Pages

July 22, 2011

Happy 4th Aidan!




Happy Birthday to you,
You were born in the zoo,
You look like a monkey,
And you smell like one too. x)

Aidan Rafasya, 4 years old.
Singapore Zoo, July 22nd 2011.

Happy birthday Aidan.
Stay silly. :D

July 18, 2011

For the love of books.

Saya bisa nangis guling-guling kalau sampai anak saya gak suka baca buku. Serius. Bukan berarti saya ingin anak saya jadi kutu buku, baca buku-buku ilmiah dan buku sastra yang berat-berat. Saya cuma ingin anak saya suka membaca. Apa saja, asal yang baik.

Saya besar dengan buku. Mama saya rajin sekali membelikan saya buku cerita sejak saya kecil, bahkan sejak saya belum bisa membaca. Semua buku yang tipis-tipis itu diberi label nama saya, dikumpulkan sesuai serinya dan dijilid rapih. Banyak diantaranya yang selamat dari proses pindahan rumah yang masih ada sampai sekarang dan saya wariskan ke Aira, buku Tini diantaranya. Kalaupun ada yang sudah tidak ada bukan karena dibuang atau dijual atau diberikan ke orang lain. Biasanya dipinjam salah satu sepupu saya dan akhirnya tidak kembali lagi.

Si mama akan membacakan buku-buku itu ke saya, sebelum tidur biasanya. Atau adik mama saya yang dulu tinggal serumah dengan kami, Mama Ina saya memanggilnya, yang membacakan buku untuk saya. Tante-tante saya juga rajin memberi buku ke saya. Yang saya ingat betul sering memberi buku adalah Mama Ina dan adik ayah saya, Bou Mei. Bou Mei akan menuliskan pesan di halaman depan buku yang diberikannya kepada saya. Beberapa buku seri Mallory Towers karya Enid Blyton dan seri Pippi Si Kaus Kaki Panjang karya Astrid Lindgrend diantara buku-buku pemberian Bou Mei.

Terus terang dulu saya merasa tersiksa waktu belajar membaca. Mama saya galak ngajarinnya, rasanya semua huruf jadi lompat-lompat dan huruf yang seharusnya saya tau jadi lupa lagi. Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi kesukaan saya terhadap buku. Begitu saya bisa membaca, saya semakin jatuh cinta terhadap buku, buku cerita khususnya. Kelas 1 SD saya berkenalan dengan Enid Blyton lewat buku-buku kecil seri Si Babi Ungu yang penuh petuah dan nasihat. Kelas 2 saya membaca 'novel' pertama saya, Semester Pertama di Mallory Towers, yang dilanjutkan dengan seri-seri lainnya. Hampir seluruh buku Blyton yang diterbitkan di Indonesia saya baca. Ketika Enid Blyton terasa terlalu 'righteous' saya berkenalan dengan karakter-karakter yang lebih nakal dari dunianya Astrid Lindgrend, Pippi, Lotta, Madita, Lisbet, Emil, dan lainnya. Pastinya saya juga membaca dan memecahkan kasus dua detektif cilik Amy Adams dan Hawkeye Collins, dengan kunci jawaban yang harus dibaca di kaca karena dicetak  terbalik. Entah kenapa saya selalu tertarik dengan karya penulis buku anak-anak dari Eropa, macam Erich Kastner dari Jerman dan Editih Unnerstad dari Swedia. 

Satu lagi yang membuat saya jatuh hati adalah Roald Dahl. Saya berkenalan dengan Roald Dahl melalui buku Matilda, lalu non stop saya mengumpulkan buku-buku karyanya. Pada saat itu bahasa Inggris saya sudah semakin baik, jadi saya tidak lagi tergantung pada buku-buku edisi terjemahan. Jika kebetulan berlibur ke luar negeri, koper saya akan dipenuhi buku-buku. Saat itulah saya mengenal Judy Blume, Anne Fine, dan Terry Pratchett. Duh sepertinya banyak penulis yang imajinasinya menemani saya sehari-hari sejak kecil yang masih terlewat. Laura Ingalls Wilder! Frances Hodgson Burnett! Tuh kan masih banyak. Belum lagi yang saya kenal kemudian, seperti seri Harry Potter yang mega terkenal karya J.K. Rowling, The Chronicles of Narnia karya C.S. Lewis, dan The Lord of The Rings karya J.R.R. Tolkien. Plus penulis buku lainnya yang tidak melulu tentang fantasi atau ber-genre anak-anak.

Saya masih membaca buku cerita sampai sekarang. Terus terang saya adalah pembaca buku cerita, yang sesekali membaca buku yang lebih berat. Berat dalam arti buku-buku yang kalau di toko buku ada di rak dengan papan nama 'Sastra', bukan 'Fiksi'. Selain membeli saya juga mengoleksi buku, saya tidak bisa hanya membaca buku, saya harus punya. Apalagi untuk penulis-penulis yang saya sukai. Juga untuk buku yang sampulnya bagus, yang akan terlihat bagus kalau berjejer di rak buku saya. Hehehe.

Begitu punya anak saya semakin menggila mengumpulkan buku. I like all books, but my true love will always be children books. Buku cerita maupun buku pengetahuan. Apalagi buku-buku impor semakin bertebaran dan buku-buku anak-anak terbitan lokal juga semakin bagus-bagus, sebut saja buku anak-anak karya Clara Ng. Kalau dulu buku anak-anak lokal pasti jauh berbeda kualitas cetakan dan ilustrasinya, sekarang sudah tidak ada bedanya dengan buku-buku karya penulis luar. Buku impor yang diterjemahkan juga semakin banyak. 

Terus terang saya lebih sering membelikan anak-anak saya buku daripada mainan. Saya lebih sering mengajak anak-anak saya mampir ke toko buku daripada ke toko mainan. Mungkin karena dulu waktu kecil saya juga begitu. Kunjungan ke toko buku adalah harus. Kalau ibu saya belanja di supermarket Metro di Melawai Plaza, saya akan ditinggal dan menunggu dengan tenang di toko buku-nya satu lantai di bawah supermarket. Hadiah uang 10 ribu kalau ulang tahun waktu kecil berarti setumpuk buku cerita baru. Kunjungan ke toko buku bersama Mama, berati dibelikan 1 atau 2 buku. Kunjungan ke toko buku bersama Aweng (ayah saya, FYI) berati boleh memilih buku berapapun dan pasti akan dibelikan. Sekarang pun saya akan mikir 10 kali (dan belum tentu jadi membeli) jika melihat high heels atau perlengkapan make-up yang sebetulnya saya butuhkan. Tapi tidak akan pikir lama-lama untuk membeli buku impor dengan darga yang sama, yang sebenernya bisa dibeli nanti-nanti. Saya bisa melotot kalau Aira minta, let's say, Barbie seharga 200rb tapi akan dengan senang hati membelikan jika ia minta novel Artemis Fowl dengan harga yang sama.

Membaca, tidak perlu saya bahas panjang lebar karena sudah banyak dibahas oleh mereka yang lebih kompeten untuk membahasnya, tentunya memiliki banyak manfaat positif. Buat saya membaca, atau buku, bukan hanya sumber informasi, tapi juga sumber imajinasi dan hiburan. Karenanya, senang sekali rasanya suka membaca. Senang sekali rasanya bisa masuk ke imajinasi penulis dan menggabungkannya dengan imajinasi saya sendiri. Senang sekali melihat tumpukan dan deretan buku di rak. Senang sekali rasanya mencium bau buku baru. Senang sekali rasanya melihat Aira mambawa-bawa  buku kemana, dan bisa membaca buku di suasana seperti apapun. Senang sekali rasanya melihat Aidan duduk manis dipangku Ayah dibacakan buku, sambil sesekali mengucapkan kalimat dalam bukunya yang ia sudah hapal luar kepala. Jadi, kebayang kan gimana saya gak nangis guling-guling kalau sampai anak saya tidak suka membaca?



Logic will get you from A to Z; imagination will get you everywhere."
~Albert Einstein~

Where is human nature so weak as in the bookstore?
~Henry Ward Beecher~


July 17, 2011

Mister Aidan's Auto Garage

Another weekend project. 

Aidan suka sekali dengan mobil, maka mobil-mobilannya pun banyak sekali. Aidan main mobil dimana saja, tidak perlu set atau track khusus untuk mobil-mobilan yang dibeli di toko. Bantalan sofa bisa jadi bukin, buku yang ditumpuk bisa jadi terowongan, kardus bekas bisa jadi garasi. Suatu hari, kakak Aira membuat dua lubang berbentuk kotak di dus bekas sepatu, untuk jadi garasi Aidan katanya. Saya kemudian berpikir untuk mengecat si kotak sepatu, agar garasi jadi warna-warni dan lebih keren. Tapi kemudian saya dan kakak Aira memutuskan untuk membuat garasi-atau-bengkel yang benar-benar baru saja. Pilihan kardus jatuh pada kardus bekas bakpia yang ayah bawa dari Yogya.

Pertama-tama, pada hari Sabtu, kardus di potong bentuk kotakdi satu sisi, untuk dijadikan pintu, tidak dipotong sampai bendar-benar terbuka, tapi menyerupai pintu, agar nanti bisa dibuka dan ditutup. Kemudian saya membiarkan Aira dan Aidan mengecat seluruh sisi kardus dengan cat akrilik warna-warni. Khusus bagian pitu yang tadi dipotong diberi cat warna coklat. Lalu kardus dijemur. Sebenarnya tidak perlu waktu yg lama untuk menjemur, karena cat akrilik cepat kering, tetapi Aira dan Aidan keburu asyik main yang lain, jadi proyek garasi ditunda sampai besok. :)








Besoknya, pada hari Minggu, saya dibantu Aidan menggambar jendela dan papan nama diatas pintu garasi. Setelah dijemur lagi sebentar, kakak Aira menambahkan tulisan "Aidan's Auto Garage" diatas papan nama. Garasi/bengkel untuk mobil-mobilan Aidan sudah selesai! Aidan langsung sibuk memarkir mobil-mobilnya di dalam dan di depan garasi-nya yang warna-warni. :D















July 16, 2011

New Sandbox




Thanks to Bunda Santi of B1, PJR got a new sandbox! Bunda Santi bought the build-it-yourself sandbox last year, and a couple of days ago Bunda Santi & Abi Temi finally put it up in the field area in the middle of our complex. They bought some beach sand from a hardware depot nearby & put them in the wooden sandbox. The sandbox was an instant hit. That afternoon the kids swarmed around it, digging & building castles. Including, of course, Aira and Mister Aidan. Aidan brought his own set of plastic bucket, spade, and sand mold. The kids were having so much fun! The big kids got a little bored of it after a while, but not the little ones. Every afternoon, or on weekend morning, Aidan would visit the sandbox, play in it all by himself or with some of his little neighbor friends. Thanks again Bunda Santi, for the fun sandbox. :)





One Cloudy Afternoon

We have a new sandbox in the neighborhood. It is currently Aidan's favorite activity in the afternoon, to play in the sandbox that is. But that afternoon dark cloud was hanging in the sky and right after Aidan stepped outside the house it started to drizzle. Aidan was pretty disappointed. No, he was very disappointed you could hear him wailed from across the complex. But then I told him he can go outside wearing his rubber boots and bring his self-painted umbrella. The wail stop right away. 

It was only a light drizzle that there was no puddles around to play in, but Aidan was happy enough just walking around with the boots and umbrella. Then the rain got even lighter, but it was still pretty cloudy so I still said 'no' when Aidan once again asked to play in the sandbox. It was easier to run back to the house when the rain decided to pour if you don't have to cover a sandbox and dealing with a disappointed kid. So we played football. Well it was not exactly football, I kicked the ball slowly to the goal, then Aidan will catch it while screaming "GOAL!". Guess he still doesn't understand the concept, yet. x)

It took awhile until there was absolutely no more drizzle. Aidan looked at me with that Puss in Boots kinda stare, so he finally get what he's been waiting for, playing in the sandbox. It was still heavily cloudy and windy, but no rain. Not until it was really time to get in the house and we had finished covering the sandbox. :)







July 12, 2011

The story of Shamrock's Cover Story.

Shamrock has been in hibernation mode. Our last collection was released in March, but this month we finally ready to release our limited mini collection of cute cover ups. What is a cover up? Well, it is basically something you wear to cover up your body when you're wearing a swimsuit. In the old days, it had other word: towel, or bathing robe. But now they come out with a cuter look and a more fancy name: cover up.

Shamrock's cover ups made of cotton. Some are sheer that bring a little see through effect, and some are not. But you also can wear them all as an everyday day dress. And like we said in the Shamrock's blog, you actually don't need to wait for summer to get yourself a cover up, because we live in Indonesia, we had summer practically all year long. ;)

Please kindly visit Shamrock's blog http://shamrockforluck.blogspot.com/
or Facebook account http://www.facebook.com/shamrockforluck to order, and follow us on twitter @ShamrockForLuck.





July 06, 2011

Project Obento #7

Aira dan Aidan masih libur, jadi bunda masih bisa buat bento dobel untu makan makan di rumah. Aidan baru dibeliin tempat makan merah bergambar Lightning McQueen berikut botol minumnya, jadi selama berhari-hari biarpun di rumah Aidan maunya makan pakai tempat makan itu. Seperti biasa, bedanya bento punya Aira dan Aidan hanya dibentuk nasi-nya saja. Punya Aidan berbentuk kucing, dengan telinga dari sosis, sementara punya Aira berbentuk pinguin. Si pinguin ini salah satu bentuk nasi yang menurut saya paling lucu diantara yang pernah saya buat. Lauknya cumi goreng tepung, tumis sayuran, telur dadar, dan pudding caramel untuk Aira serta yakult untuk Aidan.




Hari itu Aidan minta dibuatkan nasi bentuk Joni. FYI, Aidan menyebut berbagai benda bentuk kodok dengan nama panggilan Joni. Jadi saya membuat Joni dari nasi yang dicampur decofuri warna hijau. Sementara punya Aira berbentuk kelinci. Lauknya ikan dori goreng tepung, capcay, orek tempe, telur dadar, dan yogurt untuk desert. Pesanan rice mold & puncher saya baru datang sehari sebelumnya, jadi bisa dipastikan bento ini dibuat dari benda-benda baru tersebut. Yang paling menyenangkan adalah menggunakan puncher, benar-benar menghemat waktu, tidak perlu berlama-lama menggunting nori membentuk mata dan mulut. Sepertinya saya kan beli lebih banyak puncher nanti. x)




Group hug!



pic taken by Alyssa Duhe taken from here.

July 05, 2011

Today

Just me, mbak ace, the happy eclair, in my favorite little kitchen across the street, waiting for my two favorite ladies. :)

Touch

Touch... light as a feather
I will wait for you honestly
I am yours - entirely...
I remember last night's dream
Could it be the one of me?

I've known the face inside the window
And the voice forever in my heart...
Like an angel's arrow

I remember last night's dream
Could it be the one of me?
I've been waiting silently...
Would you risk it all...
With me?




July 04, 2011

Aira's 1st Camera

We got a new camera. Well, not exactly we, it belong to Aira. She got it from my dad. My dad was pretty amazed when I told him Aira got a trophy for winning a writing competition at her school. He then asked me if she like taking pictures, so she can write stories & combine them with the pictures she took. I kinda think he wants someone in the family to learn photography (at some level) just like him. So I said yes. Aira did took some pictures with a toy camera the last time we were exploring Jakarta, and she enjoyed it very much.

As it turned out, he got her a digital pocket camera. It was Aira's 1st camera, I remember my dad got me my 1st camera when I was 10 too. Not a fancy one, he said, but it is waterproof so Aira could bring it to the pool or beach. Plus it is shock proof up to 2 meters, which is a good thing with Aidan around. Aira was super psyched that when we went for a swim the next day, she brought the camera along & gave it try. Underwater of course. We took turn taking each other's picture, but I won't show you mine, since I look so silly. I don't know how Aira could manage a smile on her face underwater, but she did, in every picture. :D



July 01, 2011

We're camping out!



The idea of sleeping in a tent always sounds fun to a child. Including me when I was a kid. Dulu saya dan sepupu saya Tama & Sesa pernah membuat 'bumi perkemahan' dengan selimut di ruang tamu rumah saya, dan kami tidur disana sampai pagi. Ingin sekali bisa tidur di tenda yang benar-benar dipasang diluar rumah, tapi kecuali saat pramuka, hal ini gak pernah kesampaian.

Seperti yang pernah saya bilang, setelah saya dewasa dan tinggal di kompleks saya yang sekarang, banyak hal-hal yang tidak saya alami waktu kecil bisa dialami anak-anak saya disini. Punya banyak tetangga sebaya, salah satunya. Yang lebih menyenangkan lagi, di kompleks ini bukan hanya anak-anak yang sebaya, tetapi para orangtuanya juga relatif sebaya, dan saya menemukan beberapa diantaranya se-ide dengan saya, terutama dalam urusan kegiatan anak-anak. Bukan hanya main di kompleks, kami juga sering jalan-jalan bareng, atau yang suka kami sebut PJR Big Day Out.

Liburan tahun ini saya, Santi (bunda B-1), dan Yuli (mama C-3) ingin mengajak anak-anak 'berkemah'. Ide ini sudah beberapa kali kami bicarakan sejak lama, tapi belum pernah kesampaian. Mengajak anak-anak berkemah, gak perlu jauh-jauh ke gunung, cukup di dalam kompleks saja, yang penting anak-anak merasakan tidur di dalam tenda bersama teman-temannya. Bunda Santi browsing-browsing, dan ketemu tempat penyewaan tenda, yang ternyata gak mahal harganya, bisa diantar, dan ada jasa pemasangan. Setelah dibicarakan, penghuni kompleks setuju, anak-anak dari 5 keluarga akan ikut berkemah dengan tambahan anak-anak 1 keluarga lainnya akan ikut beraktifitas tanpa menginap. Saat diberi tahu, anak-anak senang luar biasa.

Tugas pun dibagi-bagi, Santi mengurus tenda-tenda yang nantinya akan dipasang di halaman belakang rumah B1, Yuli mengurus konsumsi, saya mengurus kegiatan art & craft anak-anak. Tentunya semua saling bantu membantu. Jadwal keggiatan untuk 2 hari 1 malam pun disusun (dengan no TV policy), demi menghindari kekacauan yang kemungkinan akan terjadi kalau anak-anak dibiarkan main sendiri. Mereka harus dibuat 'sibuk' terus. Salah satunya adalah kegiatan treasure hunt yang petunjuk dan petanya disusun oleh Oom Temi (abi B-1). Nanti petunjuk-petunjuk berantai ini akan disembunyikan di rumah B1, C1, C2, dan C3. Untuk menyusun petunjuk ini, Oom Temi perlu semedi seharian di depan laptop, survey lapangan kelilingin kompleks, sampai gak pergi ke kantor. :p





Hari Selasa siang tenda tiba di kompleks dan langsung dipasang. Termasuk tenda mainan punya Aidan, dia ngotot tenda itu harus dipasang juga diluar bersama tenda-tenda dome yang besar. Anak-anak senang sekali, sampai mereka harus 'diusir' pulang karena sesuai kesepakatan kegiatan hari pertama baru akan dimulai setelah maghrib. Tapi hari itu cuaca sedang tidak ramah. Setelah berhari-hari Jakarta cerah, hari itu berawan sejak pagi dan akhirnya hujan turun super deras di siang hari dan terus berlanjut sampai menjelang malam. 2 dari 4 tenda diungsikan ke dalam garasi, plan B-nya kalau hujan turun terus, anak-anak akan merkemah di garasi dan di dalam rumah saja.








Sehabis maghrib anak-anak berkumpul untuk makan malam di rumah B1. Selama anak-anak makan saya dan Santi berkeliling menyembunyikan petunjuk-petunjuk pencarian harta karun. Setelah semua makan, Oom Temi (abi B-1) mulai mendongeng tentang harta karun suku Maya dan Raja Sulaiman, sebagai pengantar kegiatan treasure hunt. Kemudian anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok usia, kelompok kelas 3 keatas dan kelompok kelas 2 kebawah. Bunda Santi kemudian menjelaskan ground rules-nya, bahwa ini bukan perlombaan antar kelompok, buakan soal siapa yang lebih dulu menemukan harta karun, tetapi soal memecahkan petunjuk dan bekerja sama dengan baik. Maka dimulailah pencarian harta karun keliling kompleks. Tiap kelompok punya petunjuk masing-masing. Petunjuk kelompok Junior beberapa isisnya seperti ini: AKU ada di belakang benda yang menyiarkan berita, AKU ada tempat duduk yang warnanya seperti bagian atas bendera negeriku, cari AKU di tempat pakaian dihangatkan dan dilipat rapih! dan seterusnya. Anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah sesuai petunjuk di peta, sampai akhirnya menemukan harta karun berisi berbagai camilan dan permainan kartu. Petunjuk untuk kelompok Senior lebih sulit, beberapa kali saya saja sampai berpikir cukup keras mencoba memecahkan petunjuk. Diantaranya berbunyi seperti ini: 1. daging asap paling unik rasanya 2. sepatu enteng naik delman ontel kayu, yang maksudnya 1. DAPUR 2. SENDOK, berarti petunjuk berikut ada di tempat sendok di dapur. Atau ini: Asleep room after dark yang maksudnya tiap huruf kedua yang dibaca, jadi maksudnya SOFA. Atau petunjuk terakhir adalah C=3, 20-5-14-4-1. Cukup lama juga anak-anak besar memecahkan kode ini, yang berarti tiap angka dirubah jadi huruf sesuai urutannya dalam alfabet, yang berarti harta karun ada di dalam T-E-N-D-A. Tidak peduli kalau harta karun ternyata berisi sekardus susu kotak, anak-anak senangnya seperti beneran ketemu harta karun emas berlian! :D



Setelah anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain kartu, uno, pile up tower, dan beberapa board game, maka tiba waktunya tidur. Beruntung hujan sudah berhenti, maka tenda-tenda kembali dikeluarkan ke halaman belakang, diberi lapisan bedcover di dalamnya, dan anak-anak dibagi kelompok untuk tidur di tenda. Mereka berganti piyama dan membawa bantal selimut masing-masing ke dalam tenda. Masing-masing tenda juga mendapat sebuah lampu kecil. Aira tidur berdua Aisha, Gaia-Farrel-Bumi berbagi tenda, Akmal -Aldo-Satria di dalam satu tenda, dan Felix-Adam-Alee di satu tenda lainnya. Beberapa dari mereka, Farrel dan Aira, bisa tidur dengan mudah di tenda, gak lama setelah masuk ke dalam tenda mereka langsung tertidur, Gaia tidak langsung tidur, tetapi ia memilih untuk diam-diam saja di dalam tenda sampai akhirnya ikut tertidur. Sementara Bumi tidak bisa tidur, dia lalu keluar dan berjongkok di pinggir tenda, nunggu ngantuk - katanya. Alee, Aldo, Akmal, Adam dan Satria lama juga tidak tidur, mereka mengobrol dan beberapa kali berpindah-pindah tenda. Sementara kakak adik Felix dan Aisha, yang sepertinya takut gelap (kata ayah-bundanya mereka biasa tidur dengan lampu menyala) sibuk keluar masuk semua tenda mengumpulkan lampu-lampu untuk mereka bawa ke tenda mereka. Sementara mister Aidan, yang memasang tenda kecil-nya di dalam rumah, sibuk patroli. Saat semua orang berusaha tidur, dia tiba-tiba muncul dengan sepatu bot dan payung sambil berseru, "Kukuruyuuuk! Udah pagi!", lalu dia juga sempat duduk di depan tenda kakak Aira, jadi satpam katanya. xD

Sementara anak-anak di dalam tenda, para ayah-bunda menggelar barbecue di jalanan kompleks, sekalian menunggui para peserta yang kemungkinan mengundurkan diri di tengah jalan. Benar saja, sekitar jam 12 Felix, Aisha, Adam dan Bumi menyerah dan pulang untuk tidur di rumah. Selesai acara barbecue, kami pulang ke rumah masing-masing, menitipkan anak-anak mereka pada Santi dan Temi, host parent dari B-1. Temi yang malam itu akan tidur di bawah, sekalian kontrol anak-anak.



Jam 6 pagi saya terbangun, lalu langsung berkunjung ke rumah B1. Beberapa anak sudah bangun, termasuk Aira. Kata Aira tidurnya enak semalam, dia gak terbangun sama sekali, bahkan gak sadar kalau dia tidur sendirian karena Aisha semalam pulang ke rumahnya. Anak-anak laki-laki kebanyakan tidur larut malam dan beberapa kali terbangun, kecuali Farrel yang pagi itu pun paling akhir bangunnya. Sambil menunggu sarapan disiapkan mereka main sepedah berkeliling kompleks. Tante Yuli menyiapkan sarapan roti serta spaghetty yang disantap anal-anak bersama diatas tikar yang digelar di halaman belakang.




Jam 8 anak-anak mandi lalu kegiatan berikutnya dimulai di halaman belakang pada jam 9. Pagi itu anak-anak akan menghias kaos putih dengan 'sablon' bertuliskan PJR KIDS. Saya sudah menyiapkan stensil dengan tulisan tersebut, cat akrilik, spons, dan kuas. Jadi mereka tinggal menyapukan cat akrilik diatas stensil yang diletakkan di kaos dengan menggunakan spons atau kuas, ternyata menggunakan spons hasilnya lebih bagus. Setelah itu mereka bebas menghias kaos mereka dengan cat dan kuas. Semua anak, termasuk yg tidak menginap membuat kaos ini. Kemudian kaos dijemur.








Tidak seperti kemarin, hari ini cuacanya cerah. Jadi untung saja kemarin saya menyempatkan membuat popsicle mangga-jeruk. Anak-anak yang mulai lapar nyemil popsicle dulu sebelum makan siang mi bakso selesai disiapkan. Begitu bakso siap, mahluk-mahluk kelaparan ini langsung menyerbu. Untuk sesaat suasana tenang, semua anak sibuk dengan mangkok bakso masing-masing. Lalu acara berkemah ditutup dengan operasi semut membersihkan halaman belakang tempat berkemah dan foto ramai-ramai memakai kaos yang baru saja dibuat. Ketika memotret saya berseru, "Semua bilang tempeee!" yang mendapat berbagai balasan, "Tahuuu!", "Ayam goreeeng!", "Sayur aseeeem!". Mungkin mereka pengen makanan sunda? xD



Jadi begitulah, acara berkemah seru di halaman kompleks kami. Mungkin bukan benar-benar the great outdoor, tapi saya rasa anak-anak cukup merasakan esensi-nya, tidur di dalam tenda bersama teman-teman. Terima kasih buat penghuni PJR untuk kerjasamanya, terutama Tante Santi dan Tante Yuli, toss dulu ah, we did it! Lain kali kita berkemah lagi yuk! :D


Big shout out for the kiddos: 
Alee, Akmal, hans, Shery, Aira, Aidan, Bumi, Kira, Felix, Harry, Gaia, Aisha, Adam, Farrel, Fino, Lana, Aldo.

for more pics, please click here. :)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...