December 03, 2014

An Afternoon at Albert Dock


Setelah meninggalkan Anfield, kami langsung menuju apartemen kami. Tidak banyak waktu yang tersisa hari itu, karena kami memang sengaja tidak membatasi waktu untuk dihabiskan di Anfield. Jadi, setelah ganti baju (Aidan dengan jersey keeper barunya), kami pun jalan-jalan melewati Liverpool One menuju Albert Dock. Thank God to the clear blue sky of summer, hari jadi terasa lebih panjang dan kami jadi tetap bisa menikmati Liverpool walau kebanyakan museum sudah tutup.

Fields of Anfield Road


Bagi die hard LFC fans macam Pak Teddy, tentu ke Anfield itu layaknya pergi umroh. Iya, memang hiperbola, haji-nya mungkin nonton pertandingan di sana. Jadi begitu fixed kami akan ke UK, sudah pasti kunjungan ke rumahnya Liverpool FC ini ada dalam itinerary kami. Karena kami ke UK di bulan Juni, saat Liga Inggris sedang summer break (dan saat itu sedang piala dunia di Brazil), jadi kami harus puas dengan Anfield stadium tour & stadium saja. Itu pun sudah bener-bener disyukuri, bisa kesana dan bawa anak-anak juga. Alhamdulillah. :)

December 01, 2014

Liverpool Oh Liverpool

After 2 nights in Leeds, now it was time for the grand destination. No, not London, at least not yet. We hopped on a coach and headed to Liverpool! 

Segera setelah selesai sarapan, kami menitipkan koper raksasa kami di kamar Kakek-Nenek, karena mereka akan tetp di Leeds selama kami ke Liverpool dn London. Semua sudah tak sabar, sampai-sampai kami tiba di coach station 30 menit lebih cepat dari jadwal. Aidan tentunya nunggu dengan manis sambil ngunyah biskui dan Nerds. Sejak dari Abu Dhabi dia keranjingan Nerds. Nerds, dan es krim, dan kue-kue lainnya. x)


Menggunakan coach tidak selalu lebih murah dibanding kereta, tetapi kami sudah book tiket coach National Express ke Liverpool online dari Jakarta, dan dapat potongan harga lumayan banyak. Perjalanan Leeds -Liverpool juga hanya 2 jam dengan coach, jadi gak terlalu lama juga bagi anak-anak.

November 27, 2014

Where The Little Uncle Live and Study


We went to England to visit Pak Teddy's little brother who studied there, rite? So, of course we had to visit Leeds University where he studied and the neighborhood where he lived.  After we visited the campus area, we went up and down the hilly rsidential area to Rendy's small apartment. The neighbourhood was not so fancy since the residents are mostly students, but it was quiet, nice, and oh so England. Again, with those red bricks, that it made me wonder if maybe there was a regualation about it. x)

The City of Leeds



We arrived at Manchester on the afternoon. One step outside the airport and were greeted by the cold wind and grey sky. Not long before it rained. The kids was so happy, especially when they finally met their Oom Rendy.

November 24, 2014

Destination UK



Oke, jadi perjalanan ini sebenarnya impulsif tapi enggak. Dengan alasan mau nengokin Rendy, adiknya Teddy yang sedang sekolah di Leeds, kami (kami sekeluarga dan mama-papa mertua) mengunjungi travel fair pada suatu Minggu siang. Kan liat-liat aja, begitu ceritanya. Eh, lalu nemu tiket promo ke Manchester. Eh, harga bersahabat. Eh, cicilan nol persen. Eh, di-booking deh. *lap keringet*

November 05, 2014

Epic Family Vacation



Don't let your dreams be dreams, at least that's what Jack Johnson said. And this year, one of my epic dream came true. Traveling, not just to any country, to the UK with Pak Teddy, Aira, & Aidan. Yep. To the homeland of Enid Blyton, Roald Dahl, Sherlock Holmes, Harry Potter, Liverpool FC, Peter Pan, Terry Pratchett, Blur, you name it!

April 08, 2014

Mugs Galore

Bu Rahmi lagi keranjingan mug. Lebih tepatnya, Bu Rahmi lagi kebanjiran order mug untuk goody bag. Diawali dengan ulang tahun Rakka dengan tema apa lagi kalau bukan Lego Movie. Rahmi bikin mug dengan desain karakter Lego Movie, ada Emmet, Wyldstyle, Benny the space gut, Unikitty, Metal Beard, dan Bad Cop di satu sisi, dan tulisan Everything Is Awesome di sisi lainnya. Bukan hanya mug, goody bag ini dilengkapi dengan Milo, marshmallow, biskuit, dan pastinya kartu instruction petunjuk bagaimana cara paling awesome menikmati party favor ini. After all, it's an Emmet inspired favor, so an awesome instruction is a must! :D

It's Naya's Carnival Party!



Berikutnya saya ngerjain Bu Rahmi adalah untuk ulang tahun anaknya sepupu saya Tami.Naya, si bayi umur 1 tahun mau ulang tahun dengan tema carnival. Tentu si Ibu yang mau, anaknya ngikut aja. Ide awalnya dari playground, mengingat tamunya pasti anak kecil-kecil banget. Akhirnya geser-geser jadi carnival, dengan warna-warna pastel yang manits tentunya. Dessert table juga dipenuhi dengan warna-warna pastel.

Time to Cook at Evan's Birthday!

Ingat teman saya Rahmi yang super kreatif bantuin saya waktu pesta Star Wars Aidan? Nah, waktu itu saya dan Rahmi gantian bantu Witri (teman saya yang lainnya) nyiapin pesta untuk Evan, anaknya. Rahmi sih yang lebih banyak bantuin, saya cuma nyumbang ide dan bikin photo booth saja. Awalnya Evan mau pesta dengan tema Planes, jadi kami sudah siap-siap berbagai ide untuk tema ini. Termasuk mau bikin landasan pesawat di pintu masuk. Tapi kemudian Evan dapat wangsit dalam bentuk keranjingan nonton AFC, alias Asian Food Channel. Dan pada suatu hari, untungnya sebelum ide pesta Planes dieksekusi, Evan bilang dia mau pesta AFC aja. Iya, pesta AFC. Bukan sekedar tema cooking, tapi spesifik AFC. Bahkan dijelasin sama Evan dia mau birthday cake dengan logo AFC. x)

Bu Witri sempat panik, tapi Rahmi dan saya merasa ide ini bakalan seru. Akhirnya setelah rapat di Killiney sambil cekikikan ngebayangin cake AFC, diputuskanlah temanya akan Asian Food Channel. Dessert table diganti dengan feast table, yang isinya berbagai hidangan dari berbagai negara. Ada nachos, churros, waffle, donuts, burgers, tempura, dan thai iced tea. Tentunya tak lupa cake AFC dan televisi kecil yang sedang menayangkan acara masak Chef Evan di AFC. Keren!








Lalu apa kegiatan untuk anak-anak? Membuat Pizza! Tiap anak nantinya akan dapat goody bag berisi celemek dan penutup kepala yang bisa langsung dipakai saat membuat pizza, dan kemudian membuat pizza hasil buatan mereka. Pizza-nya sudah di dalam kotak take away, tentunya. Acara masak ini dibantu oleh sepupu saya Nadia, yang juga ngebantu saya waktu ulang tahun Aira dengan tema cooking dulu. Tentunya kali ini Nadia bawa bala bantuan. Acara masak ini seru juga, karena anak-anak, perempuan maupun laki-laki ternyata senang juga masak-masak kalau beneran.














Photo booth di dekat feast table dilengkapi dengan props sayuran raksasa. Waktu datang, anak-anak bisa foto disini, dan kemudian fotonya bisa dibawa pulang. Tentunyaaaa yang akhirnya lebih banyak foto adalah ibu-ibunya, karena anak-anak sekali foto kemudian langsung kabur mau main, bukan? :D








Selamat ulang tahun lagi, Chef Evan! Semoga tambah jago masak dan jadi chef terkenal kalau sudah besar. Tahun depan kita bikin apa nih? Animal Planet? Discovery Channel? Atau tema Jamie Oliver?





for more info about custom dessert table, goody bags, and party favor by Bu Rahmi 
please visit instagram rahmipertama

March 18, 2014

Project Obento #13



Nah, yang ini bisa dibilang bento saya yang pernah 'published'. Satu kali, Anissa, teman saya yang bekerja di Global TV minta dibuatkan bento untuk acara talk show. Tadinya saya diminta datang untuk praktek, tapi kemudian saya gak bisa, jadi bentonya saja deh yang muncul di televisi. Waktu itu saya buatkan bento tiger dan penguin, yang menurut saya termasuk yang paling lucu dan colorful.


Kemudian, di kesempatan lain, saya diminta majalah Ayahbunda membuatkan beberapa jenis bento untuk dimasukkan ke bonus majalah, buklet untuk membuat bento. Ketiga bento yang kemudian saya buat adalah bento sandwich dari roti tawar bentuk kereta, bento nasi bentuk kapal laut dan kepik. Walaupun meja makan sudah mega berantakan pagi-pagi, tapi saya puas dengan hasil akhirnya, rasanya memenuhi semua 'kaidah' perbentoan. x)





Di kesempatan lainnya saya dihubungi Koran Sindo (Seputar Indonesia) untuk diwawancarai soal pembuatan bento. Tentunya dengan senang hati saya ladeni. Termasuk menunjukkancara membuat bento yang hasil akhirnya di-feature di Koran Sindo bersama hasil wawancaranya. Project Obento masuk TV, majalah, dan koran. Alhamdulillah. :))



Project Obento #12

Nah dua bento ini adalah salah satu yang paling saya suka atau paling sering saya buat sebagai contoh saat mengajar bento. Soal ngajar benti, nanti ya, saya ceritakan. Pokoknya, saat perlu memberi contoh cara membuat bento, saya sering sekali membuat si anak berkonde dua ini, karena tidak rumit, praktis, mudah memenuhi kotak, tapi juga lucu. Kunci membua kondenya, sepertu juga saat menempel nori ke nasi, adalah menggunakan nasi yang masih panas, agar nori melekat dengan baik.



Kemudian si kelinci berselimut ini adalah salah satu bento kesukaan saya. Cukup banyak contoh bentuk semacam ini di internet, biasanya beruang berselimut. Agar berbeda dengan alas nasi yang berinya kasur, nasi yang digunakan untuk membuat kelinci saya taburi decofuri warna hijau. Kemudian selimut dibuat dari telur dadar. Maunay sih egg sheet, tapi saya tetap belum menguasai cara membuat egg sheet. Uh, masih harus belajar lagi. Semangat! :D




LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...