December 02, 2015

Soapy Mess, Happy Mess


Di sekolah Aidan saya banyak berkenalan dengan banyak ibu yang kreatif. Salah satu yang truly inspiring bagi saya adalah Ibu Anti (https://www.instagram.com/sabun_ti_anti/). Mulai dari segala home cooking yang serba sehat, organik, bahkan raw, Bu Anti bisa bikin sendiri. Ternyata gak berhenti di menu yang tak hanya sehat tapi juga tampak kece, Anti mulai mengerjakan sesuatu yang waktu itu tampak gak mungkin bagi saya: handmade all natural soap. Tiap liat foto-foto sabun buatan Anti, rasanya pengen saya gigit.

November 30, 2015

Review: Apartment in Whitby & Edinburgh


Di perjalanan dari Leeds menuju Edinburgh kami menginap semalam di kota kecil bernama Whitby. Rencana awalnya kami akan menginap di Castleton, tetapi terpaksa batal karena pada tanggal kunjungan kami penginapan (yang jumlahnya gak banyak juga) penuh semua. Whitby, selain kota kecil, sama halnya seperti Castleton, bukan tujuan utama turis mancanegara. Tidak seperti York yang jadi salah satu tujuan rombongan-rombongan tour dan banyak terdapat hotel chains.

Setelah sempat cari-cari di Airbnb juga, akhirnya kami dapat apartemen yang sesuai dari booking.com. Baru dengar namanya saja, Teesdale Rooms, saya udah naksir. Memang salah satu kriteria pemilihan adalah saya pengen ngerasain nginep di apartemen yang kerasa 'Inggris'-nya. Setelah menginap di Roomzzz di Leeds yang settingannya ya, kayak hotel aja, dan Signature Living di Liverpool yang serba modern cenderung posh, saya langsung naksir banget sama interior-nya Teesdale Rooms. Karena lokasinya yang juga oke, dan harganya yang sekitar 75 pounds semalam, akhirnya sambil berdoa si apartemen akan sesuai sama tampilannya di foto, akhirnya kami book Teesdale Rooms.

November 23, 2015

Review: Aparthotel in Leeds & Liverpool



Iya, saya terlalu malas untuk menulis review terpisah mengenai akomodasi kami selama liburan di Inggris. Jadi akhirnya saya kelompokkan jadi dua saja, aparthotel dan apartemen.

Kami memang sengaja tidak menginap di hotel, karena menyewa dua kamar hotel untuk kami berempat tentu tidak murah, sementara gak mungkin juga disatukan dalam satu kamar. Selain itu kami memilih aparthotel atau apartemen karena ada dapur dan mesin cucinya. Jadi lebih praktis urusan pakaian kotor dan makan.

September 28, 2015

This is Edinburgh

There was nothing better than waking up in (rather) cold Edinburgh to the smell of hot fluffy nasi putih and rawon. Yep, that was the perks of traveling with my mother in law. Nasi putih dan lauk Indonesia hangat selalu tersedia. Soto ayam, rawon, rendang, you name it.


Jadi, setelah semua perut terisi, kami siap keliling Edinburgh lagi. Kali ini semua ikut. Pagi itu pelataran Kastil dipenuhi pengunjung. Plus Royal Military Tattoo yang setiap tahun digelar di pelataran Kastil pada musim panas sudah dekat. Jadi tribun untuk kursi penonton sudah siap, membuat pelataran makin sesak dan padat. Kastil yang penuh jadi tampak kurang appealing, bahka untuk sekedar berfoto di depannya. Aidan yang hari itu pakai baju kiper LFC kebanggaannya cuma mau berfoto menghadap belakang, supaya tulisan Aidan 70-nye keliatan. Baiklaaaah Aidaaaan...

September 03, 2015

Up North to Edinburgh



Sekarang, waktunya kami menyeberangi ‘perbatasan’ memasuki wilayah Skotlandia yang masih termasuk dalam Kerajaan Inggris Raya. Jika suatu saat kalian ke sana naik mobil, perhatikan batas wilayah Inggris dan Skotlandia yang ditandai bendera Inggris di satu sisi dan bendera Skotlandia di sisi lainnya. Kami melihat batas wilayah ini tentunya, tapi baru terlontar kalimat, "Wah seharusnya kita foto yaa..." setelah si borderline baru aja kelewatan dan kita gak bisa puter balik. Oh, well.

July 26, 2015

199 Steps Up The Melancholy Hill


Up on melancholy hill
There's a plastic tree
Are you here with me?
Just looking out on the day
Of another dream

Well you can't get what you want
But you can get me
'Cause you are my medicine
When you're close to me
When you're close to me

So call in the submarine
'round the world we'll go
Does anybody know, love
If we're looking out on the day
Of another dream

If you can't get what you want
Then you come with me

Up on melancholy hill
Sits a manatee
Just looking out on the day
When you're close to me
When you're close to me

When you're close to me


Pemberhentian kedua kami dalam perjalanan menuju Edinburgh adalah sebuah kota nelayan kecil bernama Whitby. Saya tumbuhbesar dengan membaca buku-buku Enid Blyton dan Roald Dahl, dan pengarang cerita anak-anak asal Inggris lainnya. Karena itu kota-kota kecil di Inggris benar-benar membuat saya jatuh cinta. Begitu juga halnya dengan Whitby.

July 25, 2015

To The Picturesque Seaside Town of Whitby


Waktu menyusun itinerary perjalanan kami di Inggris sebenarnya kami gak merencanakan untuk mengunjungi Whitby. Saya bahkan gak tau apa-apa soal kota kecil di tepi laut ini. Cornwall atau Dorset saya setidaknya pernah dengar, tapi kalau Whitby, I had no clue. Itinerary road trip di utara Inggris ini memang kami pasrahkan ke Rendy, yang emang tinggal di Leeds dan sering menghabiskan akhir pekan menjelajah  berbagai tempat di wilayah ini. Foto-fotonya selalu bikin iri bukan karena dia mengunjungi kota-kota besar yang gemerlap, tapi justru karena dia mengunjungi kota kecil di Inggris, yang gak umum dikunjungi turis, terutama turis Indonesia. Dan itu yang saya mau dari perjalanan ini, pengalaman mengunjungi kota yang Inggris banget. Jadi kalau ada yang tanya saya mau lihat apa di Inggris, dan saya jawab dengan: padang hijau dengan bunga kecil-kecil, kuda dan domba di kejauhan, laut di belakangnya, juga dinding batu dan desa nelayan - nah, itu emang jawaban yang sesungguhnya. Saya gak perlu amusement park asal bisa duduk santai sambil makan scones dan minum teh.

July 11, 2015

Yorkshire Road Trip


Kami sudah naik pesawat, naik bis, dan naik kereta. Sekarang waktunya menyusuri jalanan di Inggris dengan mobil! Yup, kami akan road trip dari Leeds ke Edinburgh, melewati York dan menginap di Whitby.

Setelah memasukkan barang-barang, perbekalan, dan nyumpelin 5 dewasa dan 2 anak ke dalam mobil 7 seaters yang kami sewa, kami pun meninggalkan Leeds, memulai road trip dengan mobil menuju Edinburgh dari Leeds.

July 09, 2015

National Railway Museum York


Setelah memarkir mobil di tempat parkir umum, kami berjalan kaki ke National Railway Museum. Seperti museum lainnya yang dikelola oleh negara, kita bisa masuk ke NRM dengan gratis. Kami mengunjungi dua bagian dari museum ini. Yang pertama kami jelajahi adalah Station Hall, bagian yang menyimpan koleksi kereta api Inggris dari jaman dahulu. Kereta-kereta ini disimpan di tempat yang menyerupai stasiun kuno. Mulai dari kereta api kerajaan, gerbong Ratu Victoria, kereta untuk membawa anak-anak sekolah Inggris ke asrama mereka, sampai kereta pengangkut barang ada disini.

June 08, 2015

Bye Ldn, Hello again Leeds


Kami akhirnya harus meninggalkan London. Sungguh deh, 4 hari itu gak cukup. Sungguh deh, salah banget pilih kereta siang untuk kembali ke Leeds, harusnya malam aja. Tapi, setelah pagi itu Aidan ikut Tante Santi nganter Ruyi ke sekolah, dan Bunda dan Tante Santi berlagak mau ke Royal Ascot pake topi-topi kece di teras apartmen, yang mungkin bakal dikir Madhatters dan bukannya bangsawan kalau ada tetangga yang lihat, akhirnya kami benar-benar harus mengucapkan terima kasih ke keluarga Ikhlas dan selamat tinggal kepada Colindale.

June 06, 2015

The Quest for Hampstead Crepes



To be honest, we didn't actually planned to pursuit the Hampstead Crepes. We were ready to go home after British Museum. We took a stroll around the museum for a while and stumbled upon this little Cartoon Museum squeezed between shops and cafe. Too bad it was near 7 pm so it already closed its door. Jadi setelah mulai letih jalan-jalan kami memutuskan untuk naik tube menuju Colindale, mungkin berhenti di Camden atau di mana lah yang satu arah. Begitu masuk tube, satu menit Aidan masih ngoceh, tau-tau menit berikutnya dia udah tidur. Capek ternyata dia makan es krim dan lari-larian di halaman British Museum. x)

June 01, 2015

From Carnaby to The British Museum and Everything in Between


Demi misi pencarian Vans untuk Aira, kami kembali ke Carnaby. Rupanya hari itu sedang ada Royal Ascot, jadi stasiun Waterloo dipenuhi perempuan-perempuan dengan short dress dan topi-topi cantik juga laki-laki berjas dan top hat. Mereka berdiri bergerombol sambil menenteng keranjang piknik dengan botol wine yang menyembul. Pemandangan yang Inggris banget rasanya. x)

May 29, 2015

Up In the Eyes


Another day with almost no plan in London. Hari itu kami benar-benar jalan sendiri tanpa Santi, plus gak bisa pulang cepet-cepet karena Santi ada acara sekeluarga sampai malam. Setelah sarapan, kami langsung berangkat menuju London Eye yang jadi tujuan pertama kami dengan tiket yag sudah dibeli sehari sebelumnya secara online.

May 13, 2015

From Exhibition Road to Oxford Circus


Tujuan utama kami adalah Science Museum. Mungkin Natural History Museum, jika sempat. Kenapa jika sempat, karena saya tau banget Aira itu penikmat museum, apalagi science. Jadi saya gak mau memburu-buru dia demi bisa berkunjung ke banyak museum.

Untuk menuju Science Museum yang ada di Exhibition Road, kami naik tube dari Waterloo ke South Kensington.

May 11, 2015

Gorgeous Day To Be In London



London sky was showing off her gorgeous summer self on the second day we were there. Jadi bikin pengen nyanyi bareng Damon Albarn, "There's a blue sky in my city today.." x)

Hari kedua adalah satu-satunya hari Santi sempet nemenin kita jalan-jalan. Itu pun cuma setengah hari, karena kemudian dia harus jemput Ruyi di sekolah. Tujuan pagi itu adalah Buckingham Palace dan sekitarnya.

Oyster Card to Get Around London


Dari semua yang sudah kami persiapkan sejak di Jakarta, transportasi di selama di London adalah satu-satunya yag belum kami pikirkan. Kami pikir kalau Singapore aja punya EZ-Link, pasti London punya juga yang semacam ini. Ternyata memng benar, namanya Oyster.

For Tomorrow



He's a twentieth century boy
With his hands on the rails
Trying not to be sick again
And holding on for tomorrow
London ice cracks on a seamless line
He's hanging on for dear life
And so we hold each other tightly
And hold on for tomorrow

Singing
La la, la la la, la la la la la la la la la
La la, la la la, la la la la la la la la la
La la, la la la, la la la la la la la la la
Holding on for tomorrow, oh, oh, oh, oh

She's a twentieth century girl
With her hands on the wheel
Trying not to make him sick again
Seeing what she can borrow
London's so nice back in your seamless rhymes
But we're lost on the Westway
So we hold each other tightly
And we can wait until tomorrow

We're trying not to be sick again
And holding on for tomorrow
She's a twentieth century girl
Holding up for dear life
And so we can hold each other tightly
And hold on for tomorrow

Jim stops and gets out the car
Goes to a house in emperor's gate
Through the door and to his room
Then he puts the TV on
Turns it off and makes some tea
Says, "modern life well, it's rubbish"
I'm holding on for tomorrow

Then Susan comes into the room
She's a naughty girl with a lovely smile
Says, "Let's take a drive to Primrose Hill
It's windy there and the view's so nice"
London ice can freeze your toes
Like anyone I suppose
I'm holding on for tomorrow


-Blur

A song of London suitable for our introduction to the city. :)





\




Getting Lost in London


Kedua kalinya kalimat "So, this is London," muncul segera saat kami mengikuti Santi berjalan dengan cepat menuju bagian underground station di Euston. Pas banget lagi rush hour pulang kantor, dan saya sempet panik melihat eskalator panjang penuh manusia yang harus saya lalui sambil menggeret koper dan menggandeng dua anak. Padahal sudah diingat-ingat kalau di Inggris kita berdiri di esklator harus di bagian kanan, karena bagian kiri untuk orang-orang yang perlu terburu-buru, berbeda dengan kebiasaan negara lain yang umumnya kita berdiri di sisi kiri eskalator. Sempet ribet dengan koper sehingga menutupi lajur kiri dan Pakted buru-buru geser-geser koper ke kanan. Selama perjalanan di Inggris, sepertinya itu kali pertama saya lihat Pakted mukanya agak panik. Hehehe.. kami sepertinya agak overwhelmed dengan 'kerusuhan' London setelah sebelumnya dari Leeds dan Liverpool yang relatif tenang.

March 24, 2015

From Lime Street to Euston


Yang pasti, kami menyesal hanya menginap semalam di Liverpool, karena ternyata banyak banget yang bisa dilihat disana dan tempat menginap kami juga menyenangkan sekali, baik lokasi maupun apartemennya. Kereta kami ke London pun jadwalnya sebelum tengah hari, jadi pagi itu kami juga gak seempet kemana-mana lagi. Why oh why kami gak book kereta yang sore saja. Ya setidaknya ini jadi motivass untuk kembali lagi ke Liverpool suatu saat nanti *menghibur diri*.

March 19, 2015

Cinderelly, Cinderelly!



So, Disney has finally done justice to it's own classic fairy tales. After that disastrous Meh-leficent (yes, I havent forgive them for what they did to Aurora dan PRINCE PHILLIP), I honestly don't expect much from Cinderella.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...