumbuat senang anak-anak. Menu barbecue sosis & jagung ala anak-anak, pertunjukan dadakan dari anak-anak, dan kembang api. Geng anak seumur Aira memang yang paling semangat, kalau geng Aidan hanya sebatas main kembang api, lalu rewel dan langsung tidur. Aidan malah udah mewek duluan sebelum main, karena jarinya kejepit kursi lipat. Aira main bersama teman-teman sekompleks, lalu nonton pertunjukan kembang api gratis di sekitar kompleks waktu pergantian tahun. Gak perlu kemana-mana, tahun baru di kompleks saja sudah senang dan seru. :)












Besoknya, tanggal 1 Januari 2011, Bunda & Aira menonton Musikal Laskar Pelangi. Seperti biasa, geng yang pergi adalah rumah C1 dan B1. Aidan gak ikut, karena durasi pertunjukan yang kurang lebih 3 jam, mungkin dia akan guling-guling kebosanan kalau diajak. Sebelum menuju TIM, kami makan siang dulu di tempat makan kesukaan Aira, Ayam Bakar Megaria, yang menurut Aira adalah ayam bakar terenak di dunia. Setelah itu baru menuju Teater Jakarta yang ada di TIM. 

Pertunjukannya bagus sekali. Musik dan properti pembuatannya 'gak nanggung' dan para pemerannya juga bagus-bagus. Aira sangat menikmati, begitu keluar dia langsung ke area tempat para pemeran cilik akan keluar. Tadinya ada banyak yang ingin Aira mintai tanda tangan, tapi karena ramai, Aira cukup senang dapat tanda tangan Ikal cilik dan Riri Riza. Setelah itu giliran bunda yang ditodong, belanja merchandise. Aira membeli CD, t-shirt, dan sticker.  Di pelataran Teater Jakarta anak-anak masih sempat main-main dan berkeliling dulu sebelum akhirnya kami pulang. What a great way to end the new year holiday. :D
















Oh ya, sementara Bunda dan kakak Aira pergi menonton, Aidan main di rumah Mama Ella. Ngapain aja Aidan? Ganggu Aweng kerja, minta dicariin gambar VW Beetle Herbie, browsing gambar-gambar VW Beetle, lalu membuat VW Beetle dari kentang goreng sama Aweng. Adik Aidan senang? Senang sekali! x)




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...