June 01, 2015

From Carnaby to The British Museum and Everything in Between


Demi misi pencarian Vans untuk Aira, kami kembali ke Carnaby. Rupanya hari itu sedang ada Royal Ascot, jadi stasiun Waterloo dipenuhi perempuan-perempuan dengan short dress dan topi-topi cantik juga laki-laki berjas dan top hat. Mereka berdiri bergerombol sambil menenteng keranjang piknik dengan botol wine yang menyembul. Pemandangan yang Inggris banget rasanya. x)


Diantara erjalanan dengan tube menuju Carnaby, si mamak ini sempet keukeuh minta turun sebentar di stasiun Baker Street, demi berfoto di siluet Sherlock Holmes yang menghias dinding tunnel. Meman banyak stasiun yang tunnelnya dihias dengan gambar atau icon khas stasiun tersebut, maka stasiun Baker Street sudah tentu identik dengan Sherlock Holmes, kan? Dan ternyata, si siluet Holmes besar itu sebenarnya terdiri dari siluet-siluet Homes kecil. Keren!




Aira gak bergeming dari model Vans yang dia mau, jadi kami harus sabar mencari sejak dari Leeds, tapi akhirnya dapat jug si Vans Old Skool dengan warna yang dia mau itu. Kakak pun senyum lebar sambil nenteng sepatu, kemudian kami menghabiskan waktu agak lama berjalan-jalan di Carnaby. Menyusuri jalanan cobble stones dan keluar masuk toko-toko yang sudah mulai masuk musim summer sale. 







Kemudian perut mulai lapar, sementara Aira dan Aidan gak bisa sepakat mau makan apa. Aidan ingin kembali ke Wok to Walk, yang memang sudah dekat dari situ, tapi Aira mau jajan yang lain. Akhirnya Aidan disogok es krim dulu sementara Aira jajan Pizza halal di kios di pinggir Oxford Street. Memang gak sulit mencari makanan halal di London. Setelah itu kami kembali ke Wok to Walk dan Aidan dengan sok akrab langsung menyapa si koki Itali yang sedang sibuk di balik kaca, dan dibalas dengan lambaian tangan juga senyum lebar.




Lalu kami kemana lagi? Tentu saja British Museum! Aidan kepengen naik bis tingkat yang lalu lalang, maka Pak Teddy mencari rute paling mudah dengan bis menuju British Museum di City Mapper. Agak membingungkan, karena rupanya sedang ada beberapa penutupan jalan jadi beberapa bis di-reroute dari halte yang biasa. Langit mendung dan angin dingin berhembus cukup kencang. Kemudian mulai gerimis. Saya pikir akhirnya kami ketemu hujan London juga. Tapi untungnya hujan gerimis gak bertahan lama. Saat bis kami datang hujan sudah berhenti.

Di dalam bis tentunya Aidan dan Aira minta duduk di atas meski bis kami kosong. Baiklaaaah ... mari kita naik ke atas, guys! Ingat Knight Bus di buku atau film Harry Potter & The Prisoner of Azkaban? Nah duduk di bagian atas rasanya kayak naik Knight Bus tapi versi mild, semua pohon kayak mau ditabrak. Padahal kalau dari luar liat bis-bis itu jalannya biasa aja, sih.





Bicara tentang British Museum, penampakan luar museum itu megah luar biasa. Begitu masuk ke The Great Hall, hall utama yang didominasi dengan warna putih, it was truly magnificent. Seperti biasa kami terbagi jadi dua tim. Tim British Museum Enthusiast, yaitu Aira yang ditemani oleh saya menjelajah museum, dan tim British Summer Enthusiast, yaitu Aidan yang langsung berhenti untuk beli es krim di food truck yag ada di halaman museum.




Aira senangnya bukan main, bahkan lebih dri waktu kami di Science Museum. Kenapa? Karena novel-novel yang yang lagi senang dia baca kebanyakan ceritanya dengan background mitologi, baik itu mitologi mesir, yunani, sampai viking. Dan dimana lagi tempat yang paling tepat untuk melihat segala hal yang berhubungan dengan semua tadi kalau bukan di British Museum. Mulai dari Rosetta Stone yang jadi kunci untuk membaca Egyptians hieroglyphics, koleksi mumi, patung-patung yunani dari Parthenon, dan lainnya. Aira gak sekedar melihat dan kadang memotret, tapi dia juga membaca. Jadi memang kunjungan ke museum bersama Aira gak bisa terburu-buru.












Sementara Aidan hanya mau lihat mumi saja. Kemudian dia duduk manis di cafe museum sambil makan brownies. Dan ketika kemudian film Night At The Museum 3 tayang di bioskop, Aira dan Aidan punya komentar masing-masing berkaitan dengan pengalaman mereka. Di satu scene Aira bilang, "Ooo... Itu hall tempat aku liat patung-patung greece itu!" dan di scene lainnya Aidan berkomentar, "Ooo... Itu tempat aku nungguin kakak sambil makan brownies! Browniesnya enak." x)

Kamu terus di British Museum sampai museum benar-benar tutup dan pengujung diminta keluar. Setelah itu kami sempat melihat-lihat toko suvenir di sekitar museum dan berjalan tanpa tujuan. Setelah membuka list dari Sasa, teman saya yang dulu lama tinggal di London, kami memutuskan untuk pergi ke Hamstead, mencari crepes yang konon paling enak se-London.







No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...