July 21, 2012

Day Full Of Beaches


In my opinion, if you go at the right time, Belitung is one giant playground for the kids. And we did went there at the right time. When the sun was shining brightly and the tide was low. :)

Day 2, island hopping! Hari itu semua super semangat. Anak-anak turun sarapan di hotel sudah mengenakan baju renang masing-masing. Selesai sarapan, sambil menunggu jemputan datang, kami semua memakai sun block. Sun block is a must in Belitung, 1 hari matahari di Belitung sama dengan 3 hari matahari di Bali. Belum lagi kegiatan hari itu adalah berloncatan mengunjungi pulau-pulau kecil, yang berarti sepanjang hari di pantai dan laut. Satu hal lagi yang dipesankan kepada anak-anak, kita harus jadi wisatawan yang mandiri. Jangan sampai meninggalkan sampah di pulau manapun, apalagi membuangnya ke laut. Semua sampah harus dikumpulkan dan dimasukkan kembali ke kapal, untuk kemudian dibuang dengan benar.

Perjalanan lompat pulau ini dimulai di Tanjung Kelayar. Kami akan naik perahu dari sana, tapi bukan dari dermaganya, karena seperti yang saya bilang tadi, laut sedang surut jadi agak repot turun ke kapal dari dermaga yang tinggi. Tempat kami berangkat di Tanjung Kelayar agak mengingatkan saya pada pantai Serangan di Bali, dengan warung tempat makan luas berderet menghadap laut, tapi yang ini pasirnya lebih putih, lautnya lebih dangkal dan jernih. Baru sampai sini saja anak-anak sudah nyemplung ke laut. Perlu usaha untuk memanggil mereka supaya memakai life vest dan kemudian naik ke kapal. Hari itu kami memakai 2 kapal ukuran sedang.










Pulau pertama yang jadi pemberhentian kami adalah Pulau Pasir, atau yang kemudian disebut Pulau Patrick oleh Kira & Aidan, karena banyak bintang laut disini. Pulau Pasir luasnya sedikit lebih kecil dari lapangan basket. Disekelilingnya laut biru jernih yang dangkal, mengundang untuk direnangi. Kalau terlalu siang kita tidak bisa mengunjungi Pulau Pasir, karena si Pulau sudah hilang tertutup air pasang. Tapi ini juga berarti setiap paginya si pulau akan 'muncul' lagi ke permukaan laut dalam keadaan fresh, tanpa jejak kaki pengunjung macam kami. Gak kebayang gimana indahnya kalau bisa berkunjung pada saat seperti itu.








Dari Pulau Pasir kami menuju Pulau Lengkuas, tapi sebelumnya berhenti di perairan dekat Pulau Lengkuas untuk snorkling. Yang paling senang tentu kakak Aira, memang ini pengalaman snorkling pertama Aira, dan ia sudah sangat menunggu-nunggu. Saya memutuskan untuk membawa sendiri snorkle junior untuk Aira, takut snorkle yang disediakan tidak ada ukuran untuk anak-anak. Benar saja, snorkle dari Exotic Belitung memang bagus-bagus dan kinclong tetapi memang semua ukuran dewasa, sementara tentunya kalau mau snorkling jauh lebih nyaman juga ukuran snorkle-nya pas.

Semua anak turun untuk snorkling atau sekedar berenang-renang, termasuk Aidan. Sebenarnya Aidan agak takut, mengingat memang baru setelah ikut les berenang Aidan bisa merasa nyaman di air, tetapi dia mau ikut mencoba. Kendalanya memang di life vest yang akan mendorong naik ketika kita di air, sehingga Aidan merasa tidak nyaman. Jangankan Aidan, saya saja tidak nyaman (kemudian setelah Aidan naik saya snorkling tanpa life vest.. hehehe..) Kalau lihat foto, Kira pakai pelampung milik sendiri bergambar ikan, pelampung seperti ini yang paling nyaman untuk anak-anak. Tapi Aidan beberapa kali mau memasukkan wajahnya ke air, mengintip koral-koral indah yang ada dibawah. Anak-anak senang sekali dengan pengalaman baru ini. Beberapa dari mereka sudah pernah mencoba snorkling di Bali, tapi disini terumbu-nya lebih banyak dan lebih dekat, plus disini mereka bisa berlama-lama. Memang perlu diingat anak-anak harus selalu diawasi, karena terkadang mereka keasyikan dan tanpa sadar terbawa arus menjauh dari kapal. Nah Cikgu kami ini penyelam, jadi Cikgu bisa membantu kami mengawasi anak-anak, juga membantu foto-foto dengan menggunakan underwater camera.




Sehabis menggiring anak-anak kembali naik ke kapal, kamu menuju Pulau Lengkuas, hanya mampir karena kami baru akan main lama-lama disini saat island hopping yang kedua. Di Pulau Lengkuas ada mercusuar, bagus untuk difoto dan konon bagus juga untuk foto-foto dari atas sana, kami akan membuktikannya nanti. Hari ini anak-anak main-main pasir saja dan (lagi-lagi) berenang-renang di laut yang biru cantik. Mereka berlari dari bagian yang agak tinggi, lalu menggulingkan diri menuruni bukit pasir sampai seluruh tubuh tertutup pasir, lalu lompat ke laut. :D















Berikutnya yang dinanti-nanti (oleh saya), waktu makan siang! Kami akan piknik makan siang di Pulau Burong. Di perjalanan menuju Pulau Burong semua sudah mulai kelaparan sehingga snack kotak yang dibagikan di kapal langsung tandas. Haha. Sampai di Pulau Burong Cikgu mencarikan spot yang diteduhi pohon-pohon dan menghadap ke pantai, 'tikar' pun di gelar. Kami yang dewasa tidur-tiduran sementara anak-anak, gak usah ditanya, kembali main pasir di pantai dan berenang-renang. Kami menunggu makan siang kami disiapkan. Dikejauhan sudah tercium bau ikan sedang dibakar. Ketika makanan tiba, tanpa basa-basi langsung kami serbu. Ikan dan udang bakar, cumi goreng, tempe, dan sayur asem. Dimakan sambil menghadak ke laut yang tenang. Nikmat.












Hari sudah semakin mendekati sore, tapi kami gak mau rugi. Selesai semua makan, anak-anak ingin snorkling lagi. Cikgu pun membawa kami ke spot yang berbeda, di dekat Pulau Babi. Terumbu disini lebih dekat ke permukaan, jadi kami tidak boleh lompat langsung dari perahu. Tapi karena dekat itu pula dan karena air lautnya yang benar-benar jernih, dari atas kapal pun, tanpa perlu kapal dengan dasar kaca macam di Bali, kami sudah bisa menikmati indahnya terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni disana. Anak-anak senang sekali. Komentar mereka suka aneh-aneh. Semua akan kesenangan melihat ikan warna-warni dan clown fish alias Nemo. Ada yang mengaku melihat bulu babi ubanan. Maklum anak kota. Hahaha.











Kami baru selesai setelah langit bertambah gelap. Itu pun tetap masih mau mampir ke Pulau Batu Layar. Pulau yang dari kejauhan batu-batunya menjulang bagai deretan layar kapal. Di pulau ini ada teluk-teluk kecil diantara batu-batu besarnya. Kebayang kalau belum terlalu sore pasti anak-anak akan lama main disini. Tapi waktu itu bukan hanya semakin sore, tapi langit mulai menggelap dan langinnya kencang, seperti akan hujan. Maka kami pun buru-buru mengakhiri acara lompat-lompat pulau dan kembali ke Tanjung Kelayar.

Di Tanjung Kelayar sudah ada pisang goreng dan kopi serta teh panas menanti kami. Dan percaya apa enggak, berhubung ternyata gak jadi hujan, sementara orang tua dan beberapa anak besar menikmati pisang goreng hangat dan kopi atau teh susu panas, anak-anak yang lain kembali lari ke pantai. Dan kemudian setelah kami sampai ke hotel, tidak ada satu pun dari anak-anak yang langsung naik ke kamar, mereka semua langsung masuk ke kolam renang. Saya gak kebayang seberapa banyak energi yang dimiliki 10 anak ini, hanya bisa bersyukur di kamar mandi hotel hanya ada shower bukan bath tub dan berharap nanti malam selesai makan mereka langsung tidur pulas.



Island hopping pertama selesai. Sepertinya kami membuat keputusan yang tepat dengan merencanakan island hopping yang kedua. :)

all pics courtesy of Keluarga B1, C1, C3.

No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...