There was nothing better than waking up in (rather) cold Edinburgh to the smell of hot fluffy nasi putih and rawon. Yep, that was the perks of traveling with my mother in law. Nasi putih dan lauk Indonesia hangat selalu tersedia. Soto ayam, rawon, rendang, you name it.
Jadi, setelah semua perut terisi, kami siap keliling Edinburgh lagi. Kali ini semua ikut. Pagi itu pelataran Kastil dipenuhi pengunjung. Plus Royal Military Tattoo yang setiap tahun digelar di pelataran Kastil pada musim panas sudah dekat. Jadi tribun untuk kursi penonton sudah siap, membuat pelataran makin sesak dan padat. Kastil yang penuh jadi tampak kurang appealing, bahka untuk sekedar berfoto di depannya. Aidan yang hari itu pakai baju kiper LFC kebanggaannya cuma mau berfoto menghadap belakang, supaya tulisan Aidan 70-nye keliatan. Baiklaaaah Aidaaaan...