Pages

Showing posts with label school. Show all posts
Showing posts with label school. Show all posts

February 16, 2014

Tema Pakaian SGA: Circus!



Tema pakaian di Gemala Ananda yang terakhir untuk semester 1 ini bertema Circus. Sepertinya memang ini yang paling mudah, tapi ternyata saat browsing untuk ide, saya lebih banyak ketemu ide untuk kostum anak perempuan. Idenya memang sekitar badut, pesulap, hewan, dan sebagainya. Tapi untuk anak perempuan lebih bisa 'dimacem-macemin' dan jadi cantik dan lucu.

Awalnya saya mau kasih usul Aidan jadi tenda sirkus saja sekalian. Tapi beberapa alternatif kostumnya terlihat seperti rok. Lagipula, ternyata pada hari tema pakaian nanti sekalian hari berkumpil akhir semester. Jadi anak-anak akan ada kegiatan bermain, sebaiknya pun kostum yang memudahkan anak bergerak. Setelah obrol-obrol dengan Aidan, dua pilihannya adalah ring master atau pawang singa. Mirip-mirip memang kostumnya. Akhirnya sih pilihan Aidan adalah pawang singa, dengan pesan dia mau bawa lingkaran api yang biasanya dilompati singa.




Kostum kali ini bisa dibilang kostum Aidan yang paling santai persiapannya. Karena saya mendaur ulang kostum Han Solo Aidan untuk Star Wars Day yang lalu. Tinggal tambah kancing cina emas di rompi, garis merah dari pita di celana, dan topi. Kemudian kami membuat lingkaran api dari hulahoop yang didekorasi api berkobaran dari kain felt merah dan oranye. Awalnya saya mengikat boneka harimau kecil disana, sebagai efek si harimau lagi lompat, tapi ternyata jadinya terlalu berat. Akhirnya Aidan membawa lingkaran apinya saja. Kebetulan ada 3 anak dengan kostum singa di kelasny, jadi mereka akhirnya main sama-sama.

Melihat foto-foto hari Circus di Gemala Ananda hari itu ceria banget dan warna-warni. Ada berbagai karakter sirkus di sekolah. Bahkan Bu Jasmin, Kepala Sekolah SGA pakai kostum penjual popcorn. Selamat datang di Sirkus Gemala Ananda! :D












November 14, 2013

Tema Pakaian SGA: Pahlawan Kebersihan



Bulan November ini ada hari tema pakaian yang kedua. Temanya 'Pahlawan Kebersihan', jadi anak-anak (dan orangtua) bebas berkreasi pakai apa saja yang berhubungan dengan kebersihan. Tadinya saya mau pakai si mesin cuci lagi. Tapi ternyata sudah wasalam kondisinya, dan Aidan juga gak mau. Dia mau pakai yang lain. Saya sempat kasih usul supaya jadi tukang sampah saja, tinggal pinjam baju pilot oranye punya teman, bikin logo petugas kebersihan DKI, dan bawa sapu. But apparently the Mister refused to go with the obvious. Dia udah punya ide sendiri. Aidan mau jadi sikat gigi atau odol. Pahlawan kebersihan gigi, katanya.

Setelah dibuat desainnya oleh Aidan - Alhamdulillaaaah... dia mau gambar sendiri tanpa disuruh x) - akhirnya diputuskan yang paling mungkin dibuat adalah odol, lengkap dengan topi sebagai tutup odol, jubah dan topeng sebagai tanda superhero, dan sikat gigi kardus sebagai senjatanya. Berkat team work Aidan-Kakak Aira-Bunda kostum pun selesai dalam sehari. Pagi-pagi si Pahlawan Kebersihan Gigi sudah siap 'menyikat' siapa saja yang lupa sikat gigi. Literally, disikat! Hehehe..



Dan lagi-lagi, jangan anggap enteng mamah-mamah di SGA. Hari ini ada banyak superhero kebersihan di sekolah, petugas kebersihan keren, cleaning girls cantik-cantik, bahkan ada duster ninja dan kloset ciamik! :D





Tema Pakaian SGA: The World of Wayang



Jadi, di sekolah Aidan setiap 2 bulan sekali ada hari 'Tema Pakian'. Pada hari ini anak akan mengenakan pakaian dengan tema yang sudah ditentukan sekolah sebelumnya, dan akan ada aktivitas yang berkaitan dengan tema tersebut. Tentunya pakaian ini preferably adalah kreasi sendiri orangtua dan anak, bukan membeli baru atau sewa. Tentunya lagi, saya dan Aidan menanti-nanti hari Tema Pakaian dengan riang gembira. x)

Tema pertama tahun ajaran ini adalah The World of Wayang. Apa saja yang berkaitan dengan wayang, boleh wayang Indonesia atau 'wayang' dari negara lain, alis puppets. Yang girang siapa? Aidan, tentunya. Aidan suka banget sama wayang, sejak sering mendengarkan sandiwara radio Pandawa dan Kurawa di Motion Radio dulu. Sejak itu, Aidan kesengsem luar biasa sama perwayangan. Waktu berkunjung ke Museum Wayang liburan lalu saja, Aidan betah banget lihat-lihat wayang disana. Jadi, waktu ditanya Aidan mau pakai baju apa yang berhubungan dengan wayang, jawabannya bulat dan pasti, "Ya Gatot Kaca, lah!" Oke deh, Gatot Kaca it is, superhero wayang idola Aidan. 

Saya kemudian browsing-browsing untuk cari ide, biar si Gatot Kaca lebih kekinian penampakannya. Seperti biasa, bahan yang jadi andalan saya adalah kardus bekas dan cat akrilik. Beberapa bagian yang perlu bahan lebih lentur menggunakan karton foam. Bagian ptong-potong jadi tugas Bunda sementara di Gatot Kaca mandor, bagian cat-cat jadi tugas Aidan, Bunda yang mandor. Hasil akhirnya cukup memuaskan. Aidan juga senang.



Super tumbs-up untuk bunda-bunda yang lain, waktu harinya tiba, di SGA bertebaran tokoh-tokoh wayang yang keren-keren banget. Gatel banget rasanya, pengen ke sekolah buat foto-foto. Suka lupa anaknya udah SD, gak bisa diintilin ke sekolah lagi. x)

Pada hari itu, anak-anak dibagi menjadi kelompok yang isinya gabungan murid dari kelas 1 sampai 6. Kemudian mereka akan membuat semacam buku kecil mengenai wayang tertentu, dengan menggunakan kliping yang dibawa dari rumah. Aidan kebagian kelompok yang membahas tentang Punakawan. Jadilah cerita wayang Aidan tambah lagi, Semar-Gareng-Petruk-Bagong sekarang nempel di kepala Aidan. Senangnya lagi, mereka jadi berkenalan dengan kakak-kakak kelas dan belajar bekerja sama dalam kelompok. Ada apa lagi hari itu di sekolah? Pastinya pertunjukan wayang, dong! Dipersembahkan oleh staff SGA. Seru!





for more pics please click here.

October 26, 2013

First Day at School



Tahun ini Aira dan Aidan masuk sekolah baru. Aira di SMP Al-Izhar (iyaaa... si bayi perempuan udah kelas 1 SMP), Aidan di SD Gemala Ananda. Hari pertama sekolah jatuh bertepatan dengan ulang tahun Aidan yang ke-6, jadi pagi-pagi kami serah terima kadi seperti biasa, lalu kesibukan hari pertama pun dimulai.

Aira, tentunya sudah tidak mau dan tidak perlu diantar ke kelas barunya. Si anak gadis turun sendiri dari mobil, dengan seragam barunya yang kece dan masuk ke sekolah barunya. Dari cerita yang kemudian saya dapat sih, hari-hari awal sekolah menyenangkan untuk Aira. Masa orientasi pun benar-benar pengenalan sekolah baru, lingkungan, program, teman-teman seangkatan, dan kakak-kakak kelas.




Nah, untuk Aidan tentu beda lagi. Pada hari pertama sekolah, orangtua wajib menemani si anak sampai kira-kira jam 10, untuk membantu transisi anak di lingkungan baru. Gemala Ananda tidak punya TK, jadi semua siswa kelas 1 adalah siswa baru. Orangtua dan anak terlibat kegiatan bersama (termasuk menari dan bernyanyi bersama), dimana salah satunya anak diminta menuliskan cita-citanya di secarik kertas kecil berbentuk bintang, kemudian mengatakannya ke kepada orangtua dan orangtua membalas dengan ucapan yang encouraging dan supporting. Kemudian gambar bintang tadi ditempelkan di dinding bersama bintang-bintang teman lainnya. Beberapa kegiatan yang dilakukan berkelompok (kelompok akan berganti-ganti dengan tujuan anak berkenalan dengan teman-temannya) mendorong anak untuk bekerjasama dan sebagainya.





Kegiatan berikutnya adalah berkenalan dnegan guru-guru dan staff sekolah. Anak-anak mendapat lembaran yang berisi fotokopi foto-foto para guru dan staff, termasuk Kepala Sekolah segala. Tugas mereka adalah berkeliling mencari orang yang bersangkutan, bertanya siapa nama mereka, apa tugas mereka dan menuliskannya. Tentu saja karena anak kelas 1 dianggap belum bisa menulis, sudah disiapkan kertas dengan nama dan tugas, sehingga anak-anak tinggal meniru. Pasa guru dan staff ini menunggu anak-anak di 'tempat tugas' mereka masing-masing. Salah satu yang membuat saya terkesan, Bu Jasmin - Kepala Sekolah - ingat persis nama-nama anak-anak baru ini.



Setelah itu, orangtua diminta berpamitan pada anaknya, memeluk dan berkata akan menjemput kembali pada jam pulang sekolah, dan meninggalkan anak-anak untuk melanjutkan kegiatan di kelas bersama Bu Guru. Pada hari itu memang hanya anak kelas 1 yang masuk, jadi anak-anak baru ini pun tidak 'kaget' dengan suasana ramai yang tentu berbeda dengan sewaktu mereka di TK.

So far so good untuk Aidan, dan juga untuk saya. Saya senang sekali dengan cara SGA membantu transisi dan adaptasi anak (dan juga orangtua) memasuki lingkungan sekolah yang baru. Semoga seterunya juga terbukti bahwa kami sudah memilih sekolah yang tepat. Aamiin.

Selamat menikmati masa SMP Kakak Aira! Selamat berpetualang di sekolah baru, Mister Aidan! Be happy! :)

May 30, 2011

Aira si Bunga

Dahulu, rasanya sih dahulu kala sekali, dalam acara pentas akhir tahun waktu Aira di Kelompok Bermain, kelas Aira menari dengan iringan lagu Hujan-nya Tasya. Aira mendapat 'peran' jadi bunga. Behubung saya ikut sibuk membantu menyiapkan kostum, saya agak pilih kasih, jadi kostum bunga disiapkannya dengan effort yg sedikit lebih banyak. Haha. Untung juga di pentas 'beneran' yang bisa dibilang pertama buat Aira ini, dia udah jauh lebih pede (jaman pre-school bundanya ikutan naik panggung karena Aira nangis) dan gak ada gerakan yang lupa. Dan seperti ibu-ibu lainnya, dengan ini saya nyatakan kalau Aira adalah bunga yang paling cantik! Hah! :D





January 11, 2011

Aira's School Project

Aira sudah kelas 4. Iya, sudah lewat setengah dari masa SD *lap keringet, panik*. Kenapa panik? Bukan hanya karena si bayi perempuan saya sudah semakin tidak bayi lagi, tapi juga karena pelajaran sekolah tambah susah. Aira juga mulai kelihatan kesulitan. Ditambah sekolah Aira memang masih tergolong 'konvensional' cara belajarnya. Bukan berarti sekolahnya kurang bagus, secara akademis sekolah Aira termasuk yang terbaik di Jakarta Selatan, hanya cara belajarnya saja yang masih sedikit kuno, memang begitu sepertinya kecenderungan sekolah-sekolah yang sudah 'lawas'.

Jadi, ketika pada suatu hari Aira bilang dia dapat tugas untuk pelajaran Sosial, berupa paper tentang penampakan alam, saya senang sekali. Apalagi kemudian diikuti tugas berikutnta yang berupa tugas kelompok membuat paper tentang Arca yang kemudian harus mereke presentasikan di depan kelas, saya tambah senang. Karena dengan mencari tahu sendiri (inquiry & discovery) tentang topik yang dipelajari dan kemudian dipresentasikan kepada teman-teman di kelas, anak tidak hanya tahu mengenai topik tersebut, tapi juga memudahkan mereka untuk paham. Jika sudah paham, seharusnya mereka tidak perlu lagi menghafal untuk dapat menjelaskannya. 

Untuk tugas yang pertama, saya meminta Aira membuat summary tentang penampakan alam, berdasarkan buku pelajaran, catatan, dan apa yang dijelaskan guru di sekolah. Kemudian Aira mulai mencari info lain mengenai kenampakan alam di internet. Aira diminta memilih 2 jenis kenampakan alam untuk kemudian dia jelaskan dalam laporannya, dan dia memilih kenampakan alam laut, yaitu  perairan Raja Ampat, Papua dan kenampakan alam gunung, yaitu Tangguban Perahu, Jawa Barat. Sekali lagi Aira mencari info mengenai Raja Ampat dan Tangguban Perahu di internet, kemudian saya mambantu memilihkan data-data mana saja yang penting untuk dimasukkan dalam laporannya. Aira memang belum terbiasa, tapi dia cukup senang mengerjakan tugas ini. Apalagi bagian mencari dan memilih-milih gambar.


Untuk tugas berikutnya adalah tugas kelompok membuat paper tantang kebiasaan masyarakat, dan Aira jadi ketua kelompok. Tugas kelompok pertama ini tidak begitu lancar pelaksanaannya. Menurut pendapat saya pribadi, mungkin karena anggota kelompok yang terlalu banyak dan anak-anak belum terbiasa mengerjakan tugas secara berkelompok, jadi pembagian tugas terlihat masih kurang merata. Anak-anak hanya berkumpul di sekolah, memilih data penting mengenai kebiasaan masyarakat dari buku mereka. Tadinya masing-masing anak mau mengumpulkan foto tentang satu jenis kegiatan yang merupakan kebiasaan masyarakat, tapi tidak jadi, karena mereka masih agak bingung dengan sistem kerja kelompok sepertinya. Tapi laporan tetap bisa diselesaikan juga sama Aira. 

Setelah di-print berwarna 1 kali untuk dijilid dan dikumpulkan ke guru, saya membuat kopi untuk masing-masing anak. Kemudian saya total biaya untuk jilid dan fotokopi, dan saya bagi sejumlah anggota kelompok. Saya minta Aira untuk menyampaikan ke teman-temannya, agar mereka patungan untuk biaya ini. Tentunya dengan jumlah pembulatan ke bawah (tapi saya tidak bilang ke Aira). Bukan karena saya gak mau rugi, jumlahnya gak seberapa, tapi saya pikir ini adalah bagian dari kerja kelompok, dan anak-anak harus tahu dan belajar berbagi tanggung jawab. Kerja kelompok bukan hanya soal tugas rampung dikerjakan, tetapi juga sistem pembagian tugas bersama-sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Sepulang sekolah setelah presentasi, Aira bercerita kalau kelompoknya termasuk yang paling baik presentasinya, karena setiap anak dalam kelompok mereka memegang 1 kopi laporan dan bu guru juga memegang laporan aslinya, jadi ketika mereka membacakan, si laporan tidak perlu berpindah-pindah tangan. Ternyata sebelumnya mereka juga sudah membagi siapa yang akan membaca bagian yang mana. Team work in progress. :)


Tugas kelompok berikutnya adalah paper mengenai arca. Aira jadi ketua kelompok lagi, tapi kali ini anggota kelompoknya lebih sedikit, mereka ber-5 saja. Pembagia tugas jadi lebih jelas. Di sekolah mereka bersama-sama membuat ringkasan tentang arca, tugas Aira adalah mengetik dan menambahkan beberapa data lagi dari internet dan ensiklopedia, sementara anggota kelompok yang lain tugasnya mengumpulkan gambar berbagai jenis arca dan keterangannya, kemudian di print di atas kertas ukuran A4 dan dikumpulkan ke Aira paling lambat sehari sebelum presentasi untuk dijilid dan di-fotokopi. Presentasi berjalan lancar, kata Aira sekarang semua kelompok juga membuat kopi laporan untuk tiap anggota kelompoknya. Cara kerja anak-anak dalam menyelesaikan tugas sudah semakin sistematis dan semakin mendekati konsep pengerjaan yang diharapkan, kerja kelompok. Yayy!


Tugas paper yang terakhir dikerjakan Aira semester lalu adalah tugas praktek pengganti ulangan untuk mata pelajaran Sains. Ada beberapa topik yang bisa dipilih dan Aira memilih membuat paper tentang Metamorfosis. Aira sudah semakin lancar dalam mencari data dari berbagai sumber dan menuliskannya, tapi kali ini saya ajarkan menambahkan grafik-grafik sederhana dengan menggunakan SmartArt di Microsoft Word. Terdapat proses dalam metamorfosis, jadi tentunya penjelasan dengan gambar dan tanda panah warna-warni akan menarik.


Setelah itu Aira masih harus presentasi di depan kelas, sendiri. Jadi saya tanya apakah dia mau membuat media untuk membantu presentasinya. Aira mau. Media yang mudah dan sederhana adalah gambar, tentunya bukan gambar kecil yang terdapat di dalam laporan, tetapi gambar besar, diatas papan. Ini berarti melibatkan kegiatan menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel, jadi bisa dipastikan Aira senang mengerjakannya. Aira dan saya memutuskan untuk membuat gambar dan keterangannya secara manual, tidak di print dari komputer. Jadilah si om Abang diperbantukan. Yang dilipih adalah gambar metamorfosis  kupu-kupu dan capung. Om Abang yang menggambar, Aira dan bunda yang menggunting, Aira yang mewarnai dan menempel serta menulis keterangan. Lalu saya (karena terlalu bersemangat sepertinya) punya ide untuk membuat gambarnya terlihat 3D, yang di-approved sama si empunya tugas. Tapi karena kami hanya menggunakan 1 papan bolak-balik, maka hanya ada 1 sisi yang bisa dibuat 3D, Aira memilih kupu-kupu. Kutak-kutik dan tempel-tempel, jadilah gambar metamorfosis kupu-kupu yang lumyan terlihat 3D.

Selesai membuat media, Aira pun latihan presentasi. Saya jelaskan kalau ketika menjelaskan gambar dia tidak perlu membaca dari laporan, karena toh dia sudah paham isi laporannya. Jelaskan saja dengan bahasanya sendiri. Aira katihan beberapa kali, ini baik buat dia, mengingat dia tidak begitu outspoken dan mudah gugup jika bicara di depan umum. Pada hari presentasi, rasanya saya ingin ikut ke sekolah dan mengintip. Tapi tentunya saya hanya menunggu di rumah, sampai si kakak pulang dan dengan gembira bercerita soal presentasinya yang berjalan lancar, bu guru membantu memegang papan gambar (akan benar-benar berlebihan kan kalau Aira saya suruh bawa tiang penyangga ke sekolah? hehehe..) dan gambarnya di pajang di dalam kelas.

Biar saja kalau ada yang bilang saya berlebihan atau show off dalam membantu Aira mengerjakan tugas, tapi menurut saya anak seumur Aira sudah semestinya dibiasakan membuat paper dan presentasi. Presentasi bukan berarti membacakan ulang apa yang ada dalam laporan, tetapi menjelaskan. Anak akan mudah menjelaskan apabila ia paham, dan untuk memudahkan anak paham paling mudah adalah dengan mencari tahu sendiri. Dan media presentasi? selain memudahkan anak menjelaskan, tapi juga membuat presentasi lebih menarik, bagi yang teman-teman yang mendengarkan dan menyenangkan untuk dikerjakan. Anak yang mengerjakan paham tentang topik yang ia kerjakan, dan anak-anak lain paham tentang topik yang disampaikan teman-temannya. Semua senang, semua pandai. Cheers to you, little Aces!






LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...