November 30, 2015

Review: Apartment in Whitby & Edinburgh


Di perjalanan dari Leeds menuju Edinburgh kami menginap semalam di kota kecil bernama Whitby. Rencana awalnya kami akan menginap di Castleton, tetapi terpaksa batal karena pada tanggal kunjungan kami penginapan (yang jumlahnya gak banyak juga) penuh semua. Whitby, selain kota kecil, sama halnya seperti Castleton, bukan tujuan utama turis mancanegara. Tidak seperti York yang jadi salah satu tujuan rombongan-rombongan tour dan banyak terdapat hotel chains.

Setelah sempat cari-cari di Airbnb juga, akhirnya kami dapat apartemen yang sesuai dari booking.com. Baru dengar namanya saja, Teesdale Rooms, saya udah naksir. Memang salah satu kriteria pemilihan adalah saya pengen ngerasain nginep di apartemen yang kerasa 'Inggris'-nya. Setelah menginap di Roomzzz di Leeds yang settingannya ya, kayak hotel aja, dan Signature Living di Liverpool yang serba modern cenderung posh, saya langsung naksir banget sama interior-nya Teesdale Rooms. Karena lokasinya yang juga oke, dan harganya yang sekitar 75 pounds semalam, akhirnya sambil berdoa si apartemen akan sesuai sama tampilannya di foto, akhirnya kami book Teesdale Rooms.



Meski booking dilakukan melalui booking.com, tapi proses 'check in' di Teesdale Rooms dan pembayarannya serupa dengan jika kita menyewa akomodasi dari Airbnb. Sejak di perjalanan menuju Whitby Pakted udah sms-an sama si pemilik. Nah, begitu sampai kami agak kesulitan menemukan lokasi apartemen. Mengikuti alamat dan petunjuk GPS, di lokasi yang disebutkan gak ada tanda-tanda tempat parkir. Padahal seharusnya Teesdale Rooms punya private parking space. Akhirnya kami memarkir mobil di lokasi parkir dekat dermaga lalu Pakted dan saya berjalan kaki mencari si apartemen sambil terus berusaha menghubungi si pemiliki yang tau-tau gak membalas sms lagi. Rupanya kami dari tadi sudah bulak-balik di depan Teesdale Rooms. Hanya saja seharusnya kami masuk melalui jalan belakang. Jadi dari tadi kami sudah melewati bagian depan bangunan tempat apartemen berada.


Gak lama si pemiliki, yang rumahnya ternyata dekat dari situ muncul, anggaplah namanya Michael (saya lupa namanya, tapi nama biasa gitu lah). Michael, yang ramah dan sangat informatif langsung mengantar kami masuk ke apartemen yang berada di lantai 2 dan menunjukkan setiap ruangan lalu menjelaskan segala sesuatu tentang perangkat yang ada di apartemen. Dia juga menjelaskan kalau ketika kami meninggalkan apartemen besok, kami tinggal meninggalkan kunci di dalam apartemen, digantung di pengait yang ada di dekat pintu dan menutup pintu. Pembayaran juga diberikan tunai langsung kepada Michael saat itu. Cukup praktis.




Apartemen yang kami sewa berada di bangunan Gregorian yang sudah berdiri sejak tahun 1700-an (untung saya batu tau setelah kami mau meninggalkan Whitby, maklum saya anaknya imajinasi tinggi.. haha), dan memiliki 2 kamar tidur. Kamar utama menghadap Walker Street tempat kami masuk dan memarkir mobil, berjendela besar, dan terdapat double bed juga perapian. 



Kamar lainnya lebih kecil dengan jendela menghadap Bagdale (jalan utama yang tadi kami lewati), dengan bunkbed. Selain itu juga terdapat meja makan yang bisa dilipat jadi meja mungil di lorong apartemen. 




Ruang tengahnya luas, dengan perapian besar, sofabed, sofa two seaters, televisi, dan dua jendela besar. Dapur di sisi kanan ruang tengah mungil tapi lengkap, berikut lemari es dan mesin cuci. Lagi-lagi dengan meja yang bisa dilipat jika tak digunakan dan jendela yang menghadap taman di samping bangunan apartemen. Apartemen juga dilengkapi dengan 1 kamar mandi dan water heater. Pengaturan ruang dan perabot di apartemen membuat apartemen ini tetap terasa leluasa meski diisi banyak orang. Apalagi dengan jendela besar yang terdapat di tiap ruangan. 






Secara keseluruhan apartemen ini memuaskan, baik dari segi lokasi, walaupun Whitby emang gak besar-besar amat, maupun dari kenyamanan apartemennya sendiri. Ruang-ruang di Teesdale Rooms terang dan juga nyaman, interior pun sangat sesuai dengan nuansa kota Whitby yang quaint dan picturesque. Pengalaman mengunjungi Whitby jadi lengkap karena kami mendapat apartemen yang sesuai.

Teesdale Rooms
12 Bagdale, Whitby



Di Edinburgh kami menginap 2 malam di apartemen yang dideskripsikan pemilikinya di Airbnb sebagai 'Huge Flat Old Town with Parking' dengan rate sekitar 89 poundsterling semalam. Seperti waktu di Whitby, begitu masuk Edinburgh dan menemukan lokasi 'kira-kira' si apartemen, mobil diparkir gak jauh dari situ dan saya menemani Pakted mencari si apartemen. Bedanya, kali ini kami tidak bertemu langsung dengan Sam, pemiliknya. Pembayaran sudah diselesaikan melalui Airbnb dan Pakted berhubungan dengan Sam via email, telepon, dan sms. Sam memberitahu dimana ia meletakkan kunci dan bagaimana cara masuk ke dalam apartemen. Saat menemukan pintu gedung apartemen, saya langsung deg-degan. Karena pintu hitam agak dekil tanpa tanda apa-apa yang nyempil diantara toko-toko yang gak terlalu laku itu sungguh tampak gak meyakinkan. Di samping pintu terdapat semacam kotak surat dengan panel angka seperti gembok koper. Pakted memasukkan kombinasi angka yang diberikan Sam, dan mengambil kunci apartemen di dalam kotak tadi. Ada dua kunci, satu untuk membuka si pintu hitam, satu lagi untuk membuka pintu apartemen.



Saat pintu terbuka, kami disambut lorong yang agak gelap. Makin deg-degan lah saya. Lorong dan tangga yang kami naiki juga gak bersih-bersih amat. Saya mulai merasa ada di film-film spy, lagi mau masuk ke apartemen tempat bersembunyi. 

Tapi setelah menaiki tangga dan membuka pintu apartemen, kami disambut oleh ruangan yang terang, lapang, dan bersih. Persis sesuai dengan foto yang terdapat di apartemen. Malahan jauh lebih luas dari bayangan kami. Ada 3 kamar tidur dengan double bed di masing-masing kamar. Kamar utamanya sangat luas menghadap jalan depan dengan perapian, kakek dan nenek akan tidur di kamar itu. Kamar yang akan ditempati anak-anak dan Oom Rendy ada di tengah, dekat living room. Sementara kamar yang saya tempati bersama Pakted menghadap belakang gedung, tempat area parkir berada. Di sini juga terdapat perapian kecil. Dari jendea kami bisa melihat atap gedung-gedung tua di sekitar kami. 








Dapurnya pun lega banget, dan sangat lengkap. Si Nenek langsung asik masak-masak di sini, karena semuanya ada dan perabotnya juga dengan kualitas yang baik. Di dapur terdapat meja makan dengan 4 kursi. Bayangin aja, dengan kitchen set lengkap, lemari es besar, kompor oven besar, dishwasher, mesin cuci, kabinet, serta meja makan ruangan ini masih terasa lega.


Nah, kemudian ada living room yang juga luas. Sofanya bentuk L dan besar sekali, bisa dipakai tidur 2 orang lagi kalau perlu. Televisi terdapat di atas perapian, dan juga terdapat meja makan besar dengan 6 kursi makan. Yang paling ajaib sih lukisan besar yang terdapat di dinding belakang sofa. Dan yang saya maksud dengan besar adalah beeesaaaaar. Lukisannya karya seniman lokal menggambarkan versi modern kisah antara Aphrodite, Ares, dan Hephaestus. Pokoknya semua di apartemen ini, kecuali kamar mandi yang agak mungil, serba besar. Termasuk ruang tengah begitu kita memasuki pintu apartemen.






Satu lagi yang saya senang dari apartemen ini adalah jendelanya yang besar dan tinggi. Di pagi hari dari jendela kita bisa menikmati langit abu-abu khas Edinburgh yang menjadi latar belakang bangunan-bangunan tua.



Soal lokasi, apartemen ini juga cukup strategis. Cukup berjalan sebentar kita sudah sampai di Old Town. Dari lokasi apartemen kita bisa dengan mudah jalan kemana-mana. Dibanding dengan yang kami bayarkan di Leeds, Liverpool, maupun Whitby apartemen ini memang yang paling mahal. Tetapi sungguh gak mengecewakan. :)

Huge Flat Old Town EH1 with Parking


*some pictures courtesy of Rendy

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...