Pages

Showing posts with label weekend project. Show all posts
Showing posts with label weekend project. Show all posts

October 10, 2012

Cardboard Galore

Beberapa waktu lalu saya mengerjakan project yang memerlukan banyak kardus bekas. Jadi keluarlah setumpuk kardus bekas dari garasi. Selama saya bekerja, sepertinya si kakak gatal ingin ikut berkreasi. Dia pun ikutan sibuk potong-potong kardus bekas. Ternyata yang dibuat adalah headpiece Frankenstein juga tangan monster, yang kemudian dengan senang hati dipakai oleh Aidan.



Sejak itu kami keranjingan kreasi kardus bekas. Atau lebih spesifik keranjingan membuat headpiece dari kardus bekas. Biasanya yang kami bikin hanya untuk di kepala, seperti Frankenstein tadi. Atau sebatas menutupi mata seperti headpiece Ferb (dari Phineas & Ferb) yang kemudian kami buat. Bukan topeng yang menutupi seluruh wajah, karena kalau wajah tertutup semua kurang seru untuk foto-foto. Hehehe..




Bahan:
- Kardus bekas (lebih awet dibanding menggunakan karton)
- Cat akrilik
- Spidol marker
- Kuas & palet
- Cutter (dikerjakan oleh orangtua)
- Gunting (dibantu atau diawasi oleh orangtua)
- Karet elastis

Cara membuat:
- Gambar pola yang kita inginkan di atas kardus bekas, jangan yang terlalu tebal karena susah dipotong. 
- Pastikan ukurannya sesuai dengan kepala anak
- Potong dengan gunting atau cutter
- Warnai dengan cat akrilik dan hias dengan spidol marker
- Buat lubang di sisi kiri dan kanan headpiece, kemudian pasng karet elastis sesuai ukuran kepala anak

Masih banyak ide headpiece yang mau kami buat, karena memang mudah sekali membuatnya. Hanya perlu meluangkan waktu dan sedikit kreatifitas. :)

January 23, 2012

Tie Dye!



Bulan Desember yang lalu Creative Art Studio, sanggar gambar Aira, mengadakan workshop tie dye. Bisa dipastikan Aira langsung setuju ketika ditawari ikut. Rencana awal Aira akan ikut workshop berdua Gaia, tetangga kami yang sama-sama belajar gambar disana, saya hanya akan mengantar dan menjemput. Tetapi ketika mengantar mereka kesana dan melihat persiapan workshop, saya pun tergoda untuk ikutan juga. Dan ternyata memang seru sekali bisa celup-celup kain warna-warni. 






Prosesnya juga tidak sulit. Pertama, tentukan pola yang diinginkan, lalu siapkan kain untuk mendapatkan pola tadi. Membentuk pola bisa didapat dengan proses mengikat bahan atau dengan dijahit. Kami mencoba hampir semuanya, mulai dari lipat-lipat-lalu-ikat, tarik-pelintir-lalu-ikat, dan jahit-jelujur-tarik-lalu-ikat. Begitu kurang lebih. Ikat bisa menggunakan karet gelang atau tali rafia, yang penting diikat dengan kuat. Aira membuat pola hati dengan teknik jahit jelujur di t-shirt miliknya, dan kombinasi tarik lalu ikat dan lipat ikat pada t-shirt untuk Aidan.







Pewarna pakaian sudah disiapkan oleh kakak-kakak instruktur, dengan dimasak diatas kompor dan ditambah dengan garam. Katanya garam ini supaya warna lebih terikat di bahan nantinya. Untuk workshop ini digunakan warna-warna yang cerah dan mencolok, biar seru begitu melihat hasilnya nanti. ;)





Setelah pewarna siap di ember dan didiamkan sampai hangat, kain-kain yang sudah diikat-ikat tadi disiapkan. Pertama semua bahan tadi direndam di air dengan detergen. Lalu baru dicelup ke ember berisi pewarna. Di bagian proses mencelup ini kita bebas berkreasi mencelup ke warna apa di bagian mana. HAnya saja sebaiknya gunakan pewarna dengan warna yang lebih gelap dari warna kain. Paling mudah mencelup kain warna putih tentunya. Pastikan pewarna menyerap sampai ke bagian dalam lipatan kain. Setelah itu diamkan dulu kain-kain yang sudah dicelup tadi, jangan langsung dibuka, agar pewarnanya tidak beleber kemana-mana. Setelah mengering baru ikatan kain boleh dibuka dan kain dijemur. Jangan langsung terkena sinar matahari, karena warnanya bisa turun, begitu kata kakak istruktur. Proses terakhir adalah semua kain yang sudah kering harus disetrika. Lalu, voila, kain polos nan membosankan menjadi warna-warni seru. :)


For more pics please click here.
More infos on Creative Art Studio please click here.

December 28, 2011

Cardboard Kitchen Set

Sebenarnya sudah cukup lama kami berencana membuat kompor & cucian piring dari kardus bekas sebagai weekend project. Aidan yang sudah dijanjikan berulang-ulang menanyakan kapan si kompor akan dibuat, tapi tertunda terus, sampai akhirnya kejadian juga, walaupun akhirnya sebagai holiday project saja. :p

Aidan senang main masak-masakan. Tiap mampir ke ELC, dia akan anteng bermain dengan kitchen set mainan yang ada disana, bahkan kakak Aira juga masih suka ikutan main. Sekali waktu, dekor di TKAI berupa dapur-dapuran yang dibuat dari kardus bekas dan styrofoam. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat yang serupa, bukan bentuknya, tapi kitchen set dari kardus bekas maksudnya. Apalagi setelah berhasil membuat mesin cuci dari kardus, saya pede akan berhasil juga membuat kitchen set. Maka saya mulai browsing, ketemu kitchen set semacam ini, oke saya gak sejagoan & se-crafty itu, jadi walaupun memang kece sekali, akhirnya saya lupakan saja kitchen set yang itu. Kemudian ketemu lagi yang ini, mendekati yang ada bayangan saya, tapi sepertinya harus memakai kardus bekas lemari es untuk membuatnya & prosesnya lumayan rumit. Lalu saya ketemu yang ini, yang paling mendekati bayangan saya, walau kemudian saya sederhanakan lagi bentuknya. :)

Ini yang diperlukan:
- 2 kardus bekas (saya pakai 2 kardus bekas water heater)
- 1 baskom plastik, sesuai ukuran kardus
- 1 keran plastik
- cat akrilik warna-warni dan kuas
- cutter, lakban, dan lem yang kuat


Kami membuat kitchen set kardus ini dalam 2 hari. Hari pertama Aira dan Aidan, dibantu Gaia - tetangga kami, mencat kedua kardus dengan cat akrilik. Oh ya, sebelum di cat penutup di sisi bawah saya potong, karena potongannya akan dipakai juga nanti, sementara penutup bagian atas ditutup dengan lakban. Setelah dicat kardus dijemur sampai cat kering.




Hari kedua proses pembuatan di mulai dengan tugas saya, membuat lubang berbentuk lingkaran di bagian atas salah satu kardus seukuran baskom. Lalu memotong semacam pintu untuk bukaan oven di kardus yang lainnya. Juga membuat lingkaran-lingkaran dari potongan bagian bawah kardus yang kemarin sudah dipotong, untuk jadi kompornya. Dan beberapa detil lain yang perlu acara potong-potong plus tempel-tempel dengan lem yang kuat. Termasuk bagian untuk dipasangkan keran plastik dan meja kecil di sisi kompor, juga tombol-tombol di kompor. Semuanya memanfaatkan sisa-sisa potongan kardus dan beberapa tutup botol untuk tombol. Kakak Aira sudah bisa membantu menempel-nempel, tapi urusan dengan cutter masih saya yang mengerjakan sendiri.

Lalu Aira dan Aidan melakukan finishing, seperti mencat bagian atas dan menggambar pintu lemari dan pintu oven. Mereka juga, dengan ide mereka sendiri, mengubah botol plastik dan tabung bekas coklat sebagai bumbu dapur dan perlengkapan cuci piring. Setelah kitchen set kami sudah selesai, mereka sibuk main masak-masakan berdua. Lihat saja, kece kan kitchen set buatan kami? :D




November 20, 2011

It's a (gift) wrap!

Weekend ini kami membuat bungkus kado. Awalnya sih saya hanya bermaksud membiarkan Aira dan Aidan melukis diatas kertas koran bekas. Tapi biasanya hasil karya mereka yang semacam ini hanya akan menumpuk dan berdebu. Lalu saya terpikir untuk menjadikannya bungkus kado saja. Kegiatan ini menjadi multifungsi, anak-anak bisa berkreasi dan disaat yang sama juga melakukan 'daur ulang' sederhana, menjadikan kertas koran bekas sebagai bungkus kado. Kalau sekeder kertas koran yang digunakan untuk membungkus tentunya akan terliha seperti bungkus belanjaan dari pasar, tapi begitu sudah dilukis oleh anak-anak, jadi ada sentuhan personal. :)

Saya memilah kertas koran yang akan digunakan, menghindari kertas yang berisi berita negatif atau obituari. Tentunya kurang cocok kalau di atas kado ada berita yang tidak menyenangkan, walaupun terkadang lolos juga 1-2 obituari kecil dari penglihatan saya ketika sedang memilah. Haha. Kemudian saya membiarkan Aira Aidan melukisi kertas koran mereka masing-masing dengan menggunakan cat air atau cat akrilik. Saya meminta mereka membuat gambar dalam ukuran kecil atau sedang secara berulang atau berpola, agar lebih mirip bungkus kado. Aira dengan cepat membuat gambar-gambar seperti bunga, hati, atau lingkaran-lingkaran. Buatan Aidan lebih abstrak dan tidak ada polanya. Dia semau-maunya membuat lingkaran, coretan, atau bentuk yang katanya adalah mobil. Aidan juga membuat cap tangannya ketika sudah mulai bosan melukis dengan kuas.




Setelah kering, kertas-kertas bungkus kado ini tinggal di gulung dan simpan untuk digunakan kemudian. Kebetulan si kakek Aweng berulang tahun, dan kami pun menggunakan selembar bungkus kado buatan Aira-Aidan untuk membungkus kado yang akan diberikan. :D



Tips:
  • Bisa menggunakan finger paint untuk anak balita. Biarkan anak mencoret-coret dengan tangannya sesuka hati, atau buat motif dengan menggunakan cap tangan anak.
  • Motif bungkus kado bisa juga dibuat bermacam-macam bentuk dengan menggunakan cap yang terbuat dari kentang.


October 26, 2010

Monster Bags

Last weekend Hubby was still away, so I browsed for more weekend project ideas. I found this monster pinata bags tutorial on giddygiddy and decided to make some of these monster bags with Aira & Aidan. All we needed were old paper bags, scissors, glue, colored papers & colorful crepe papers. In the original tutorial the used tissue papers, but since I didn't had enough time to look for colorful tissue papers, I just bought some crepe papers at the nearby market.

Aira & I did most of the papers cutting. Aidan had his own share of fun too, even though he just ended up playing around with his papers & destroying them. I helped him glued the papers around the bag & then he decided what shape of eyes & mouth that he wanted for his monster. He said his monster should be a bad-bad one. Aira didn't need much help when it came to art & craft things. She said that since we had these monster bags, we should do some 'trick-or-treat'-ing on halloween, or use them as a gift bags. Aidan think we should make a hole on the eyes so he could wear his over his head as a monster mask. Another happy weekend. :D














October 17, 2010

Rainbow In Our Hands

I was browsing for some weekend project to do with the kids, and I found this kid hand print from The Crafty Chicks which originally intended as a halloween kid craft. We, that was me & kakak Aira, decided to use bright rainbow colors as the background instead, not black like the original one.

Saturday

Kecuali kanvas, semua barang-barang yang diperlukan sudah ada di rumah. Cat akrilik, kuas besar, glitter, dan pen silver. Jadilah pada hari Sabtu kemarin, kakak Aira mulai lebih dulu mewarnai kanvas dengan warna-warna pelangi. Ada baiknya juga kebanyakan warna cat yang ada di rumah adalah warna primer, jadi kakak Aira harus mencampur sendiri untuk mendapatkan warna-warna yang lain.









Sunday

Kemudian pada hari minggu adik Aidan baru diikutsertakan. Pertama-tama Aira yang mulai lebih dulu diberi cat akrilik warna perak telapak tangannya untuk kemudian ditempelkan di kanvas, sehingga tercetak disana. Lalu sebelum cat mengering cepat-cepat ditaburi glitter perak. Kemudian proses diulang, kali ini oleh Aidan yang sudah tidak sabar boleh mengecat telapak tangannya tanpa dipelototin bunda. Sekali cap di kanvas, diikuti cap-cap berikutnya di koran. Tentunya ikut ditabur-tabur dengan glitter juga. Setelah dijemur, jangan lupa ditulis nama pemilik tangan, yang besar Kakak Aira, yang kecil Adik Aidan. Oh, dan tanggal juga. Tahun depan kita buat lagi yuk, pasti telapak tangannya sudah tambah besar. ;)








LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...