Pages

Showing posts with label museum. Show all posts
Showing posts with label museum. Show all posts

August 12, 2016

Us Girls Around London pt.2

Memulai hari liburan di musim dingin itu sungguh dilema. Apalagi di apartemen kami yang ternyata nyaman banget di Fulham. Lain halnya dengan musim panas yang waktu tidur langit masih terang dan pas bangun langit udah terang lagi, kali ini langit gelap melulu. Bangun jam 8 kayak kebiasaan liburan kami yang lalu jadi susah banget. Langit dan selimut ngajak meringkel di tempat tidur terus, tapi di saat yang bersamaan gak mau rugi waktu dan pengen buru-buru keluyuran karena tau nanti jam 4 sore udah gelap lagi.


Saat hanya berdua sama Aira gini kegiatan siap-siap pagi hari gak terlalu sulit, sih. Hanya perlu nyiapin sarapan dan antri mandi untuk dua orang, kemudian kami siap berangkat. Tujuannya Victoria & Albert Museum, mencari Peter Pan Statue di Kensington Gardens, mengunjungi British Library, lalu janjian ketemu Pakted dan Aidan yang akan kembali dari Liverpoo hari itu di stasiun Kings Cross.

August 08, 2016

Us Girls Around London pt.1



Pada hari kedua kami di London Pak Teddy dan Aidan pergi ke Liverpool mengejar matchday. Mereka menginap semalam di sana, jadi saya dan Aira punya waktu 2 hari untuk jalan-jalan berdua. Berhubung aman, nih, gak ada Aidan yang mudah bosan, sengaja saya pilih tempat-tempat tujuan yang kurang diminati Aidan.

Setelah Aidan & Pak Teddy berangkat, saya dan Aira santai-santai dulu di apartemen. Langit abu-abu dan gerimis di luar emang agak bikin mager. Kemudian Rendy, yang hari itu berulang tahun, ngajak kami makan bagel dulu di Shoreditch. Pas banget lah, bagel untuk lunch, baru kemudian jalan-jalan.

July 09, 2015

National Railway Museum York


Setelah memarkir mobil di tempat parkir umum, kami berjalan kaki ke National Railway Museum. Seperti museum lainnya yang dikelola oleh negara, kita bisa masuk ke NRM dengan gratis. Kami mengunjungi dua bagian dari museum ini. Yang pertama kami jelajahi adalah Station Hall, bagian yang menyimpan koleksi kereta api Inggris dari jaman dahulu. Kereta-kereta ini disimpan di tempat yang menyerupai stasiun kuno. Mulai dari kereta api kerajaan, gerbong Ratu Victoria, kereta untuk membawa anak-anak sekolah Inggris ke asrama mereka, sampai kereta pengangkut barang ada disini.

June 01, 2015

From Carnaby to The British Museum and Everything in Between


Demi misi pencarian Vans untuk Aira, kami kembali ke Carnaby. Rupanya hari itu sedang ada Royal Ascot, jadi stasiun Waterloo dipenuhi perempuan-perempuan dengan short dress dan topi-topi cantik juga laki-laki berjas dan top hat. Mereka berdiri bergerombol sambil menenteng keranjang piknik dengan botol wine yang menyembul. Pemandangan yang Inggris banget rasanya. x)

December 03, 2014

An Afternoon at Albert Dock


Setelah meninggalkan Anfield, kami langsung menuju apartemen kami. Tidak banyak waktu yang tersisa hari itu, karena kami memang sengaja tidak membatasi waktu untuk dihabiskan di Anfield. Jadi, setelah ganti baju (Aidan dengan jersey keeper barunya), kami pun jalan-jalan melewati Liverpool One menuju Albert Dock. Thank God to the clear blue sky of summer, hari jadi terasa lebih panjang dan kami jadi tetap bisa menikmati Liverpool walau kebanyakan museum sudah tutup.

January 29, 2012

The Little Museum I Fell in Love With




Namanya Museum Anak Kolong Tangga, dan lokasinya banar-benar di kolong tangga. Kalau sudah pernah mengunjugi Taman Pintar, museum kecil yang satu ini letaknya di jalan samping Taman Pintar, di dalam areal Taman Budaya Jogjakarta. Di Taman Budaya ada gedung pertunjukan di lantai 2 bangunan, nah Museum Anak Kolong Tangga mengisi ruang kecil sepanjang kolong dua tangga menuju ruang pertunjukan. Kecil, tapi baru lihat pintu masuknya saja saya sudah jatuh cinta.







Setelah puas bermain dan belajar di Taman Pintar, kami langsung mengunjungi Museum Anak Kolong Tangga yang memang walking distance dari Taman Pintar. Adik Aidan dan Ayah saja yang tidak ikut. Berhubung Aidan bangun jam pagi sekali, maka siang itu dia ngantuk berat. Ayah menemani Aidan tidur di mobil. Tadinya saya kira 'Kolong Tangga' hanya sekedar nama, based on what - nya saya tidak kebayang. Ternyata karena lokasinya yang memang di kolong tangga.




Museum ini berisi mainan tradisional anak-anak, bukan hanya dari Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia. Yang menggagas adala seorang seniman berkebangsaan Belgia yang sudah tinggal di Jogja sejak tahun 1991, namanya Rudi Corens. Belia menilai anak-anak Indonesia sudah mulai melupakan tradisi dan budaya sendiri, termasuk mainan dan permainannya. Beliau lalu bekerjasama dengan Taman Budaya Jogjakarta mendirikan Museum Anak ini sekaligus menyumbangkan seluruh koleksi pribadinya, kurang lebih 900 items. Mainan yang dipamerkan disini mulai dari mainan tanah liat jaman Majapahit, mainan buatan pabrik jaman dulu seperti mobil-mobilan yang masih terbuat dari kaleng, marionet kayu, boneka kuno dan buku-buku anak jaman dulu, dari berbagai penjuru dunia.







Museum ini didekorasi dengan mural warna-warni dengan desain anak-anak, mulai dari pintu-pintunya, dinding, sampai langit-langitnya yang miring di beberapa tempat karena lokasi yang di bawah tangga itu. Selain itu juga ada kios kecil yang menjual mainan-mainan tradisional jaman kecil dulu dan di hall bagian luar juga ada mainan-mainan yang bebas digunakan anak-anak, seperti congklak, egrang, dan lompat karet.





Segala sesuatu tentang museum ini membuat saya jatuh cinta, mulai dari konsepnya, lokasinya yang nyempil, ukurannya yang mungil, dekorasinya yang cerah ceria, dan tentunya segala benda di dalamnya yang membuat saya merasa terlempar ke dunia imajinasi masa kecil dulu.. Aira dan teman-teman juga menikmati kunjungan ke kolong tangga ini. Mereka menghabiskan waktu cukup lama untuk melihat-lihat di dalam, dan kemudian bermain egrang dan lompat karet, sebelum akhirnya kami keluar untuk makan siang, dengan masing-masing anak membawa oleh-oleh kecil yang dibeli di kios mainan Museum Anak Kolong Tangga. :)






"In my eyes children are innocent & unspoiled, and can always make me laugh. What a pity that today they can't get a good education. Traditional games has scientific and educational values, and moral massages which to this day have been recognized by European people. But how sad that in the past 10 years one plaything has been lost every year" - Rudi Corens (The Jakarta Post : Rudi Corens, Putting Traditional Back in Games)

Museum Anak Kolong Tangga
Taman Budaya
Jl. Sriwedani no. 1
Jogjakarta - 55122
0271- 523512
Tiket: Dewasa Rp. 25.000,- / Anak-anak (sampai usia 15th) gratis

more infos click here and here
more pics click here

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...