September 15, 2011

A day of baking.



Lebaran sudah lewat, jalan-jalan ke Bandung sudah selesai, tapi Aira masih libur 1 minggu lagi. Libur lama terkadang membuat anak bosan gak karu-karuan, yang berarti si bunda juga ikutan dibikin pusing. Demi menyelamatkan Aira dari kebosanan, saya akhirnya rela menekan phobia saya terhadap urusan panggang-memanggang kue, dan menuruti kemauan Aira untuk mencoba membuat muffin & cupcake dari buku resep You Can Cook-nya Annabel Karmel.

Iya, saya memang cemen urusan masak, apalagi kalau membuat kue-kuean. Kalau masak masakan biasa, kurang asin tinggal tambah garam, terlalu kental tinggal tambah air. Semua masih bisa dikira-kira. Tapi kalau kue, menurut saya seperti kimia. Takaran harus pas, urutan harus benar. Salah sedikit, semuanya bubar jalan. Yang kue bantet lah, yang bagian dalamnya gak mateng lah. Ribet. Dan FYI, saya ini gak tau bedanya soda kue dan baking powder, apa pula gunanya mereka itu. Jadi hari itu, saya benar-benar berharap Annabel Karmel memang menyusun resep-resepnya disesuaikan dengan kemampuan anak-anak, agar si bunda yang cemen ini bisa menyelamatkan muka di depan anak perempuannya. :p

Ternyata Annabel Karmel tidak mengecewakan, resep muffin & cupcake-nya mudah sekali diikuti. Petunjuknya jelas lengkap dengan foto, jadi saya & Aira tidak perlu menebak-nebak sebenarnya apa yang harus kami lakukan dengan bahan-bahan dan adonan. 



Sebelum mulai kami pastikan semua bahan sudah lengkap. Pertama yang kami buat adalah Double Chocolate Muffin. Aira sangat menikmati proses menakar bahan-bahan dan mencampunya jadi adonan. Setelah adonan coklat penuh butiran chocolate chips itu dituang di wadah dan masuk ke oven, kami langsung membuat adonan untuk membuat vanilla cupcakes. Tapi kami mengganti buttercream dengan mascarpone cream sebagai toppingnya. Untuk adonan cupcakes, Aira senang sekali diizinkan menggunakan mixer, mungkin jadi serasa bikin kue beneran. Hehehe.






Setelah dipanggang 20 menit, wangi coklat sudah memenuhi ruangan dan muffin siap dikeluarkan. Wujudnya memang belum terlalu cantik, maklum ini percobaan pertama. Tapi rasanya enak. Aira dan saya pun menahan diri untuk tidak memakan si muffin, kami sepakat untuk mulai makan setelah semua selesai. Sementara adik Aidan sudah sibuk bulak-balik mengintai si muffin dengan muka gak sabar. ;D





Adonan cupcakes pun masuk ke oven. Karena ternyata masih ada sisa bahan untuk membuat muffin, Aira ingin mencoba membuat orange muffin, hanya saja kami mengganti cranberries di resep dengan kismis, karena hanya kismis yang tersedia di rumah. Orange muffin keluar dari oven dengan wujud yang lebih cantik dari muffin coklat kami. Sementara itu cupcakes yang sudah dingin bisa mulai diberi mascarpone cream diatasnya. Ini satu lagi kehiatan yang disukai Aira, walaupun butuh percobaan beberapa cupcakes sebelum Aira akhirnya berhasil menghias cupcakes dengan krim melingkar diatasnya.





Setelah semua selesai, Aira, Aidan, dan saya pun main'tamu-tamuan'. Menghidangkan muffins dan cupcakes di meja, dengan dilengkapi teh hangat dan orange juice. Hari sudah mulai sore, kami seakan-akan sedang menikmati sajian teh sore seperti di buku Enid Blyton. Semua sibuk mengunyah, dan soal rasa pun Annabel Karmel tidak mengecewakan. Semuanya enak. Tidak lupa kami menyisihkan juga untuk si ayah, dan Aira juga menyimpan beberapa untuk dibagi ke teman-teman tetangga. Biar wujudnya belum cantik, tapi Aira bangga sekali dengan kue buatannya. Bunda juga senang, karena berkat bantuan Annabel Karmel, hari itu bunda berhasil gak terlihat cemen di depan anak perempuannya. ;)


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...