Pages

January 28, 2010

January 27, 2010

I Love Motherhood

Love Luna Lovegood

In the 10th chapter of Harry Potter & the Order of the Phoenix, a girl named Luna Lovegood was being introduced to the world. This is how J.K. Rowling described her : "The girl gave off an aura of dottiness. Perhaps it was the fact that she had stuck her wand behind her left ear for safekeeping, or that she had chosen to wear a necklace of Butterbeer corks, or that she was reading a magazine upside-down." - Just like that, I fell in love with Loony Lovegood.

Let's look back at those cherished, and awkward, moments we spent with Luna Lovegood. I can go on an on with her weird & witty words, but these are some of my favorite.

"Wit beyond measure is man's greatest treasure."

"Mistletoe," said Luna dreamily, pointing at a large clump of white berries placed almost over Harry's head. He jumped out from under it. "Good thinking," said Luna seriously. "It's often infested with nargles."

"A Wrackspurt - they're invisible, they float in through your ears and make your brain go fuzzy," she said. "I thought I felt one zooming around in here."

"It's good isn't it? Said Luna happily. "I wanted to have it chewing up a serpent, to represent Slytherin you know but there wasn't time. Anyway good luck Ronald"

This one is classic Luna,
"I don't think you should be an Auror, Harry," said Luna unexpectedly. Everybody looked at her. "The Aurors are part of the Rotfang Conspiracy, I thought everyone knew that. They're working to bring down the Ministry of Magic from within using a combination of Dark Magic and gum disease."

"I enjoyed the meetings, too. It was like having friends."
And this one really made me just want to hug Luna. x)

Then the movies came out, and I fell in love all over again. Luna Lovegood wasn't just weird & quirky in the head, but in style too. Didn't you just love Luna's Griffindor's Lion head piece? And didn't you wanna have a sparkle 3D glasses like Luna's? Well, I did. :D

January 26, 2010

what made a family

my home.


my sunshine beyond the grey sky.


my bucket of gold at the end of a rainbow.


me.

Antrilepon Coming to Town



I'm oh-so-ready!




RT @311: Spring 2010 - playing US, Canada, Indonesia,
Japan and Hawaii.



At the Shoe Shop

One hot boring day, Aidan made a shoe shop. FYI, shoes are Aidan's favorite things after food and cars. When other kids got hysteric when they entered a toy store, Aidan got hysteric when he entered a shoe shop. Don't even think about taking Aidan to a shoe shop when you're not ready to buy him at least a pair.

Back to that hot boring day. Aidan (with my help) was collecting some pairs of shoes and putting them in rows in the middle of our house. Oh yeah, of course he had to try them all first, bunda's shoes, kakak's shoes, ayah's shoes.

Welcome to Mister Aidan's Shoe Shop! :D

these are the shoes
this one is mine, ayah had to bought it for me since it stuck on my feet while I tried it on ;D

I think I'll try bunda's now...

these are kakak's...

now ayah's...

wooops! x)

back on my feet now!

these are kakak's too!

they looks good on me! I think I'll take them... ;p

but ayah's shoes are the best. they fit me perfectly!

this is the place for ayah's shoes...

the other one need to be turned around...

I'll put kakak's shoes here...

and put mine besides kakak's...

and the other one goes here...

between ayah's! x)

Mister Aidan's Shoe Shop open for business! :D

January 19, 2010

Vintage Reading, pt.2 : Marcel Marlier's Tini

originally posted on facebook August 5, 2009

Sebelum saya mengenal novel, ini adalah buku pertama sejauh ingatan masa kecil saya. Seri Pestaka Cerita dari Gramedia. Tokohnya macem-macem dan penulisnya pun ada banyak. Tapi yang paling berkesan buat saya adalah tokoh yang diciptakan penulis dan ilustrator Belgia bernama Marcel Marlier. Namanya Tini. Dia punya kakak bernama Yan, Adik bernama Andi, anjing kecil coklat bernama Pupi dan anak kucing hitam bernama Mimi. Hidup Tini menyenangkan sekali. Dia tinggal di Eropa di rumah yang dikelilingi berbagai pohon dan tanaman yang kelihatannya nyaman sekali, dia belajar menunggang kuda, dia menari ballet, dia bisa berkebun, naik pesawat untuk liburan ke Paris, dia bisa memasak dan mengurus adik, ikut dalam sirkus, berulang tahun dengan pesta yang indah, ikut pesta bunga, dan masih banyak lagi hal lain yang bisa membuat anak manapun iri padanya.

Entah ada berapa banyak buku tentang Tini yang ditulis Marlier, yang pasti rasanya masa kecil saya sering kali bersinggungan dengan tokoh Tini ini. Buku Tini Merawat Adik membuat saya merengek minta adik pada ibu saya. Tini Naik Kuda salah satu favorit saya karna waktu kecil saya senang sekali naik kuda. Hampir semua resep di buku Tini Belajar Memasak pernah saya praktekkan waktu kecil, bahkan resep roti goreng yang ada dalam buku tersebut masih saya buat sampai sekarang. Saya membuat herbarium (mengeringkan bunga dan daun) meniru apa yang dilakukan Tini di buku Tini di Rumah Bibi Lusi. Bahkan menurut ibu saya, waktu kecil saya senang sekali sama gambar cover buku Tini dan Burung Gereja, sampai diantara semua buku Tini yang rapih dijilid ibu saya, buku Tini dan Burung Gereja adalah satu dari beberapa buku yang tidak berhasil diselamatkan karena keadaan yang terlalu emprihatinkan akibat seringnya dibuka-buka dan dibawa keana-mana. Satu lagi, gambar di halaman pertama buku Tini merawat Adik kemungkinan adalah sebab awal saya terobsesi pada jendela, yang dibuka kesamping dan tidak berteralis ;)


Selain ceritanya, yang sangat menarik dari buku-buku Tini adalah ilustrasinya. Ilustrasi adalah bagian yang dominan dalam buku-buku Marcel Marlier dan ilustrasi hasil karya Marlier buat saya tidak ada yang menyamai indahnya. Sampai sekarang saya masih bisa membuka buku-buku Marlier seharian hanya untuk memandangi ilustrasinya. Buku Tini ini sempat diterbitkan lagi oleh Gramedia beberapa tahun yang lalu, dan Gramedia bukan hanya menerbitkan buku-buku yang sudah ada dari saya kecil, tetapi juga hasil karya Marlier yang lebih baru. Ceritanya menjadi lebih kekinian (misalnya, Tini pindah ke kota besar dan tinggal di gedung apartemen), begitu juga ilustrasinya. Ini jelas terlihat dari pakaian tokoh-tokohnya yang lebih modern. Meskipun begitu, tetap khas Marlier.

Tentunya bisa dipastikan kalau nama asli anak perempuan kesukaan saya ini bukan Tini, tapi Martine (atau Debbie atau Tiny atau Claudine di beberapa terjemahan lainnya). Di buku cetakan baru Gramedia banyak tokoh yang menggunakan nama aslinya, tapi pastinya Tini tetap Tini. Begitu juga Yan, Andi, Pupi, dan Mimi. Ada tokoh-tokoh lain selain Tini yang diciptakan oleh Marlier dalam seri Pustaka Cerita, seperti Robbi dan Susi yang cerita-ceritanya lebih bernuansa petualangan. Tapi tidak ada yang mengalahkan Tini di hati saya. Hehehe :D

Sewaktu buku ini dicetak ulang saya sempat kembali mengumpulkan untuk Aira. Harganya dari Rp. 1000,- waktu saya kecil, sekarang Rp. 15.000,-. Saya pilih yang dulu saya punya tapi sudah hilang dan yang belum pernah saya baca sama sekali. Sayangnya sebelum lengkap buku-buku ini sudah tidak ada di pasaran lagi. Nyari di toko buku online maupun loakan susahnya minta ampun. Sempat ketemu yang vesri bahasa Inggris, tapi hanya ada beberapa judul yang kebetulan Aira sudah punya semua. Jadi buat yang masih punya dan berminat menjual atau yang tau dimana masih dijual atau yang punya pengaruh luar biasa terhadap Gramedia dan bisa membuat buku ini dicetak lagi, mohon bantuannya! Saya dan Tini akan sangat berterima kasih x)

Tini & Marcel Marlier

January 17, 2010

notes #6

so here's the thing, I love you, and I love us.
happy anniversary.

what matters

I came across this photo & it just made me smile :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...