October 12, 2011

The Washing Machine Boy


Tahun ini, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, di sekolah Aidan diadakan peragaan busana. Yang saya suka dari peragaan busana di TKAI adalah temanya yang selalu berbeda dan seru, plus acara ini tidak dijadikan ajang lomba, melainkan sebagai kegiatan untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri anak. Tahun ini temanya cukup seru, yaitu Kreasi Bunda. Jadi, anak bebas memilih kostum apa saja, kecuali karakter kartun, dan nanti Bunda yang harus berkreasi, diarang menyewa. Bunda bisa berkreasi dengan membuat sendiri kostum untuk anak, atau mix-match dari pakaian yang sudah ada di rumah. Jadi intinya, Bunda harus kreatif.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan Aidan, akhirnya Aidan memutuskan untuk jadi mesin cuci. Tadinya dia mau jadi lemari es, untung saja akhirnya pilihan jatuh ke kostum mesin cuci, yang walaupun lumayan pe-er pembuatannya, tapi masih lebih memungkinkan daripada lemari es. Saya pun sibuk browsing-browsing, mencari contoh kostum mesin cuci kalau memang ada. Beruntung sebentar lagi halloween, jadi berbagai site menampilkan macam-macam kostum yang bisa dibuat sendiri, dan akhirnya saya menemukan kostum mesin cuci dari kardus di site Disney Family Fun. Memang beberapa bagian kemudian saya modifikasi.

Yang dibutuhkan adalah kardus besar yang sesuai dengan badan Aidan, cat akrilik atau cat kayu, kuas besar, plastik sampul buku, plastik cover warna biru, 2 cup plastik, cutter, dan lakban. Jika menggunakan cat akrilik akan memerlukan  lebih banyak cat daripada cat kayu, tetapi cat kayu baunya lebih kuat. Karena itu pastikan anak mengenakan masker untuk menutupi mulut dan hidungnya.



Pertama-tama, yang perlu dilakukan adalah melubangi kardus dengan cutter. Tentunya ini adalah tugas Bunda. Yang dilubangi adalah bagian atas kardus untuk kepala anak, bagian kiri dan kanan untuk tangan anak, dan bentuk lingkaran di bagian depan kardus sebagai lubang mesin cuci front loader. Potongan kardus yang melingkar nanti juga akan dijadikan pintu.

Setelah itu Aidan mencat kardus dengan cat warna biru pilihannya dibantu oleh kakak Aira. Sementara bagian-bagian kecil yang memerlukan kerapihan diberi cat oleh kakak Aira saja. Saya kemudian membuat pintu mesin cuci. Potongan kardus tadi saya potong lagi bagian tengahnya, sehingga menyerupai  bingkai. Setelah dicat oleh Aira, saya tempelkan plastik sampul bening sebagai kaca-nya, lalu saya tambahkan dengan 2 lapis plastik biru yang saya potong bergelombang menyerupai air. Setelah itu masih saya tambahkan lagi due helai handuk kecil tipis sebelum kemudian diberi lapisan plastik bening lagi dan direkatkan dengan lakban di sekelilingnya, sehingga memberi kesan sedang ada pakaian yang dicuci di dalam mesin. Pintu lalu saya rekatkan di satu sisi dengan menggunakan lakban.

Cup plastik yang sudah di cat silver oleh Aira saya jadikan pengatur kecepatan dan pengatur waktu, yang diberi detil dengan menggunakan spidol marker. Sejauh ini mesin cuci kami tampak cukup meyakinkan. :)






Detil-detil lainnya ditambahkan kemudian, sesuai dengan permintaan Aidan. Seperti kotak detergen dan botol softener yang direkatkan diatas mesin. Juga beberapa helai pakaian yang disampirkan di sekeliling lubang kepala. Pakaian-pakaian tadi saya rekatkan juga dengan lakban di bagian dalam kardus, agar tidak bergeser-geser. Terakhir tidak lupa ditambahkan logo LG sebagai merek mesin cuci, lagi-lagi sesuai permintaan Aidan. Entah dapat ide darimana dia, mengingat mesin cuci di rumah bukan LG, melainkan Samsung. x)

Aidan senang sekali dengan hasil akhir mesin cuci kami. Saat uji coba di rumah, Aidan sibuk bergaya-gaya dengan memakai celana pendek di atas kepala sebagai topi. Dia memutar tubuhnya seperti sedang main hulahop, katanya itu si mesin cuci sedang mencuci baju. Dan ketika sudah selesai, Aidan  memajukan perutnya yang buncit sehingga pintu mesin cuci mencelat terbuka, ceritanya otomatis. xD



Saat hari pergaan busana tiba, Aidan senang sekali karena kostum mesin cucinya jadi perhatian orang-orang. Dia naik ke atas panggung dengan muka sumringah, kemudian menirukan gerakan memutar ala mesin cuci kebanggaannya. Sayangnya seperti biasa si Bunda lupa memeriksa kamera sebelum berangkat ke sekolah, jadi ditengah aksi Aidan, tau-tau memory card kamera penuh. Tapi meski hanya sebagian, video tadi cukup membuat Pak Teddy tertawa-tawa melihat tingkah anak laki-lakinya. Akhirnya di rumah Aidan sekali lagi mempraktekkan gaya mesin cuci-nya plus pintu yang bisa otomatis terbuka untuk direkam Bunda. x)







Aidan The Washing Machine Boy!


3 comments:

isyana said...

puan lucu bangeeet.. warnanya pun lucu.. untung aidan ga minta jadi oven, dalemnya mesti ada cupcakenya :D, aidan menang ga?

Puan Dinar said...

hehe.. jangan salaah, kita lagi proses pembuatan oven, tapi untungnya bukan kostum sih. di tkai kalo peragaan busana semua dapet hadiah. tapi aidan banyak yg muji, jadi dia udah berasa kostumnya paling kece se-tkai. hihihi... ;D

ryan chester said...

Lucuuu

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...