February 22, 2012

Chocolate, and then home.

So this is what we managed to do on our last day in Jogja. Anak-anak sempat berenang di hotel sepagian. Lalu saya dan Aira naik becak ke Malioboro, yang sebenernya walking distance dari hotel kami. Tapi masak ke Jogja gak naik becak?

Semalam Aira sudah sempat ke Malioboro bersama keluarga B1. Karena Aidan sudah letih sekali, saya menemani Aidan tidur di hotel, Ayah Teddy menemui temannya sewaktu dulu bekerja di Jogja di lobby, sementara Aira ikut Tante Santi dll ke Malioboro, jalan-jalan dan belanja pernak-pernik. Lalu kembali ke hotel naik delman. Pagi itu saya dan Aira hanya ke Mirota sebenarnya, beli beberapa oleh-oleh. Tapi sebelum kembali ke hotel, kami minta pak becak berhenti sebentar di depan benteng dan di seberang Bank Indonesia, untuk foto-foto. Kunjungan kali ini kami tidak sempat masuk ke benteng Vredeburg, jadi hanya foto di depannya saja. Mudah-mudahan lain kali bisa masuk.





Setelah check out dan memasukkan barang-barang ke mobil, kami makan siang gudeg Yuk Djum yang mega enak itu. Rombongannya hanya keluarga kami, keluarga B1 baru akan pulang besok dan ada acara keluarga hari ini. Setelah itu kami menuju Kota Gede, mencari pabrik dan toko Coklat Monggo.

Senang sekali berkunjung ke Coklat Monggo. Tokonya tidak besar, agak nyempil di jalan dekat makam raja-raja. Ruangan di dalam juga tidak terlalu besar, tetapi homey. Di etalase kaca di-display berbagai produk Coklat Monggo. Juga disediakan tester potongan-potongan berbagai rasa coklat yang tidak pernah habis. Kalau tester yang tersaji tinggal sedikit, mbak ramah yang melayani pembeli akan segera mengganti dengan nampan yang masih penuh. Si mbak ini juga fasih sekali menjelaskan dan menjawab berbagai pertanyaan tentang produk Coklat Monggo.






Kami asik coba-coba coklat, saya dan si ayah suka rasanya Coklat Monggo. Kakao-nya kualitas baik dan diolahnya juga benar, tidak terlalu manis atau nempel di tenggorokan dan bikin batuk seperti kebanyakan coklat produksi lokal. Kesukaan saya coklat yang diisi praline, dark chocolate 84% dengan orange peel, dan dark chocolate 58% dengan ginger. Si Ayah juga suka praline dan dark chocolate 58% dengan macadamia.

Yang paling semangat coba-coba tentunya Mister Aidan. Dan si mbak ramah dengan senang hati membiarkan Aidan dan Aira bolak-balik mencomot tester. Sampai Aidan tiba-tiba kepedesan. Ternyata dia habis melahap potongan coklat di mangkuk kertas warna merah, yang ternyata dark chocolate dengan cabai. Untung disana disediakan kendi dan gelas-gelas kecil untuk pengunjung. Dan setelah minum Aidan kembali melanjutkan acara icip-icipnya. Tapi kali ini gak lupa bertanya dulu coklat apa itu yang mau dia ambil. :p



Di bagian dalam toko ada pintu kecil menuju ruang pembuatan coklat. Tetapi pengunjung hanya bisa melihat dari balik kaca. Aira dan Aidan senang sekali melihat mbak-mbak di dalam sana yang sibuk menuang coklat ke cetakan dan di ruangan lainnya dimana para mbak membungkus coklat-coklat. Katanya, kita bisa membuat appointment untuk datang dengan group, mereka akan menyiapkan semacam program kunjungan, jadi kita bisa jalan-jalan berkeliling ke dalam.




Dengan menenteng kantong kertas penuh berisi coklat kami pun meninggalkan Kota Gede menuju airport untuk pulang ke Jakarta. Ternyata buaaanyaaak sekali tempat yang bisa didatangi dan hal yang bisa dilakukan di Jogja. Kami sudah 2 kali liburan keluarga ke Jogja, tapi tetap masih banyak yang belum sempat dilakukan. Masih ada candi-candi dan pantai yang belum disinggahi, juga museum-museum, dan pastinya makanan-makanan enak yang belum sempat dicoba. Jadi seperti Jogja akan selalu masuk daftar tempat kunjungan liburan kami. We'll be back. :)


for more pics please click here.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...