January 11, 2011

Aira's School Project

Aira sudah kelas 4. Iya, sudah lewat setengah dari masa SD *lap keringet, panik*. Kenapa panik? Bukan hanya karena si bayi perempuan saya sudah semakin tidak bayi lagi, tapi juga karena pelajaran sekolah tambah susah. Aira juga mulai kelihatan kesulitan. Ditambah sekolah Aira memang masih tergolong 'konvensional' cara belajarnya. Bukan berarti sekolahnya kurang bagus, secara akademis sekolah Aira termasuk yang terbaik di Jakarta Selatan, hanya cara belajarnya saja yang masih sedikit kuno, memang begitu sepertinya kecenderungan sekolah-sekolah yang sudah 'lawas'.

Jadi, ketika pada suatu hari Aira bilang dia dapat tugas untuk pelajaran Sosial, berupa paper tentang penampakan alam, saya senang sekali. Apalagi kemudian diikuti tugas berikutnta yang berupa tugas kelompok membuat paper tentang Arca yang kemudian harus mereke presentasikan di depan kelas, saya tambah senang. Karena dengan mencari tahu sendiri (inquiry & discovery) tentang topik yang dipelajari dan kemudian dipresentasikan kepada teman-teman di kelas, anak tidak hanya tahu mengenai topik tersebut, tapi juga memudahkan mereka untuk paham. Jika sudah paham, seharusnya mereka tidak perlu lagi menghafal untuk dapat menjelaskannya. 

Untuk tugas yang pertama, saya meminta Aira membuat summary tentang penampakan alam, berdasarkan buku pelajaran, catatan, dan apa yang dijelaskan guru di sekolah. Kemudian Aira mulai mencari info lain mengenai kenampakan alam di internet. Aira diminta memilih 2 jenis kenampakan alam untuk kemudian dia jelaskan dalam laporannya, dan dia memilih kenampakan alam laut, yaitu  perairan Raja Ampat, Papua dan kenampakan alam gunung, yaitu Tangguban Perahu, Jawa Barat. Sekali lagi Aira mencari info mengenai Raja Ampat dan Tangguban Perahu di internet, kemudian saya mambantu memilihkan data-data mana saja yang penting untuk dimasukkan dalam laporannya. Aira memang belum terbiasa, tapi dia cukup senang mengerjakan tugas ini. Apalagi bagian mencari dan memilih-milih gambar.


Untuk tugas berikutnya adalah tugas kelompok membuat paper tantang kebiasaan masyarakat, dan Aira jadi ketua kelompok. Tugas kelompok pertama ini tidak begitu lancar pelaksanaannya. Menurut pendapat saya pribadi, mungkin karena anggota kelompok yang terlalu banyak dan anak-anak belum terbiasa mengerjakan tugas secara berkelompok, jadi pembagian tugas terlihat masih kurang merata. Anak-anak hanya berkumpul di sekolah, memilih data penting mengenai kebiasaan masyarakat dari buku mereka. Tadinya masing-masing anak mau mengumpulkan foto tentang satu jenis kegiatan yang merupakan kebiasaan masyarakat, tapi tidak jadi, karena mereka masih agak bingung dengan sistem kerja kelompok sepertinya. Tapi laporan tetap bisa diselesaikan juga sama Aira. 

Setelah di-print berwarna 1 kali untuk dijilid dan dikumpulkan ke guru, saya membuat kopi untuk masing-masing anak. Kemudian saya total biaya untuk jilid dan fotokopi, dan saya bagi sejumlah anggota kelompok. Saya minta Aira untuk menyampaikan ke teman-temannya, agar mereka patungan untuk biaya ini. Tentunya dengan jumlah pembulatan ke bawah (tapi saya tidak bilang ke Aira). Bukan karena saya gak mau rugi, jumlahnya gak seberapa, tapi saya pikir ini adalah bagian dari kerja kelompok, dan anak-anak harus tahu dan belajar berbagi tanggung jawab. Kerja kelompok bukan hanya soal tugas rampung dikerjakan, tetapi juga sistem pembagian tugas bersama-sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

Sepulang sekolah setelah presentasi, Aira bercerita kalau kelompoknya termasuk yang paling baik presentasinya, karena setiap anak dalam kelompok mereka memegang 1 kopi laporan dan bu guru juga memegang laporan aslinya, jadi ketika mereka membacakan, si laporan tidak perlu berpindah-pindah tangan. Ternyata sebelumnya mereka juga sudah membagi siapa yang akan membaca bagian yang mana. Team work in progress. :)


Tugas kelompok berikutnya adalah paper mengenai arca. Aira jadi ketua kelompok lagi, tapi kali ini anggota kelompoknya lebih sedikit, mereka ber-5 saja. Pembagia tugas jadi lebih jelas. Di sekolah mereka bersama-sama membuat ringkasan tentang arca, tugas Aira adalah mengetik dan menambahkan beberapa data lagi dari internet dan ensiklopedia, sementara anggota kelompok yang lain tugasnya mengumpulkan gambar berbagai jenis arca dan keterangannya, kemudian di print di atas kertas ukuran A4 dan dikumpulkan ke Aira paling lambat sehari sebelum presentasi untuk dijilid dan di-fotokopi. Presentasi berjalan lancar, kata Aira sekarang semua kelompok juga membuat kopi laporan untuk tiap anggota kelompoknya. Cara kerja anak-anak dalam menyelesaikan tugas sudah semakin sistematis dan semakin mendekati konsep pengerjaan yang diharapkan, kerja kelompok. Yayy!


Tugas paper yang terakhir dikerjakan Aira semester lalu adalah tugas praktek pengganti ulangan untuk mata pelajaran Sains. Ada beberapa topik yang bisa dipilih dan Aira memilih membuat paper tentang Metamorfosis. Aira sudah semakin lancar dalam mencari data dari berbagai sumber dan menuliskannya, tapi kali ini saya ajarkan menambahkan grafik-grafik sederhana dengan menggunakan SmartArt di Microsoft Word. Terdapat proses dalam metamorfosis, jadi tentunya penjelasan dengan gambar dan tanda panah warna-warni akan menarik.


Setelah itu Aira masih harus presentasi di depan kelas, sendiri. Jadi saya tanya apakah dia mau membuat media untuk membantu presentasinya. Aira mau. Media yang mudah dan sederhana adalah gambar, tentunya bukan gambar kecil yang terdapat di dalam laporan, tetapi gambar besar, diatas papan. Ini berarti melibatkan kegiatan menggambar, mewarnai, menggunting, dan menempel, jadi bisa dipastikan Aira senang mengerjakannya. Aira dan saya memutuskan untuk membuat gambar dan keterangannya secara manual, tidak di print dari komputer. Jadilah si om Abang diperbantukan. Yang dilipih adalah gambar metamorfosis  kupu-kupu dan capung. Om Abang yang menggambar, Aira dan bunda yang menggunting, Aira yang mewarnai dan menempel serta menulis keterangan. Lalu saya (karena terlalu bersemangat sepertinya) punya ide untuk membuat gambarnya terlihat 3D, yang di-approved sama si empunya tugas. Tapi karena kami hanya menggunakan 1 papan bolak-balik, maka hanya ada 1 sisi yang bisa dibuat 3D, Aira memilih kupu-kupu. Kutak-kutik dan tempel-tempel, jadilah gambar metamorfosis kupu-kupu yang lumyan terlihat 3D.

Selesai membuat media, Aira pun latihan presentasi. Saya jelaskan kalau ketika menjelaskan gambar dia tidak perlu membaca dari laporan, karena toh dia sudah paham isi laporannya. Jelaskan saja dengan bahasanya sendiri. Aira katihan beberapa kali, ini baik buat dia, mengingat dia tidak begitu outspoken dan mudah gugup jika bicara di depan umum. Pada hari presentasi, rasanya saya ingin ikut ke sekolah dan mengintip. Tapi tentunya saya hanya menunggu di rumah, sampai si kakak pulang dan dengan gembira bercerita soal presentasinya yang berjalan lancar, bu guru membantu memegang papan gambar (akan benar-benar berlebihan kan kalau Aira saya suruh bawa tiang penyangga ke sekolah? hehehe..) dan gambarnya di pajang di dalam kelas.

Biar saja kalau ada yang bilang saya berlebihan atau show off dalam membantu Aira mengerjakan tugas, tapi menurut saya anak seumur Aira sudah semestinya dibiasakan membuat paper dan presentasi. Presentasi bukan berarti membacakan ulang apa yang ada dalam laporan, tetapi menjelaskan. Anak akan mudah menjelaskan apabila ia paham, dan untuk memudahkan anak paham paling mudah adalah dengan mencari tahu sendiri. Dan media presentasi? selain memudahkan anak menjelaskan, tapi juga membuat presentasi lebih menarik, bagi yang teman-teman yang mendengarkan dan menyenangkan untuk dikerjakan. Anak yang mengerjakan paham tentang topik yang ia kerjakan, dan anak-anak lain paham tentang topik yang disampaikan teman-temannya. Semua senang, semua pandai. Cheers to you, little Aces!






No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...