July 25, 2015

To The Picturesque Seaside Town of Whitby


Waktu menyusun itinerary perjalanan kami di Inggris sebenarnya kami gak merencanakan untuk mengunjungi Whitby. Saya bahkan gak tau apa-apa soal kota kecil di tepi laut ini. Cornwall atau Dorset saya setidaknya pernah dengar, tapi kalau Whitby, I had no clue. Itinerary road trip di utara Inggris ini memang kami pasrahkan ke Rendy, yang emang tinggal di Leeds dan sering menghabiskan akhir pekan menjelajah  berbagai tempat di wilayah ini. Foto-fotonya selalu bikin iri bukan karena dia mengunjungi kota-kota besar yang gemerlap, tapi justru karena dia mengunjungi kota kecil di Inggris, yang gak umum dikunjungi turis, terutama turis Indonesia. Dan itu yang saya mau dari perjalanan ini, pengalaman mengunjungi kota yang Inggris banget. Jadi kalau ada yang tanya saya mau lihat apa di Inggris, dan saya jawab dengan: padang hijau dengan bunga kecil-kecil, kuda dan domba di kejauhan, laut di belakangnya, juga dinding batu dan desa nelayan - nah, itu emang jawaban yang sesungguhnya. Saya gak perlu amusement park asal bisa duduk santai sambil makan scones dan minum teh.

Rencana awalnya kami mau menginap di Castleton yang terletak di Peak District. There, I would get my green hills and meadow with the rock walls and herd of sheep. Tapi ternyata Castleton ini mungil sekali dan ramai di akhir pekan sementara gak banyak penginapan. Karena semua penginapan sudah penuh di tanggal rencana kunjungan kami, sementara sekedar lewat aja di desa ini gak mungkin dilakukan, jadi kunjungan ke Castleton terpaksa dibatalkan. Sedihnya. Coba aja google images Castleton. cantiknya gak kira-kira.

Kemudian Rendy kasih usul untuk ganti ke Whitby aja, kota kecil yang terletak di mulut River Esk. Setelah browsing-browsing, akhirnya kami sepakat untuk menginap semalam di Whitby dalam perjalanan kami menuju Edinburgh. Maka, setelah menghabiskan siang di York, kami pun kembali menyusuri jalanan panjang di Utara Inggris menuju Whitby. 

Rute dari York menuju Whitby melalui Pickering disebut sebagai salah satu rute paling cantik karena melewati North York Moors National Park. Tapi sebelum bisa menikmati this so called scenic drive, kami dihadang oleh road block akibat kecelakaan, jadi harus sedikit detouring mengikuti petunjuk GPS. Jalanan yang tambah lama tambah sempit dan sepi emang sempet bikin deg-degan, rasanya literally in the middle of nowhere, tapi beberapa bagian justru sangat cantik, seperti gerbang batu d tengah jalan yang mungkin gak akan kami lewati kalau kami gak terpaksa mencari jalan lain. One of the perks of taking a detour, I guess. :)




Setelah kembali ke rute yang seharusnya, dan memasuki daerah moor yang disebut scenic drive tadi, I finally understood what the fuss is all about. Kalau bisa pengen rasanya mata dipasangin recorder biar nanti bisa dilihat lagi berulang-ulang. Sudah nonton PS. I Love You? Bagian National Park tempat Holly ketemu Gerry? Nah di sepanjang kiri kanan jalan yang naik turun dan berkelok seperti roller coaster, pemandangannya kira-kira cantiknya kayak gitu. Di satu tanjakan, begitu sampai di puncak, kita bisa lihat moor di kiri kanan jalan, dengan hamparan heather ungu (baru tau kalo tetumbuhan ungu itu namanya heather), dan laut di kejauhan dan langit abu-abu sebagai latar belakang. Sekali-sekali ada kumpulan domba yang kakinya warna item. Iya, item kayak di buku-buku. I AM SO IN LOVE! With the scenery obviously, not the sheep. ;)

picture belong to http://www.wonderfulwhitby.co.uk/
Akhirnya kami bisa melihat Whitby Abbey yang terletak di atas bukit. Hari sudah mulai malam ketika kami sampai di Whitby, langit kelabu dan angin yang bertiup cukup kencang terasa dingin. Semakin ke utara memang udara semakin dingin. Rendy parkir mobil di dekat stasiun dan rombongan menunggu di sana sementara saya dan Pak Teddy turun untuk menemui pemilik Teesdale Room, apartemen yang kami sewa di Whitby.





Setelah urusan apartemen beres dan kakek nenek beserta 2 cucu sudah hangat di dalam sana, saya, Pak Teddy, dan Rendy memutuskan untuk jalan-jalan sebentar. Kami sempat berjalan menyusuri pelabuhan kecil tempat kapal-kapal nelayan tertambat. Sudah tidak banyak yang bisa dilakukan, karena toko-toko dan restoran sudah tutup. Hanya pub yang masih buka. Kami sempat menyusuri Whitby Sand, daerah pantai di dermaga sebelah Barat. Ini kali pertama saya berjalan-jalan di pantai dengan sweater dan jaket. Saat itu masih awal musim panas, walaupun langit masih terang sampai jam 8-9 malam, tapi udara dan anginnya yang bertiup bisa sangat dingin. Di kejauhan terlihat deretan beach hut warna-warni, yang gak secerah ceria seharusnya karena dinaungi langit yang suram. Nevertheless, I was instantly hooked on this little seaside town.









Sambil menyusuri sisi Barat sungai Esk yang membelah Whitby, menikmati pemandangan deretan kapal-kapal nelayan yang tertambat di dermaga, dan rumah-rumah di bukit sisi Timur sungai dengan Whitby Abbey terlihat di puncaknya. Making notes untuk mengunjungi Magpie Cafe yang malam itu sudah tutup, mengunjungi Whitby Abbey di seberang sana, dan mencari tau apa yang bikin Bram Stoker terinspirasi oleh tempat ini dan kemudian menulis Dracula. Semoga besok cuaca cerah, dan kami jalan-jalan di Whitby tanpa tumpukan sweater dan jaket. :)




More about visiting Whitby:
http://www.holidayyorkshiremoors.co.uk/blog/whitby-scenic-drive.html
http://www.trybeforeyougo.com/great-britain-travel-blog/category/whitby-england
http://www.visitwhitby.com/

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...