February 21, 2012

The Mountain & The Sea

Hari ketiga di Jogja, kami berencana pergi ke Merapi dan mengunjungi Museum Ullen Sentalu di Kaliurang. Tapi karena hujan deras sekali sewaktu kami di Merapi, akhirnya rencana diubah, dari gunung kami akan turun ke laut, ke Parangtritis.



Hari ini Aidan tidak serewel kemarin, karena udara dingin di dataran tinggi. Walaupun tingkahnya masih tetap aneh-aneh kalau diajak berfoto. Silahkan dilihat saja hasil fotonya diatas. Di Merapi mobil bisa naik hanya sampai batas tertentu, lalu harus diparkir. Untuk naik lebih jauh bisa dengan berjalan kaki atau naik ojek yang banyak ada disana. Kami memilih naik ojek. Beberapa supir ojek akan dengan sukarela bercerita tentang musibah meletusnya gunung Merapi yang lalu. Kunjungan ke Merapi menurut saya pengalaman yang 'memperkaya' untuk anak-anak, terutama untuk belajar berempati.









Tepat setelah kami turun dari atas, hujan mulai turun rintik-rintik. Kami sempat jajan tempe bacem di kios kecil disana, semua jajanan terlihat menggiurkan di udara dingin semacam itu. Ketika kami berjalan kembali ke mobil, hujan turun deras sekali. Karena hari itu adalah hari Jum'at dan adzan Dzuhur sudah terdengar, akhirnya para ayah-ayah dan anak laki-laki sholat Jum'at dulu di mesjid kecil dekat tempat parkir. Sementara bunda-bunda dan anak perempuan menunggu di mobil di tengah hujan deras sambil nyemil tempe bacem.



Setelah membatalkan rencana ke Ullen Sentalu, kami berhenti makan siang dulu di Kaliurang. Ternyata selama kami makan siang mobil keluarga B1 lupa dimatikan lampunya yang di dalam. Aki pun soak, dan mobil mogok. Setelah menghubungi tempat kami menyewa mobil dan menitipkan mobil ke petugas parkir, perjalanan menuju Parangtritis dilanjutkan dengan menggunakan satu mobil, yang dipenuhi dengan 2 keluarga. :D

Perjalanan Kota-Gunung-Laut-Kota hari ini lagi-lagi amat dibantu oleh GPS. Kami sampai ke Parangtritis tanpa nyasar dan saat itu walau sudah sore, tetapi hujan sudah berhenti sama sekali. Disana saya dan Aira naik bendi, sementara Ayah dan Aidan naik ATV. Alee dan Aldo berkeliling naik motor kecil. Semuanya tarifnya jelas dan seragam, jadi kami tidak perlu repot-repot menawar. Setelah itu anak-anak bermain di tepian laut. Awalnya sih janji hanya kaki yang basah, tapi akhirnya Alee dan Gaia basah kuyup juga. Kami menunggu matahari turun di Parangtritis. Memang tidak bisa melihat matahari bulat kemerahan yang turun menghilang, karena langit yang mendung. Tapi warna langit yang kemerahan juga sama indahnya. Setelah langit gelap dan pantai semakin kosong, baru kami kembali ke Jogja.
















Makan malam kami hari itu menunya ala angkringan, tapi tidak di pinggir jalan. Mengingat rombongan kami banyak anak-anaknya, kami makan menu angkringan ini di bagian belakang Keraton, tempat abdi dalam katanya. Semua makan dengan lahap (atau kalap) dan semua senang hari itu. :D

for more pics please click here.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...