Known as one of the oldest & the best bagel shop in London, Beigel Bake has become an institution of London's Brick Lane. So one wet Sunday, we took a trip to Shoreditch on a quest of what supposed to be London's best bagel.
Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts
May 26, 2016
November 30, 2015
Review: Apartment in Whitby & Edinburgh
Di perjalanan dari Leeds menuju Edinburgh kami menginap semalam di kota kecil bernama Whitby. Rencana awalnya kami akan menginap di Castleton, tetapi terpaksa batal karena pada tanggal kunjungan kami penginapan (yang jumlahnya gak banyak juga) penuh semua. Whitby, selain kota kecil, sama halnya seperti Castleton, bukan tujuan utama turis mancanegara. Tidak seperti York yang jadi salah satu tujuan rombongan-rombongan tour dan banyak terdapat hotel chains.
Setelah sempat cari-cari di Airbnb juga, akhirnya kami dapat apartemen yang sesuai dari booking.com. Baru dengar namanya saja, Teesdale Rooms, saya udah naksir. Memang salah satu kriteria pemilihan adalah saya pengen ngerasain nginep di apartemen yang kerasa 'Inggris'-nya. Setelah menginap di Roomzzz di Leeds yang settingannya ya, kayak hotel aja, dan Signature Living di Liverpool yang serba modern cenderung posh, saya langsung naksir banget sama interior-nya Teesdale Rooms. Karena lokasinya yang juga oke, dan harganya yang sekitar 75 pounds semalam, akhirnya sambil berdoa si apartemen akan sesuai sama tampilannya di foto, akhirnya kami book Teesdale Rooms.
Labels:
apartement,
aparthotel,
edinburgh,
england,
holiday,
hotel,
review,
scotland,
travel,
UK,
UK trip,
vacation,
whitby
November 23, 2015
Review: Aparthotel in Leeds & Liverpool
Iya, saya terlalu malas untuk menulis review terpisah mengenai akomodasi kami selama liburan di Inggris. Jadi akhirnya saya kelompokkan jadi dua saja, aparthotel dan apartemen.
Kami memang sengaja tidak menginap di hotel, karena menyewa dua kamar hotel untuk kami berempat tentu tidak murah, sementara gak mungkin juga disatukan dalam satu kamar. Selain itu kami memilih aparthotel atau apartemen karena ada dapur dan mesin cucinya. Jadi lebih praktis urusan pakaian kotor dan makan.
Labels:
apartement,
aparthotel,
england,
holiday,
hotel,
liverpool,
liverpool one,
review,
travel,
UK,
UK trip,
vacation
May 11, 2015
March 19, 2015
Cinderelly, Cinderelly!
So, Disney has finally done justice to it's own classic fairy tales. After that disastrous Meh-leficent (yes, I havent forgive them for what they did to Aurora dan PRINCE PHILLIP), I honestly don't expect much from Cinderella.
November 17, 2013
Kencan Singkat Pagi Hari di Pengkolan Kemang
Saya punya bakery favorit di Jakarta, namanya Authentic French Bakery. Tempatnya di jalan menuju Hero Kemang. Dulu, waktu pertama kali buka, lokasinya di kios-kios kecil deretan toko bunga, di sebrang Hero Kemang. Kecil sekali tempatnya, tapi menyenangkan. Begitu masuk langsung disambut wangi roti, dan sebagai pecinta roti, saya langsung naksir berat sama tempat ini.
Pertama kali kesini, saya berdua Aidan saja. Beli beberapa jenis roti untuk coba-coba, dan macaron. Semuanya enak, gak ada yang gagal. Kemudian Witri memberi tau saya kalau brioche-nya enak sekali, dan cepat habis. Saya pun coba, dan setuju. Brioche-nya juara, dioles pake apa aja enak! Nah, akhirnya bakery ini sering jadi tempat kencan kilat saya, Witri, dan juga Rahmi - yang rumahnya bisa dijangkau dengan sepeda dari sana.
Suatu pagi, setelah saya yoga, saya janjian menemui Witri disana. Waktu saya datang Witri udah duduk manis di satu-satunya meja di dalam bakery, menghadap jendela. Kami iseng tanya Rahmi lagi apa, siapa tau berminat kencan brioche. Gak lama Rahmi muncul, pakai sepeda. Bertiga kami berdempetan di space sempit di depan jendela, dengan cafe latte hangat dan berpiring-piring roti. Hari itu saya pertama kali coba canele, dan langsung nambah-nambah. Canele ini wujudnya emang gosong-gosong gak cantik, tapi rasanya enak banget. Brioche yang tinggal 2 langsung di-book oleh saya dan Rahmi untuk dibawa pulang. Langit mendung, roti hangat, dan cafe latte sambil ngobrol-ngobrol gak jelas. Andai saja pemandangan di luar jendela adalah jalanan cobble stones di Perancis atau Itali. Bukan jalan aspal dengan deretan bajaj. x)
Lalu terjadi pembicaraan absurd ketika melihat foto-foto hari itu. Ini waktu kita kuliah di Paris itu kan? Ini yang di deket apartemen kita itu, lho.. Dua pengkolan dari Eiffel. Hayuk lah kita ke Paris besok, kangen udah lama gak liat kampus. :)))
Sekarang French Authentic Bakery geser sedikit tempatnya. Lebih besar dan lebih banyak meja-kursinya. Tapi lebih ramai juga. Kami antara sedih dan senang sama tempat baru ini. Haha. Tapi kami tetap berkunjung terus, sekedar beli roti untuk take away, atau untuk kencan singkat di pengkolan Kemang, sambil berhayal kami ada di dua pengkolan dari menara Eiffel.
November 15, 2013
Pong Me!
Saya lupa waktu itu libur apa, pokoknya hari kejepit, dan kami gak tau mau ngapain. Akhirnya setengah dadakan, saya dan Rahmi - mamanya Hamann & Rakka - memutuskan untuk main ke Pong Me! Main ping pong, tentunya. Supaya lebih ramai, akhirnya saja ajak sepupu saya juga, Anti. Jadilah kami 3 mamah-mamah dan 6 anak (5 anak-anak plus satu abg, sebenernya) mengunjungi Pong Me! di Gunawarman.
Mudah dicari, karena tulisan Pong Me! besar banget di depannya. Karena hari itu weekdays, hari Senin kalau gak salah, di dalam masih kosong ketika saya, Aira dan Aidan sampai. Tempatnya keren, sepertinya memang sebenernya lounge yang pool table-nya diganti dengan meja ping pong. Gak lama Anti, Azka, dan Kanya datang, diikuti Rahmi bersama duo Hamann dan Rakka.
Waktunya ping pong dimulai! Oke, lebih tepatnya waktunya mungutin bola ping pong dimulai. Anak-anak ini baru pertama main ping pong, gak pake aturan. Pokoknya tujuannya adalah bikin lawan gak bisa balikin itu bola. YAng dewasa pun gak lebih baik. Saya dan Anti baru pertama main ping pong juga. Saya pastinya gak atletis, jadi gak bisa diharepin. Kemampuan cuma beda-beda tipis sama Aidan. Bedanya saya gak serve dengan ngegelindingin bola di meja kayak Aidan. Yang bisa main cuma Rahmi. Jadi, kalau kami keringetan, kemungkinan besar itu karena mungutin bola ping pong yang mental kemana-mana.
Saking rusuhnya, 2 kali orang di meja makan yang dekat meja ping pong kami memutuskan pindah meja. Mudah-mudahan sih abis ini Pong Me! gak bikin aturan 'no kids allowed'. Kalau sampai terjadi, kemungkinan besar itu gara-gara kami. Maaf yaaa... x)
Hari itu semua senang. Mulai dari main ping pong, makan, main game, gambar, dan foto-foto. Ayo kita ke Pong Me! lagiiii.. :D
Pong Me!
Jl. Gunawarman 37
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
021-7260989
May 19, 2013
The Before Trilogy
I love the music & movies of the 90's. One of my favorite 90's movie, of course starred by Ethan Hawke, was Before Sunrise. Oh, Ethan Hawke is so 90's and I love him for that. Julie Delpy was also amazing in this movie. The movie was so mesmerizing, the setting, the dialogue, all so intelligent yet honest & hopeful. I just started watching the movie and suddenly one and a half hour has passed and my almost happily burst with intelligent conversation and off the chart chemistry of these two actors. Every time I watched this movie it always made miss those simpler time, when no gadget comes between two people conversing while they walked through Europe cities.
I instantly hooked by the second movie, Before Sunset. Both stars looked older, obviously, since they are older. But the charm of the movie stayed the same, with brighter sets than the first. This time around it was before sunset, right? I even fell a bit in love with Paris, wanting to have a barbecue at a courtyard outside with the neighbors, complete with the wooden table and the miss-matched chairs. I love how the movie ended, how it kept me wanting for more.
And they'll give us more, with Before Midnight. My 90's self already happily jumping up and down. I'll see you soon, Jesse & Celine. :)
“I believe if there’s any kind of God it wouldn’t be in any of us, not you or me but just this little space in between. If there’s any kind of magic in this world it must be in the attempt of understanding someone, sharing something. I know, it’s almost impossible to succeed but who cares really? The answer must be in the attempt.” — Celine in Before Sunrise (1995)
“I don’t have any permanent place here. You know, in eternity, or whatever. And the more I think that, I can’t go through life saying that this is no big deal. I mean, this is it! This is actually happening. What do you think is interesting, what do you think is funny, what do you think is important? You know, every day is our last.” — Jesse in Before Sunset(2004)
April 21, 2013
Japonica Family's Duren Trip
Dan lalu, kami ke kebun duren. Yes, kami ke surga. Hahahaha. Gara-gara lihat posting-an Erika di Path yang jalan-jalan ke kebun duren, waktu ketemu di arisan edisi Talaga Sampireun, saya tanya-tanya soal kebun duren ini. Akhirnya diputuskan arisan berikutnya di bulan Maret kami akan pergi kesana, kebun duren Warso Farm di Bogor. Lebih serunya lagi, kami akan naik Travello yang dengan baik hati dipinjamkan oleh Pak Firry, jadi kami tinggal patungan bensin, tol, dan untuk pak supir. Cihiy!
Akhirnya bulan maret yang dinanti-nanti tiba juga. Peserta arisan yang ikut serta berkumpul jam 7 pagi di Citos, rencananya kami akan berangkat jam 7.30 dari sana. Rombongan kami jari itu adalah Erika, Pak Firry, dan Faiza, Prisa dan Mika, Dita, Ade, Syarin, Saya dan Pak Teddy. Kami sarapan dulu di TRF biar perut gak kaget diisi duren nanti, kemudian (meleset sedikit dari waktu yang direncanakan) off we go ke Bogor dengan Travello pinjaman Teenage Dream Foundation. Kalau ada yang lihat, bisa-bisa kami dituduh pengurus panti yang asik senang-senang pakai kas panti. x)
Baru sekali itu kami jalan-jalan 'keluar kota' ramai-ramai, jadi girangnya luar biasa, apalagi yang dituju adalah kebun duren. Sebelum kesana Erika sudah cek dulu duren apa yang sedang panen, kebetulan memang duren lokal, sesuai incaran. Sekitar jam 9 kami sudah sampai di Warso Farm, dan langsung naik keatas, ke tempat makan duren.
Kami bisa pilih sendiri duren-durennya, dengan harga 35.000 perkilo. Memang gak murah banget, tapi setiap duren yang dibuka gak ada yang gagal, makjan enaknya. Kami menghabiskan 7 duren bersama, plus mencicipi 2 buah naga merah, dan 2 ketan duren. Iya, disana selain kebun duren juga kebun buah naga merah. Jadi, setelah puas makan, keliling, dan foto-foto, kami kembali pilih-pilih duren untuk dibawa pulang, berikut buah naga, ketan duren, dan serabi dengan kinca duren yang baru jadi. Sepertinya untung juga Erika ngajak kami kesana pagi-pagi, karena mendekati waktu kami pulang, tiba-tiba banyak rombongan keluarga yang baru datang, dan jadi ramai sekali. Memilih duren pun jadi lebih kompetitif. Haha.
Pulang dari sana, dengan alasan perut masih penuh duren, kami batal makan siang di resto yang juga ada di Warso Farm. Tapi namanya ke Bogor, rasanya gak pas kalau gak belanja buah (ini khusus Prisa yang tadinya mau beli alpukat tapi akhirnya cukup puas dengan beli pisang saja di penjual buah pinggir jalan), dan makan toge goreng (ini ajakan Prisa yang tadinya sibuk wanti-wanti supaya jam 2 siang kita sudah sampai di Jakarta lagi). Kami pun berhenti dulu untuk makan siang toge goreng di kota Bogor.
Pokoknya hari itu nikmat banget rasanya. Kami langsung sibuk rencana-rencana mau jalan-jalan kemana lagi. Mudah-mudahan kesampaian, tapi sementara ini, terima kasih ajalan-jalan serunya ya gadis-gadis Japonica (dan Pak Firry dan Pak Teddy), sampai jumpa di arisan edisi house warming rumah Dita bulan Mei nanti. :D
Warso Farm
Desa Cihideung
Kelurahan Cipelang, Kecamatan Cijeruk
Bogor
0251-211343
07.00-17.00
Warso Farm
Desa Cihideung
Kelurahan Cipelang, Kecamatan Cijeruk
Bogor
0251-211343
07.00-17.00
Subscribe to:
Posts (Atom)























