October 08, 2012

Hotels at Nusa Dua: Courtyard by Merriott & Melia Nusa Dua

Jadi, liburan terakhir kami ke Bali sempat merasakan 2 hotel. Keduanya di daerah Nusa Dua. Karena Pak Teddy harus bekerja selama 5 hari 4 malam disana, dan saat itu adalah penghujung musim libur sekolah, agak sulit mendapat hotel yang cocok (lokasi dekat tempat kerja Pak Teddy) untuk jumlah hari tersebut. Maka kami menginap selama di 1 hotel yang sedikit lebih jauh, baru kemudian pindah ke hotel yang bersebelahan dengan tempat kerja Pak Teddy untuk sisa hari kami di Bali. Hotel pertama adalah Courtyard by Merriott, sementara yang kedua adalah hotel Melia Nusa Dua. Jadi, ini sedikit review saya tentang kedua hotel tersebut.

Courtyard termasuk hotel baru di kompleks Nusa Dua, ini terlihat jelas dari bangunannya. Kamar yang kami tempati cukup lapang, dan tempat tidurnya pun besar. FYI, kalau membawa anak-anak kami selalu memilih tempat tidur twin, Ayah tidur dengan si kakak, sementara saya dengan si adik. Tempat tidur Twin di Courtyard besar ukurannya, jadi saya dan Pak Teddy tidak berdesakan dengan anak-anak. DAN bantal mereka enak sekali. A good pillow in hotel rooms is always a plus. Desain dan interior kamar memang minimalis, tapi cukup menyenangkan. Ada balkon di kamar kami yang menghadap ke kolam renang, Aidan senang sekali makan disana, atau sekedar duduk-duduk.










Poin tertinggi dari hotel ini, terutama untuk anak-anak adalah kolam renangnya. Saya saja senang sekali dengan kolam renang Courtyard. Berada di tengah kompleks hotel, kolam renang disini besar seperti lagoon dan mengelilingi 'pulau' di bagian tengahnya. Sekeliling kolam berupa wooden deck tempat kursi-kursi diletakkan, sementara di bagian pulau terdapat bar kecil dan kekerapa kursi lagi dan area berpasir. Selama kami disana kolam renang ini tidak pernah penuh, jadi rasanya benar-benat santai. Anak-anak langsung berenang di sore hari pertama kami disana, juga keesokan paginya setelah sarapan. Mereka berenang, saya bisa santai membaca sambil menunggu mereka di tepi kolam, sementara si Ayah membuka laptop, bekerja  sambil sarapan di restoran di tepi kolam renang. Oh, dan menu breakfast di Courtyard juga enak. Saya senang sekali dengan cara mereka menyajikan breakfast.

Courtyard juga punya kids club, letaknya di ujung kolam renang, dengan bangunan yang menyerupai rumah Teletubbies. Kami sempat mengintip kesana, dan kelihatannya menyenangkan. Karena kami hanya menginap semalam disana, jadi anak-anak tidak sempat main di Kids Club. Tapi sebagai info, anak-anak bisa main gratis disana selama 3 jam, lalu ada juga kegiatan yang sudah terjadwal yang bisa diikuti dengan membayar. Yang tidak dimiliki Courtyard adalah pantai, karena mereka bukan beachfront hotel. Tapi mereka memiliki private beach serta beach club yang tidak jauh lokasinya dan ada free shuttle dari hotel. Kami tentunya tidak sempat kesana, mungkin lain kali. Ya, lain kali kami ingin menginap disini lagi. :)

Kemudian kami pindah ke Melia Nusa Dua. Hanya bergeser sedikit lebih ke depan dari Courtyard. Saya sudah pernah menginap disini sebelumnya, dan saya sempat merasa hotel ini kurang seru untuk anak-anak. Tapi hotel lain penuh dan Melia yang lokasinya paling dekat dengan tempat si Ayah bekerja. Jadi saya pikir ya sudahlah, yang penting ada kolam renang untuk anak-anak. Tapi ternyata saya salah. Hotel ini seru sekali untuk anak-anak. Bahkan memang kebanyakan yang menginap disini adalah keluarga.

Kamar kami di tower 3 lantai paling bawah, kamar dengan lagoon access (terima kasih kantor Ayah!), jadi kami berbagi private pool yang menyerupai lagoon di teras belakang kamar dengan beberapa kamar lainnya. Kamar semacam ini di tower 1 dan 2 lagoon-nya tersambung jadi lebih panjang. Lagoon tower 3 terpisah sendiri dan lebih kecil, tetapi jadinya lebih tidak ramai, benar-benar seperti private pool. Begitu buka teras belakang, langsung wooden deck dan pool. Aira dan Aidan bisa berenang sepuasnya. Bangun tidur langsung berenang, malam sebelum tidur pun masing mengobrol sambil memasukkan kaki ke dalama kolam. Tadinya mereka mau mencoba beranang malam-malam, tetapi waktu itu Bali lagi dingin sekali. Terutama angin dimalam hari, sampai kami harus memakai cardigan jika keluar dimalam hari. Kata orang-orang di hotel, bulan itu memang Bali dingin karena dapat 'kiriman' angin musim dingin dari Australia yang mengarah kesini.








Walaupun sudah ada lagoon di teras belakang, pastinya anak-anak tetap penasaran dengan kolam renang hotel. Jadi kami menyempatkan diri untuk berenang disana juga. Dibandingkan dengan waktu saya kesini sebelumnya, kolam renang di masa liburan ramai sekali. Tapi selalu ada kegiatan (gratis) disini. Pagi hari ada senam atau yoga di dalam kolam renang, lalu diikuti dengan berbagai kegiatan seperti voli air dan games yang siapa saja boleh ikut. Pegawai hotel selalu ramah menyapa, kadang-kadang bahkan mengobrol. Bukan tipe hotel yang sepi dan hening, memang diperuntukkan bagi keluarga. Tentunya kami juga mampir ke pantai di belakang hotel, dekat dengan kolam renang. Pantainya cukup bersih karena dikelola oleh hotel, tetapi karena kami baru saja ke Belitung, pantai di Bali jadi terlihat biasa saja. Overshadowed by the Belitung beaches.  Kalau di Belitung kita melihat batu-batu raksasa di tengah laut, disini yang kelihatan kapal tanker. Haha. Bahkan kalimat yng keluar dari Aidan adalah, "Katanya pantainya keren. Mana kerennya?" Oke, mulai sekarang sepertinya standar pantai kerena Aira-Aidan adalah pantai di Belitung. x)



Nah satu lagi seru-nya hotel ini untuk anak-anak adalah Kids Club. Gratis. Iya, Kids Club disini gratis dan sepanjang hari, mulai jam 10.00 sampai 17.30 dengan break 1 jam pada pukul 13.00-14.00. Saat break (sekaligus movie time) anak-anak bisa dijemput untuk makan siang dulu bersama orangtuanya atau makan siang di Kids Club dengan biaya tambahan yang masih masuk akal (sekitar Rp. 50.000,- untuk kids menu). Jadwal kegiatan anak-anak dibedakan untuk umur 4 sampai 7 tahun dan umur 8 sampai 12 tahun. Kegiatannya pun seru-seru, seperti beach hunting, swimming pool activities, mini chef, balinese dressing, magic trick, beading, kite flying, dan sebagainya. Di lokasi Kids Club yang dekat dengan kolam renang terdapat banyak mainan dan juga playground. Petugas yang mengawasi anak-anak juga banyak dan ramah.



Pada hari Aira dan Aidan mau main seharian di Kids Club, saya mengantar mereka kesana setelah beres sarapan dan mandi. Registrasi dan mengisi data anak, termasuk data kesehatan dan alergi anak dan keberadaan orangtua selama anak di Kids Club. Kegiatan hari itu adalah fish feeding, Balinese dance lesson, Balinese dress & temple visit, magic trick, sand castle, dan canoeing. Selama anak-anak disana saya bisa santai-santai mebaca novel di tepi kolam renang sambil sesekali mengintip. Sebelum break mereka berbusana bali (Aidan minta dipanggil Bli Aidan) lalu beramai-ramai berjalan ke pura di kompleks hotel. Saya menjemput Aira-Aidan untuk makan siang dulu di kamar. Karena kegiatan untuk anak usia 4-7 tahun setelah break adalah basic Indonesian lesson, Aidan memilih untuk berenang di kamar dulu, baru nanti menyusul Aira ke pantai. Sementara Aira langsung melesat kembali ke Kids Club begitu selesai makan, gak sabar ingin membangun istana pasir di pantai dengan teman-teman baru dan canoeing.















Menginap di Melia bersama anak-anak menyenangkan sekali. Jika ada budget, Lagoon Suite Access sungguh worth it. Kamarnya dan tempat tidurnya lapang. Ada 7 bantal di tempat tidur. Tujuh! Siapa yang butuh 7 bantal? But definitely no complaints from me. Haha.Ditambah ada sofa bed yang disiapkan tanpa extra charge, jadi jika membawa 3 anak atau 2 anak plus pengasuh misalnya, cukup book 1 kamar ini saja. Dan tentunya lagoon yang hanya selangkah dari kamar sungguh menyenangkan. Kamar yang biasa pun menurut pengalaman saya cukup menyenangkan, walau kolam renang umum yang bisa kita gunakan di hotel pastinya ramai di musim liburan. Sarapan disini juga enak dan banyak variasi menunya, dan karena Melia adalah hotel Spanyol, bisa dipastikan mereka menyajikan churros (Aira bisa makan setengah lusin churros tiap sarapan). Kids Club yang gratis juga pastinya nilai plus. Terutama karena selain gratis, kegiatan di Kids Club seru-seru, tidak sekedar mewarnai dan sejenisnya saja.




Nah, satu lagi, yang sempat saya lakukan ketika kesini sebelumnya adalah memgunjungi Museum Pasifika (http://www.museum-pasifika.com/) yang letaknya di depan Melia. Agak mahal masuknya (jika menginap di Melia ada diskon jadi hanya membayar Rp. 75.000,-) tetapi harga mahal tersebut yang membuat lukisa-lukisan di museum ini terawat. Museum yang luas itu juga bersih dan terawat sekali.

Menginap di Nusa Dua memang tricky, karena lokasinya yang jauh. Tetapi beberapa hotel disini memang layak dicoba. Karena rate-nya yang cukup mahal, harus dipersiapkan untuk memilih hotel yang fasilitasnya oke, jadi kita bisa seharian menikmati hotel saja. :)

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...