Pages

Showing posts with label children. Show all posts
Showing posts with label children. Show all posts

January 03, 2014

Main-main ke Mangrove Jakarta

Akhirnya saya dan Rahmi membulatkan tekad liburan kali ini kita harus pergi ke mangrove, atau hutan bakau, di daerah Pantai Indah Kapuk. Saya sudah cukup lama dengar tentang tempat ini. Pertama kali lihat dari foto-foto keluarga B1 yang berkunjung kesana. Sepertinya menarik juga, hutan bakau di pinggiran Jakarta, yang setelah kami browsing ternyata namanya Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Jadi, pada hari Jumat pagi yang lengang karena anak sekolah sedang libur, saya, Rahmi, Witri, dan Cita membawa anak-anak kota ke hutan bakau. Jam 10 pagi kami sudah sampai PIK, dan memutuskan untuk mampir sebentar di Hong Tang. Iya, kecuali Witri, kami belum pernah ke Hong Tang. Jadi mumpung sudah sampai PIK ya sekalian aja mampir dulu. Buat yang bertanya lokasi Taman Wisata ini, Hong Tang juga bisa jadi patokan. Hehehe. Rutenya, begitu masuk wilayah PIK, cari Waterbom saja. Waterbom di sebelah kiri jalan, lurus lagi ke jalanan yang kiri kanannya tempat makan semua, belok kiri lalu putar balik di kolong jalan layang, Hong Tang ada di sebelah kiri jalan, terus lagi sedikit sampai ketemu Yayasan Buddha Tzu Chi, belok kiri disitu. Tinggal mengikuti jalan sampai ketemu gerbang masuk ke Taman Wisata Angke Kapuk. Tiket masuk dibayar di gerbang tadi, Rp10.000 untuk dewasa, Rp5.000 untuk anak-anak, dan Rp5.000 untuk mobil. Ada biaya tambahan untuk orang-orang yang datang kesana dengan kamera atau untuk foto pre-wed. Biayanya cukup mahal, dan saya kurang paham juga apakah ini maksudnya untuk foto keperluan profesional atau gimana, diluar foto pre-wed yang pastinya harus bayar. Selama kami di dalam sih foto-foto dengan ponsel dan kamera pocket gak ada yang melarang.







Sebenarnya ada paket kegiatan seperti menanam mangrove disini. Tapi kami hanya jalan-jalan sendiri saja. Begitu masuk, kesan pertama yang didapat adalah tempat ini bersih dan terawat. Kantin, masjid dan fasilitas lain terbuat dari kayu dan luas serta, itu tadi, terawat. Tempat sampah tersedia dimana-mana, dilukisi gambar pohon dan burung-burung. Di bagian depan ada kandang monyet dan kandang kelinci yang cukup luas. Kita bisa masuk ke 'rumah kelinci' ini dengan membayar Rp2.000 per-orang. Ada hammock juga di dalam sana, dan ternyata ada saja orang yang mau duduk-duduk di hammock sambil dikelilingi kelinci. x)

Tujuan utama kami sih memang hanya berkeliling naik perahu, karena terus-terang gak tau juga bisa apa lagi disana. Sambil harap-harap anak-anak akan senang. Karena mendekati jam sholat Jumat, petugas perahu tidak ada di tempat. Jadi kami pun menghabiskan waktu berkeliling hutan bakau. Ternyata ada tempat main juga untuk anak-anak disana. Dan resort untuk menginap. Desain resort-nya terlihat menarik, walaupun saya sih rasanya bakal deg-degan menginap di tengah-tengah hutan bakau. Hehehe.

Ternyata wilayah TWA ini luas banget, Kami berkeliling melalui jalan setapak. Agar mudah dilalui, diatas jalan setapak ini ditutupi gelondongan kayu. Di beberapa bagian yang diatas air berupa jembatan kayu. Kegiatan berkeliling ini aja udah bikin anak-anak senang. Gak ada yang mau jalan, semua lari. Kecuali Mister Aidan, yang emang rada-rada penakut kalo soal beginian. Di kepala Aidan begitu saya bilang kita akan ke hutan bakau adalah HUTAN beneran. Jadi dari awal dia emang udah senewen banget. Sepanjang di  jalan setapak ini dia lumayan rewel, takut tiba-tiba ada biawak. Berisik juga karena gak mau naik perahu nanti. Dia cuma senang di bagian melewati jembatan, karena kayu jembatan bentuknya papan, jadi rata. Kembali senewen begitu lihat papan penunjuk arah ke 'Pengamatan Biawak' dan ada biawak lagi berenang nun jauh disana. Kalau yang lain sih, dengan gembira ria lari-larian. 






Setelah berkeliling, ambil menunggu petugas kapal kami duduk-duduk di dekat kantin. Banyak bangku dan meja tersedia, yang model lesehan juga ada. Anak-anak main di dekat situ, padahal matahari lumayan kinclong. Ada sekelompok orang yang sedang foto pre-wed. Anak-anak bukannya minggir malah intip-intip penasaran. Duh, maap deh, ya. ;D










Gak lama setelah jam sholat Jumat selesai, petugas kapal sudah kembali ke dermaga kecil. Kami pun langsung kesana. Ada perahu kayu dayung dan kano yang bisa disewa. Tentunya kita tidak boleh jauh-jauh jika menggunakan perahu ini. Ada juga 2 macam perahu dengan mesin yang bisa di sewa, perahu dengan 8 seats seharga Rp300.000 dan  perahu 6 seats seharga Rp200.000. Ini sudah termasuk petugas yang mengemudikan kapal, berkeliling hutan bakau selama kurang lebih 40 menit. Selain itu juga ada kano dan perahu dayung, tang tentunya tidak boleh jauh-jauh dari dermaga. Kami menyewa 2 kapal 6 seats, ini berarti satu orangnya sekitar Rp32.000. 

Setelah mengenakan pelampung, kami masuk ke dalam perahu dan berkeliling hutan bakau, yang ternyata luas sekali. Gak heran mereka menawarkan waktu keliling selama 40 menit. Petugas yang mengemudi di kapal kami cukup aktif menjelaskan tentang hutan bakau Angke Kapuk. Menunjukkan jenis-jenis pohon yang sengaja ditanam disana dan manfaatnya. Seperti Avicenea yang akarnya bermunculan di permukaan air, berguna mengikat sari tanah dan membantu memperluas daratan, serta Rhizopora yang memiliki akar tongkat berguna mengurangi abrasi. Mudah-mudahan saya tidak salah ingat *crossing fingers*. Juga menunjukkan berbagai jenis burung yang ada di wilayah hutan bakau. Salah satunya anak-anak bisa melihat burung belibis sedang berenang dan kemudian menyelam, burung-burung (saya lupa jenis apa) berderet-deret bertengger di batang kayu yang menjulang di air. Pak petugas juga sengaja memelankan laju perahu dan mendekat ke pohon-pohon agar anak-anak bisa melihat akar pohon bakau dari dekat dan burung-burung disana. Selain itu juga biawak, tentunya. Kami meliha baaanyaaaak biawak. Biawak sedang santai, biawak di dahan pohon, biawak sedang berenang di samping perahu. Semua ada.










Sebenarnya, biawak ini juga yang bikin Aidan dari awal udah senewen mau naik perahu, plus kemungkinan perahu tenggelam, menurut Aidan. Tapi kemudian setelah di perahu sih, dia anteng-anteng aja. Bahkan Darren akhirnya ketiduran diayun-ayun perahu dan terkena angin semilir. Secara keselurahan, setengah gak disangka, anak-anak ternyata senang diajak ke hutan bakau, walaupun sebenarnya gak banyak 'permainan' yang bisa mereka lakukan. Aktivitas lebih ke arah eksplorasi alam, tapi ternyata seru juga. Di sini Aidan bahkan untuk pertama kalinya lihat tumbuhan Putri Malu, sederhana tapi berharga. Apalagi karena mereka kesana bersama-sama banyak teman. Kunjungan ke hutan bakau di Jakarta sukses. Mari kita rencanakan jalan-jalan berikutnya! :)

Many thanks to: 
Bu Rahmi, Bu Witri, Bu Cita, Pak Ronggo, Hamann, Rakka, Evan, Darren, Celine, Adhwa, Bara.



Taman Wisata Angke Kapuk
Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara
DKI Jakarta
021-29033066

November 20, 2013

Aidan's 6th Star Wars Birthday Party



Akhirnya kesampean juga cita-cita Aidan (dan Bunda) untuk bikin ulang tahun Star Wars. Fokus tema lebih ke Star Wars Episode 4-5-6, yang jadi kesukaan Aidan. Jadi pastinya Han Solo dan Millenium Falcon harus ada. Menu di dessert table yang jadi pilihan adalah Chocolate Asteroids dari coklat bulat-bulat berbagai bentuk, Clone Cupcakes dengan butter cream putih dan abu-abu, Cookie Wookie yang basically adalah choco chip cookies, Saber Sticks dari Pocky coklat, kebab marshmallow jadi Cloud City Chow , Yoda Soda dari sirup melon yang gak ada sodanya sebenernya, R2D2 H2O yang kebetulan banget saya dapat air minerak dengan botol bentuk bulat, dan pastinya Carbonite Jello dengan gambar Han Solo di dasarnya. Cake-nya sendiri saya pilih yang sederhana saja, red velvet cake dengan krim putih polos yang dihias dengan lego pesawat A-Wing Aidan. Tadinya mau si X-Wing, tapi ternyata terlalu besar.

Dekor dessert table ini juga simpel saja, blackboard yang ditulisi dengan kapur. Tulisannya dikarang oleh Tante Syarin, yang pastinya akan lebih menjiwai Star Wars dibanding saya. Hehehe.. Kalau diperhatikan memang ada typo dan salah tulis umur disitu, berhubung udah last minutes ditulisnya samaa Rahmi. Umur Aidan jadi 'Seventh' disitu. Tapi gak papa, kata Syarin tahun depan dia akan bikin 'Revenge of The Sixth' buat Aidan. x)

Desser table ini hits banget, buat saya dna Aidan setidaknya. Walaupun rencana menggantung beberapa lampion kertas yang dicat menjadi planet gak kesampaian karena gak ada waktu buat ngerjainnya, tapi pesawat Millenium Falcon yang dibikin Rahmi dari kardus bekas sebagai 'center piece' dessert table sungguh keren luar bisa. Love, love, love!








Untuk goody bags, karena undangan yang gak banyak, jadi bisa yang agak 'ribet'. Ini juga asli kreasi Rahmi. 'Bangun Sendiri Galaxy Star Wars-mu' yang berupa gantungan planet-planet untuk digantung di langit-langit kamar. Apa planet Hoth, Endor, Tie Fighters yang hand mada Rahmi, dan gambar X-Wing yang bisa ditulisi nama anak. Lengkap dengan petunjuk pembuatan, tentunya.

Itu untuk dibawa pulang oleh para Jedi kecil. Nah, saya juga menyiapkan apa yang bisa langsung dipakai bermain selama acara. Ada Jedi Knight Training Center yang menyediakan Jedi Starter Kit berupa robe dan belt simpel ala Jedi, topeng-topeng kertas, dan tentunya Lightsaber yang harus dibuat sendiri. Awalnya saya ingin membuat Lightsaber dari swimming noodle karena sudah berwarna dan ringan. Tapi karena tiba-tiba swimming noodle suloit dicari akhirnya harus car bahan lain. Pilihan jatuh pada kelondongan untuk kain, yang didapat setelah berburu di Cipadu. Anak-anak tinggal memilih gagang saber yang diinginkan, sudah berupa printing, tinggal ditempel dan pilih mau warna apa untuk sabernya, merah atau biru. Gimana memberi warnanya? Pakai lakban! Semua ini kemudian boleh dibawa pulang oleh Jedi Master kecil yang sudah lulus training, yang ditandai dengan sertifikat dari Master Yoda. :)









Tapi pastinya main lightsaber aja gak cukup. Jadi saya juga perlu nyiapain 'permainan'. Tadinya mau buat permainan 'pass the death star' yang sebenernya sih cuma oper-operan bola yang dihias seperti death star, diiringi lagu Imperial March. Sewaktu lagu berhenti, anak yang memegang death star harus keluar lingkaran. Begitu sampai tinggal 1 anak yang menang. Tapiiii... saya lupa nyiapin docking ipod atau semacamnya untuk mainin musiknya. Tentu gak seru tanpa soundtrack yang sesuai, jadi saya batalkan. Jadi anak-anak main berburu harta karun saja. Ini rekues khusus dari yang ulang tahun. Mereka harus memecahkan banyak balon dengan lightsaber mereka, karena di dalam salah satu balon ada petunjuk pertama untuk mencari harta karun. Petunjuk berupa potongan kalimat menuju tempat disembunyikannya petunjuk berikutnya. Sampai akhirnya mereka mendapatkan peta letak si harta karun.

Permainan ini sebenernya sederhana banget. Petunjukkanya pun sekedar 'aku ada di pohon yang dahannya ada 2 + 1'. TApi ternyata mereka seru benget melakukannya. Sibuk baca petunjuk, lalu lari-lari keliling halaman belakang mencari lokasi petunjuk disembunyikan, kemudian membaca peta. Waktu menemukan si harta karun yang berupa kardus pun diusung ramai-ramai dan dibuka. Isinya coklat dan permen, macam isi pinata. Tapi lebih seru dari pukul-pukul pinata.













Sisa acara dihabiskan dengan makan dan lari-lari kesana kemari. Gak usah dihibur lagi mereka sudah sibuk menghibur diri sendiri. Sampai-sampai photo booth yang sudah saya sediakan pun terlupakan, cuma orang besar saja yang masih menyempatkan foto-foto disini.





Terima kasih yaa.. untuk semua yang sudah datang. Tante dan Oom, Kakak, Adik, teman-teman Jedi kecil. A great time, we had. For sure. May the force be with you. :)



for more info about custom dessert table, goody bags, and party favor by Bu Rahmi 
please visit instagram pesta_party

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...