May 30, 2011

Are you Red enough?



In case you didn't already know, my hubby is a Liverpudlian, a Reds, a Merseyside, you name it. Yes, he's a die hard fan of Liverpool FC. 

Kesejahteraan saya pada malam pertandingan LFC bergantung pada menang kalahnya LFC malam itu. Kalah, berarti saya akan menghadapi si manusia komodo manyun semalaman dan bete di pagi harinya. Pernah suatu kali saya harus menghadapi hubby & teman kami Sigma (dia lebih mengerikan, dia akan berdiri meletakkan tangannya di dada dan benyanyi You'll Never Walk Alone di awal pertandingan LFC) di suatu malam dimana LFC kalah bertanding. Bukan pengalaman yang menyenangkan, tidak akan terulang lagi untuk yang kedua kalinya. Tapi kalau menang, saya bisa minta apa saja. Bahkan ketika LFC memenangkan Champion League untuk yang kelima kalinya di Istanbul, waktu itu saya bisa saja bilang, "Sayang, aku selingkuh," dan dijamin hubby tidak akan marah. Dia terlalu bahagia. Karena saya harus berbesar hati menghadapi si hubby manyun di kala  LFC kalah, maka disaat LFC menang saya akan cepat-cepat menyodorkan wishlist yang jika diajukan saat hubby masih euphoria, kemungkinan di-approve-nya bisa sampai 99%, tergantung siapa lawan yang dikalahkan. x)

Kado ulang tahun  repetisi untuk hubby akan selalu disambut bahagia, asal wujudnya adalah jersey LFC. Sudah 4 kali saya memberi hadiah hubby jersey LFC, yang selalu disambut dengan riang gembira. Hadiah kecil berupa majalah Four Four Two dengan cover Suarez, Carroll, & Dalglish saja sudah bikin hubby senang sekali. Bahkan pada American Idol entah tahun berapa hubby membela Jordin Spark hanya karena Jordin menyanyikan You'll Never Walk Alone.


Hubby sukses luar biasa menjadikan Aira Reds kecil. Aira, mungkin karena dia perempuan, memang tidak mempunya minat besar terhadap sepak bola, tapi berkat ayahnya dia berminat sekali terhadap LFC. Aira kecil akan bersenandung menyanyikan lagu Carragher dan mencibir jika melihat stiker club musuh besar LFC di mobil lain dan berkata, "Tim gak penting tuh, Ay!" dan si ayah akan tersenyum bangga.



Waktu Aidan lahir, diulang, waktu saya hamil Aidan, hubby sudah membeli jersey LFC terbaru untuk si bayi, tidak perduli bayinya laki-laki atau perempuan. Dia sibuk mengajukan nama-nama seperti Stevie atau Carra untuk calon anaknya, yang tentunya saya tolak mentah-mentah. Hanya nama Rafa dari Rafael Benitez pelatih LFC saat itu yang saya terima, itu pun dengan syarat. Syaratnya, hanya untuk nama belakang, bukan nama panggilan, mengingat ada banyak anak dari para Liverpudlian yang lahir di sekitar tahun kelahiran Aidan yang diberi nama Rafa. (Apa? Anaknnya laki-laki? Lahir tahun? Ooooh.. Bapaknya suka Liverpool? Anaknya namanya Rafa ya? Bener? Pastinya..) Jadilah si anak kedua diberi nama Aidan Rafasya. Kalau tahun ini kami punya anak lagi, saya yakin sekali si bayi akan diberi nama Kenny untuk laki-laki dan Kennisya untuk perempuan. :p


Obsesi hubby dengan si Rafasya berlanjut pada saat perta ulang tahun yang pertama. Pesta ulang tahun Aidan yang pertama temanya LFC. Lengkap dengan dresscode jersey LFC atau baju warna merah, cake bergambar logo LFC, goody bags bertema LFC, dan poster This is Anfield. Biar anak gak ngerti, yang penting ayah bahagia. Haha. ;D Untungnya, seperti dengan Aira, hubby juga berhasil menanamkan nilai-nilai ke-Liverpool-an-nya ke Aidan. Berhasil sekali sampai-sampai jadi masalah buat saya ketika harus menjelaskan ke anak 3 tahun kalau kata ayahnya dia gak boleh suka lagi sama Torres. Gimana itu coba? Walaupun akhirnya berhasil juga, sekarang idola Aidan adalah Gerrard dan Suarez tentunya (semoga yang terakhir ini awet di LFC, amin). Jadi, saya punya 2 Little Reds di rumah. :D


Tahun lalu, hubby berhasil 'haji kecil' nonton pre-season game LFC di Singapore bersama teman kami Indra, dan beberapa teman-teman Reds lainnya disana. Isi koper hubby waktu itu merah semua, iya, bahkan untuk jalan-jalan dan tidur dia bawa kaos LFC. Sepulang dari sana mereka bahkan membuat janji untuk menabung dan suatu saat nanti 'haji besar' ke Anfield bersama-sama.




Mau tau gimana rasanya menikah dengan seorang Reds? Awalnya seperti diselingkuhi, seriously. But I'm used to it, it kinda rub on me now, I think. Somehow I fell in love with the club too, I even read Steven Gerrard's autobiography cover to cover. I would never understand the game of football, to be honest, but still, I fell in love with this one particular club. I fell in love with the philosophy & the history. I fell in love with the slogan You'll Never Walk Alone. They're not a club that easily win things, but I think somehow that humbled them & humbled their fans. That made them more determined in their game & that's what made them the bigger team. When a club got that many loving and loyal fans behind them, I think that show enough about what kind of a club they are. But, hey, that's just my opinion. Me, I don't know much about football, but when someone, say my hubby, said to me, "You'll never walk alone," I will surely hold his hand, all the way through. 

All round the fields of Anfield Road, where once we watched the King Kenny play, and could he play! We had Heighway on the wing, we had dreams and songs to sing, of the glory round the fields of Anfield Road. YNWA! :)


lyric of Fields of Anfield Road taken from here.


Aira si Bunga

Dahulu, rasanya sih dahulu kala sekali, dalam acara pentas akhir tahun waktu Aira di Kelompok Bermain, kelas Aira menari dengan iringan lagu Hujan-nya Tasya. Aira mendapat 'peran' jadi bunga. Behubung saya ikut sibuk membantu menyiapkan kostum, saya agak pilih kasih, jadi kostum bunga disiapkannya dengan effort yg sedikit lebih banyak. Haha. Untung juga di pentas 'beneran' yang bisa dibilang pertama buat Aira ini, dia udah jauh lebih pede (jaman pre-school bundanya ikutan naik panggung karena Aira nangis) dan gak ada gerakan yang lupa. Dan seperti ibu-ibu lainnya, dengan ini saya nyatakan kalau Aira adalah bunga yang paling cantik! Hah! :D





May 29, 2011

Hello Suarez!

My friend Rika gave this Liverpool shirt for Aidan & he love it so much. Aidan would wear it every single day if I allowed him to do so. Every morning for the last week he would ask me where the shirt was, has it dry yet, can he wear it. If the shirt was being wash or still wet, he would repeat those questions in the afternoon. So Tante Rika, I think you better give him another one, soon. x)

And he understood the meaning of the "Bye Torres. Hello Suarez!" printed in his shirt. So he would happily explain it to anyone who happened to be around when he wear that shirt. "Ayah said Torres is a naughty boy. But no worries, Liverpool has Suarez now, and he's good!". Well done Ayah, well done.






May 26, 2011

I will. I will. I will.


I bought this book without knowing how to sew, 
but I solemnly swear that I will learn how. 
I will. I will. I will.


May 25, 2011

Wishlist #2




Pretty, isn't it? I fell in love with the sewing corner owned by Danielle Thompson the minute I saw these pretty pictures. She called it her sewing nook. I wish one day I'll have my own sewing nook. Maybe I'll start with the sewing machine first. What do you think, hubby? Yes? Please?

May 23, 2011

Bento 101

My first introduction to bento was through manga & anime. So what is a bento? This is what I've learned about bento so far. Bento is a single portion take-out or home-packed meal in Japanese dish. A traditional bento usually consist of rice, fish or meat, pickled or cooked vegetables. Although bento are readily available in many places throughout Japan, it is still common for Japanese to spend time and energy to carefully prepare a bento for their kids, spouse, or themselves. 




For Japanese moms, bento are carefully constructed with love and offers a connection to home and family while the child is away at school. Because the meals are handmade, they usually take enormous amount of preparation time and planning to create a balanced meal that is appetizing and appealing to the eyes. Read here for more. 




Bento can also be arranged in a style called kyaraben or 'character bento'. Kyaraben is typically decorated to look like a popular characters, such as anime or disney characters. This style of bento are very popular among moms with little kids. Originally, a decorated bento was intended to interest children in their food and to encourage a wider range of eating habits, but now it has evolved to the point where national contests are held. Well, it is the Japanese we're talking about, the one who created the TV Champion!



A good bento box should contain energy source (rice/bread/pasta) adjusted to individual needs, body builder (meat/poultry/fish/soy), body tuner (vegetables/sea vegetables/mushroom), filler (fruit/dessert/condiment). Making your bento box look full and attractive can be accomplished  with a few simple additions. Use whatever fresh, colorful fruits and veggie to fill the gaps and add a pop color to the box. Including colorful food from every hue in the rainbow in a bento box, that will ensure a healthy balance of nutrients as well as a pretty presentation. Just like a Japanese saying, is very important to "Eat with your eyes", that's why colors and presentation are important in preparing a bento box.

How to make a bento box? First of all, to make your task so much easier, you should own some basic bento-making-stuff. There are endless list of bento supplies, but of course there are a few key items and many inexpensive alternatives. It's all about creativity.

Must have item number 1 is a bento box. Any container can be use as a bento box. A small container can hold an unexpectedly large amount of food because it should be tightly packed to avoid mixing. You can choose from various shapes, materials, and sizes.





Rice ball or onigiri molds comes in mani shapes and sizes, not only the traditional triangle shape. Traditional onigiri can easily shape by hand, but the onigiri molds are very helpful for complicated shapes. Cutters can be use to cut veggie, processed meats, cheese, or egg sheets. You can use cutters that are specially design for bento making, or use the regular cookie cutters.



Silicon or plastic cups can be use to segregate each food items. Silicon cups can be adjusted to the space available in the box. Both cups comes in many shapes and colors. Baran or dividers also use to keep food and flavors seperated. The most comon baran are the green sushi grass, but nowadays you can also buy colorful printed baran or silicon baran. Food picks also comes in hundreds different designs. This is a cute accessory that is both practical and colorful. Little container can be use to hold ketchup or mayonnaise while small plastic bottles hold various sauces and dressing.


And then, there stuff that are nice to have. Like nori punchers. You can cut your nori with small scissor, but nori punchers will surely be a big help in creativity and in time. They comes in many designs, you can also use regular craft punchers also. Browsing for bento supply is so much fun, you'll find many things that only the Japanese would ever considered to create.


Don't forget the books. There are some bento book published in english, but most of them are in Japanese. But no worries, as soon as you understand the essentials, you basically only use the books for ideas, not the actual recipes. Click here for great bento books reviews. You can also browse and visit the many bento blogs for ideas and tips. These are my favorite bento veterans, some of their creations are ridiculously amazing. Oh, and some of them are Indonesian. ;)


In Jakarta, you can buy your bento stuff here: Any Japanese Supermarket, Daiso, Food Hall, Carrefour, Metro Dept. Store, etc. And these are some online shop where I usually buy my bento stuff when I can't find the things I need in stores: Little Bento HouseDomi Bento ShopBento E-ShopRariru Shop.

Of course I'm not an expert of bento making, so nothing in this post that originally came from me. I'm just compiling information from various sources. Happy bento-ing everyone! ;)

pics taken from here.

Project Obento #1

Okay, this is how I started my Project Obento. Aira, was & still is a picky eater. Waktu kecil, urusan makan Aira selalu bikin saya senewen. Sekarang sih memang sudah tidak lagi, dan secara kuantitas memang porsi makannya tidak kurang, tetapi variasi-nya itu yang minim sekali. Beda dengan Aidan yang kalau disodori makanan yang penting mangap dulu, urusan suka gak suka belakangan, kalau Aira sulit sekali disuruh mencoba makanan yang baru, plus buat dia appearance dari makanan juga faktor yang mempengaruhi. 

Urusan bekal sekolah sering jadi masalh buat saya. Waktu Kelompok Bermain dan TK, bekal yang jadi pilihan Aira yang itu-itu saja, sebatas sereal atau roti. Mungkin juga karena waktu makan yang tidak panjang, dan menu itu yang menurut dia paling praktis. Memang praktis juga buat bunda, tapi ya kok kasian amat ini anak menunya itu-itu saja.

Begitu Aira masuk SD, selama di kelas awal, manu bekal masih serupa dengan waktu di TK, hanya porsi-nya lebih banyak dan sering ditambah biskuit atau pudding. Dan sejak SD sisa-nya semakin sedikit, mungkin karena jam sekolah yang mulai panjang jadi dia mulai merasa lapar. Nanti setelah pulang sekolah Aira akan makan siang di rumah, bekal di sekolah hanya sekedar camilan untuk mengganjal.

Nah, begitu Aira duduk di kelas 3 SD, saya mulai kesulitan. Aira pulang sekolah jam 2 siang, yang berarti tidak mungkin makan siang di rumah, harus membawa bekal makan siang dari rumah untuk dimakan di sekolah. Istirahat ada dua kali, biasanya anak-anak makan siang pada jam 12 saat istirahat yang kedua, setelah selesai sholat Dzuhur. Dulu, memang ada program catering di sekolah, tapi entah kenapa sei, jadi sekarang sudah tidak ada lagi, jadi orangtua harus menyiapkan makanan sendiri. Aira memang sudah mulai dikasih uang jajan, tetapi tujuan pemberian uang jajan ini bukan untuk memenuhi kebutuhan makannya di sekolah, melainkan untuk belajar mengatur uang. Aira mendapat 30 ribu  rupiah untuk seminggu di kelas 3, naik jadi 40 ribu sewaktu di kelas 4. Tentunya tidak cukup untuk beli makan siang di kantin setiap hari. Jadi, bekal saya bawakan dari rumah, dibawa dari pagi. Nah, karena dibawa dari pagi, pilihan menu jadi sebatas variasi makan beku seperti nugget, sosis, dan kawan-kawan, atau makanan yang mudah dimasak pagi-pagi seperti nasi goreng, mi, capcay, ayam goreng, dan lainnya. Menu makanan juga biasanya terpaksa yang 'kering' saja. Tentunya menu yang itu-itu saja akhirnya membuat Aira bosan. Ditambah si bekal yang harus dibawa dari pagi dan baru akan dimakan jam 12 siang tentunya sudah tidak mengundang selera lagi.

Setelah mendekati kenaikan kelas 4, saya akhirnya mencari cara lain supaya bekal makan Aira tidak perlu dibawa dari pagi. Bekal akan diantar ke sekolan mendekati waktu makan siang. Ternyata benyak orangtua murid yang melakukan hal ini, sehingga di dekat pintu masuk sekolah, sudah tersedia meja yang pada siang hari akan dipenuhi kotak-kotak bekal anak-anak yang baru diantar. Ketika jam istirahat tiba, si anak tinggal mengambil kotak bekal masing-masing. Biansanya kotak bekal sudah dimasukkan ke dalam tas kecil dan diberi name tag, agar tidak tertukar. Dengan cara ini, menu makan menjadi lebih bervariasi karena mengikuti menu makan siang di rumah, dan karena baru dimasak juga masih hangat. Sementara untuk mengantar bekal sekolah saya memanfaatkan jasa pak ojek langganan.

Tapi ternyata urusan makan siang belum beres juga. Akhir-akhir ini bekal makan siang aira makin sering banyak sisanya, sampai akhirnya setiap ada sisa kan saya suruh habiskan dulu begitu dia sampai di rumah, khawatir porsi yang dimakan tidak cukup. Lagi-lagi masalah bosan. Saya putar-putar otak cari cara agak bekal makan jadi lebih menyenangkan, dan pilihan saya jatuh pada obento. Iyes, si kotak bekal ala Jepang yang super lucu seperti yang ada di komik-komik. Awalnya saya pikir seperti hal-hal lain yang dilakukan orang Jepang, membuat bento juga sesuatu yang mustahil untuk dilakukan selain orang-orang yang berasal dari negara penuh anomali tersebut. Siapa yang kepikiran untuk bikin bekal super rumit di pagi buta selain ibu-ibu Jepang? 

Saya salah, sangat mungkin untuk membuat bento sendiri. Pertama, browsing saja, maka akan ditemukan banyak sekali blog berisi berbagai bentuk bento mulai dari yang sederhana sampai yang super rumit, termasuk banyak sekali yang dibuat orang Indonesia. Bento buatan mereka-mereka ini canggih luar biasa, sampai cenderung intimidatif saat pertama kali melihat. Hehe. Kedua, alat-alat membuat bento sudah banyak sekali dijual disini, baik di online shop maupun di supermarket-supermarket, cari saja konter yang menjual barang-barang produk Jepang, pasti bisa ditemukan macam-macam bento stuff. Ketiga, buku resep bento bisa dicari di toko buku import, atau lagi-lagi, online shop. :)




Jadi itulah yang saya lakukan, mencoba mulai membuat bento untuk bekal Aira. Awalnya saya hanya membeli 1-2 bento stuff, seperti rice mold atau cutter berbagai bentuk. Bento pertama yang saya buat, saya menyebutnya BSS atau bento sangat sederhana, isinya hanya pasta yang dimasak dengan tomat dan daging asap plus wortel, lalu dihias keju slice bentuk bintang, 'sushi' isi furikake dan dilapis nori, lalu sebotol Yakult. Sederhana, tapi hadis bersih dimakan Aira. Hari kedua, masih BSS, nasi yang dibentuk dan ditaburi furikake, chicken teriyaki, cap cay, dan salad buah. Habis lagi. Hari ketiga, berdasarkan pesanan bento berupa pasta seperti yang pertama, telur puyuh yang dicetak gambar kelinci, roti gulung isi keju dan tuna, dan pudding coklat. Daaan... habis lagi! Lalalalala! :D




Sekarang ini, saya masih kena bento fever, entah sampai kapan. Belanja berbagai peralatan bento tiap ke Food Hall atau Daiso, order more bento stuff di online shop, dan beli buku bento. So far, menurut saya, wujud bento saya semakin membaik, walaupun belum canggih-canggih amat. Untungnya bekal Aira diantar sekitar jam 11, jadi saya gak perlu bikin bento pagi-pagi buta, masih ada waktu untuk menyiapkan peralatan perang, maklum masih pemula. So far (lagi), sejak bekal-nya bento hampir selalu tidak bersisa, dan jajan di sekolah juga berkurang. Rupanya karena wujudnya yang memang menggugah selera, bento yang lucu juga jadi perhatian teman-teman. Dia jadi bangga sama bekal yang dia bawa. Biasanya adik Aidan juga suka request untuk bekal sekolahnya, bukan bento lengkap memang, hanya onigiri dengan bentuk sesuai pesanannya, seperti si Johnny, onigiri kodok yang dibuat dari nasi campur potongan bayam. :)

May 18, 2011

Deliciousness With A Soul

This is about my new favorite place. I've written about this place a while ago, it's called Souly Butter Kitchen. Located right across KFC Kemang, this small kitchen owned by my best friend Putri, & her sister Rezia, a.k.a. Madame Chef.

I'm a fan of Souly Butter's dessert, especially their Caramel Eclair. They used to made those delicious sweets (and savory too) in their home kitchen on your order, then you can picked them up or got them delivered to your door. I got really excited when I heard that they finally opening their kitchen for public, because for me, less effort & no minimum order, I can drop by anytime.

When I say they open their kitchen for public, I mean it, literally. Enter the Souly Butter Kitchen, and you will find yourself standing in the middle of a cozy little kitchen, with a tiny island in the middle, stove, & oven too. Look to your right, and you'll find the pretty dining area, with white interior and bright colors fluffy cushions. It's small, but I personally really love it.




The first time I went there after my pre-open private tour I was with hubby & Aidan. It was the perfect time for brunch, so we ordered carrot cake (big & yummy) & a very nice omelette, which Rezia cooked herself. Yes, if you visit the kitchen at the right time Madame Chef herself will be cooking your meal. You can just wait at your table, or you can hang around the island, sitting on one of the stools and chat with her. It is her kitchen, so of course she'll cook for you. :)




The tricky (but fun) thing about Souly Butter Kitchen, beside their signature dessert, they doesn't always serve the same menu every day. They bake carrot cake today, they might serve tiramisu the next day. So make sure you follow their twitter. It is very informative about whats baking & cooking at the kitchen, but can be torturing too, for they often post the pictures of those souly deliciousness.



And what is they signature sweetness? They sold dozens of red velvet cupcakes every single day. You can choose between cream cheese or mascarpone to be spread on your red velvet. My favorite is cream cheese. Oh, and the muffins are great too, I always picked the chocolate chips one every time I drop by for a quick breakfast, spreading some butter on it while I waited for my latte to brew.



I'm not finish yet, from the savory side, I love their potato gratin & the focacia sandwich. But my all time favorite, back to the sweet side, will always be the caramel eclair. I never smoked pot, you see, but I'm pretty sure the effect on me will be pretty much like the effect these caramel eclairs had on me. Smiling ear to ear, stars in my eyes, humming happy tunes, swaying in happiness. Total bliss. Okay, maybe I overreacted, but seriously, one time I couldn't stop thinking about the happy feeling I got every time those eclairs melt in my mouth that the next day I just had to go there.


I really love hanging around this friendly kitchen. They serve great meal, good coffee, cozy place with nice ambience, and you can even play your own playlist. It is truly a kitchen with a soul. :)

Souly Butter Kitchen
Jl. Kemang Raya 15A, Jak-Sel
021-7199985

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...