December 01, 2014

Liverpool Oh Liverpool

After 2 nights in Leeds, now it was time for the grand destination. No, not London, at least not yet. We hopped on a coach and headed to Liverpool! 

Segera setelah selesai sarapan, kami menitipkan koper raksasa kami di kamar Kakek-Nenek, karena mereka akan tetp di Leeds selama kami ke Liverpool dn London. Semua sudah tak sabar, sampai-sampai kami tiba di coach station 30 menit lebih cepat dari jadwal. Aidan tentunya nunggu dengan manis sambil ngunyah biskui dan Nerds. Sejak dari Abu Dhabi dia keranjingan Nerds. Nerds, dan es krim, dan kue-kue lainnya. x)


Menggunakan coach tidak selalu lebih murah dibanding kereta, tetapi kami sudah book tiket coach National Express ke Liverpool online dari Jakarta, dan dapat potongan harga lumayan banyak. Perjalanan Leeds -Liverpool juga hanya 2 jam dengan coach, jadi gak terlalu lama juga bagi anak-anak.




Di perjalanan Aidan duduk bersama saya, dan tidur hampir setengah perjalanan. Hasilnya, begitu kami sampai di Liverpool, Aidan segar bugar. Sejak turun dari bis segala dia asik nyanyi-nyanyi segala macem lagu Liverpool, gak peduli orang-orang nengok sambil senyum-senyum. Bahkan ketika kami berjalan sambil menarik koper dari coach station ke tempat kami menginap di dekat Liverpool One.



Nah, waktu browsing hotel untuk di Liverpool, kami memang pilih yang aksesnya mudah ke tempat-tempat yang seru untuk dikunjungi, seperti Albert Dock dan Liverpool One, karena kami memang hanya 1 malam disini. Kami dapat serviced apartement bernama Signature Living, yang walking distance dari kedua tempat tadi. Dengan google maps sebagai panduan, kami berjalan menuju apartemen untuk menyimpan barang-barang. Semakin kami meninggalkan coach station dan mendekat ke tengah kota, semakin naksir pula kami sama kota ini. Tentunya lebih 'hidup' daripada Leeds. Kemudian ketika kami menemukan Liverpool One dan di sore hari melihat Albert Dock, menyesal sudah, hanya menginap 1 malam disini. Tapi tiket kereta ke London sudah dibeli, jadi hanya bisa menikmati Liverpool semaksimal mungkin, dan berdoa lain kali akan kembali lagi *mana aamiin-nya sodara-sodara!*




Okeh, kembali ke proses mencari apartemen, sambil terus berjalan, melewati Art Gallery, World Museum, St. John's Garden, lalu tau-tau mulai banyak restoran dan toko, jalanan pun hanya bisa dilalui pejalan kaki. Google maps menunjukkan Liverpool One, kami pun celingak-celinguk, mana sih si mall yang konon shopping area paling besar di Liverpool. Ternyataaa.. we had been walking for almost 10 minutes, looking for Liverpool One, then realized that we were right in the middle of it. It wasn't a mall, it was streets filled with big stores. Damn, that shopping center was huge!

And the aparthotel was just 10 steps away from the Liverpool One. Way the go, Pakted! x) Jadi rupanya Signature Living mempunyai aparthotel dan serviced apartement. Kami menginap di serviced apatement, Untuk check in, kami harus ke resepsionis di aparthotel, yang tadi itu, hanya 10 langkah dari mainstreet Liverpool one, kalau tidak mau dikatakan ada di dalam Liverpool One.


Mbaknya di balik meja resepsionis sangat ramah. Setelah kami check in, dia menjelaskan lokasi apartemen kami, yang hanya 100 meter dari situ. Kemudian dia juga menjelaskan cara paling mudah menuju Anfield, dengan taksi tetapi jangan yang black cab, atau bis. Koper kami tinggal disana, yang akan mereka kirimkan ke apartemen, lalu Pakted, Aidan, dan Aira ganti baju dengan jersey LFC. Diiringi ucapan si mbak respsionis untuk selamat jalan-jalan ke Anfield, kami pun keluar dari sana.

Tiket tour Anfield yang sudah dibook online sengaja memilih waktu yang gak mepet dengan jam kami sampai ke Liverpool, supaya gak panik dan terburu-buru. Karena itu, kami masih punya waktu untuk jalan-jalan sebentar di Liverpool One. Tidak seperti pusat perbelanjaan lain yang berada dalam satu gedung mall, Liverpool One berupa jalan terbuka dengan komplek bangunan-bangunan toko. Sungguh deh, tempat ini bikin saya agak panik karena toko-tokonya menyenangkan sekali. Ada Primark dan toko-toko lain yang semuanya segede gaban, dan kebanyakan lebih dari 1 lantai. Karena kompleks pertokoan ini berupa deretan bangunan yang jalan-jalan utamanya tertutup untuk kendaraan bermotor, jadi jalan-jalan disini menyenangkan sekali. Di bagian jalanan ada kios-kios yang menjual memorabilia LFC di satu sisi dan Everton di sisi lainnya, ada kios buah dan bunga, kios es krim, dan kios-kios snack lainnya. Ada juga semacam perpustakaan mini yang terbuka. Disana tertera tulisan bahwa kita bsa mengambil buku dari sana asal kita juga menaruh buku lain sebagai gantinya. Konsepnya lucu juga.










Oke, masih ada waktu sedikit nanti dan besok pagi untuk Liverpool One, sekarang sudah waktunya kami menuju Anfield. Ada 1sepasang ayah dan anak yang sudah gak sabar untuk kesana. :)

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...