December 03, 2014

An Afternoon at Albert Dock


Setelah meninggalkan Anfield, kami langsung menuju apartemen kami. Tidak banyak waktu yang tersisa hari itu, karena kami memang sengaja tidak membatasi waktu untuk dihabiskan di Anfield. Jadi, setelah ganti baju (Aidan dengan jersey keeper barunya), kami pun jalan-jalan melewati Liverpool One menuju Albert Dock. Thank God to the clear blue sky of summer, hari jadi terasa lebih panjang dan kami jadi tetap bisa menikmati Liverpool walau kebanyakan museum sudah tutup.









Liverpool adalah sebuah kota pelabuhan dan Albert Dock dulunya merupakan pelabuhan untuk kapal layar dan kumpulan gudang-gudang. Kini, Albert Dock menjadi lokasi berbagai museum, tempat makan, dan pertokoan unik yang tetap mempertahankan arsitektur lama yang kokoh dan cantik. 





Ada banyak museum di Albert Dock, yang paling besar dan modern adalah Museum of Liverpool di sisi utara Albert Dock. Lalu ada juga International Slavery Museum dan Merseyside Maritime Museum. Jangan lupa juga disini ada Beatles Story, museumnya The Beatles band legendaris yang memang berasal dari Liverpool.











Memang langit masih terang benderang karena musim panas, tetapi kami tidak bisa memasuki museum-museum tadi karena kebayakan tutup pukul 4 sore. Tetapi Albert Dock tetap menyenangkan untuk disusuri. Kami pun menghabiskan sore itu dengan berjalan-jalan menyusuri Albert Dock dan duduk-duduk memandangi kapal layar yang tertambat disana sambal menikmati fish and chips di Docklands, yang konon paling terkenal di Liverpool. 





















Oke, jadi sudah pasti kami harus kembali ke Liverpool. Dan menginap paling tidak 2 malam. Ini alasannya kenapa kami segitu kepenginnya kembali ke sana: Satu, kota ini amat sangat menyenangkan. Kalau kalian punya bayangan kota pelabuhan yang rough, Liverpool tidak begitu lagi. Kota ini sangat cultural dan menyenangkan. Kami masih ingin kembali untuk bisa keluar masuk berbagai museum dan tempat-tempat menyenagkan disini, atau sekedar menghabiskan waktu lebih lama lagi di Albert Dock dan menyusuri Mersey River. Dua, orang-orang yang kami temui disini sangat ramah. Mulai dari resepsionis aparthotel, si mbak yang mengantar kami masuk ke apartemen, supir taksi, petugas museum Anfield, tour guide, petugas keamanan Anfield, pelayan di restoran. Tiga, kami dapat tempat menginap yang benar-benar value for money, lokasi dekat Liverpool One, harga yang murah, ukuran apartemen yang luas beserta perlengkapannya yang komplit banget. Gak perlu cari tempat menginap lain kalau kembali kesini. Empat, kota ini rumahnya Liverpool FC, dimana keluarga berjalan-jalan dengan jersey lengkap sampai ke bayi di stroller juga bisa dilihat dimana-mana. Pak Teddy bisa membicarakan LFC dengan siapa saja, bahkan kepada yang ternyata pendukung Everton. Pak Teddy dan Aidan masih ingin ke Melwood, tidak keberatan tour ke Anfield lagi, dan tentunya Pak Teddy masih harus merasakan nonton pertandingan di Anfield. Harus, begitu katanya. So yeah, we'll be back :)


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...