May 13, 2015

From Exhibition Road to Oxford Circus


Tujuan utama kami adalah Science Museum. Mungkin Natural History Museum, jika sempat. Kenapa jika sempat, karena saya tau banget Aira itu penikmat museum, apalagi science. Jadi saya gak mau memburu-buru dia demi bisa berkunjung ke banyak museum.

Untuk menuju Science Museum yang ada di Exhibition Road, kami naik tube dari Waterloo ke South Kensington.
Di jembatan menuju Waterloo Station ada pengamen memainkan musik reggae, dan Aidun pun mulai goyang-goyang. Sampai ada pejalan kaki yang tertawa dan berkomentar "The boy got groove," x)



Anyway, kami turun di South Kensington dan berjalan melalui pedestrian tunnel yang menghubungi South Kensington station dengan beragam cultural & art spots, termasuk Science Museum, Natural History Museum, Victoria & Albert Museum, dan Royal Albert Hall. Untuk sampai ke Science Museum kami harus jalan sampai ke ujung tunnel yang sejuk dan keluar tepat di samping entrance door Science Museum.

Seperti kebanyakan museum lainnya di Inggris, gak ada entrance fee untuk masuk ke Science Museum, hanya donasi sukarela, kecuali untuk IMAX, simulation, dan exhibition khusus. Begitu kami masuk Aira langsung berbinar-binar, sementara Aidan kecapean abis jalan di tunnel tadi. Jadi saya dan Pak Teddy bagi tugas, saya ngeladenin Aira, sementara Pak Teddy nemenin Aidan. Jadilah saya turun sampai ke basement, naik lagi ke atas, keliling-keliling ngikutin Aira sepuasnya exploring disana. Kalau Science Center Singapur rasanya udah besar, nah ini lebih besar lagi dan benar-benar mencakup segala hal yang berhubungan dengan science, termasuk sejarahnya.







Waktu saya sedang ngaso di section mathematics & computing smbil nunggu Aira, Pak Teddy ngirim foto kegiatan Aidan: liat-liat mainan science di toko museum. Sama-sama science siiiih... Tapi kaaan yaaa... xD Dan akhirnya jam setengah 4 sore Pak Teddy nelpon, katanya Aidan udah liat-liat di lantai dasar dan sudah mendekati waktu janjian dengan Imelda, teman kantor Pak Teddy jaman dulu, di Oxford Street. Tapi Pak Teddy juga gak mau memburu-buru Aira, jadi dia dan Aidan akan duluan ke Oxford Street supaya Aira bisa santai-santai aja di museum.









Jam 4 kurang akhirnya Aira selesai. Kami keluar kembali ke Exhibition Road dan memutuskan untuk jalan kaki menuju South Kensington Station lewat jalan atas saja. Saat melewati entrance ke Natural History Museum, saya gak kuasa untuk gak bertanya ke petugas apakah kami masih boleh masuk. Ternyata bisa, saya pun mengajak Aira untuk 'ngintip' sebentar. Memang gak akan maksimal, karena kami harus segera menyusul Pak Teddy dan Aidan, tapi gak papa lah.

Natural History Museum ini besar sekali. Main entrance ada di sisi sebaliknya dari tempat kami. Jika masuk dari entrance Exhibition Road, seperti yang kami lakukan, maka kita akan langsung masuk ke Earth Hall di area museum yang disebut Red Zone. Disana terdapat fosil Stegosaurus dan eskalator panjang yang menjulang menembus globe raksasa dari metal terus sampai ke lantai 2. Sisi ini dipenuhi gambaran dramatis mengenai planet, perbintangan, batuan dan sebagainya.





Di lantai dua dipenuhi fakta dan informasi mengenai volcanoes dan gempa bumi, juga bahwa bumi ini adalah 'restless surface'. Termasuk informasi mengenai letusan gunung terbesar di sejarah dunia, diantaranya Tambora, Krakatau, dan Merapi di Indonesia. Dari lantai 2 ini saya dan Aira turun ke bawah melewati galeri-galeri lainnya di Red Zone, yang dengan sedih hati jadi satu-satunya zona yang sempat kami lihat. Next time kami akan lihat semuanya, insyaAllah. :)

Tanpa Aira sesungguhnya saya bakalan nyasar di London. Untuk bisa mencapai Oxford Street, saya sepenuhnya menggantungkan nasib saya ke Aira, yang dengan cepat membaca peta tube dan memutuskan tube mana yang perlu kami naiki dan turun dimana. Iya, saya payah banget urusan beginian. Hehehe.




Di Oxford Street kami menyusul Pak Teddy dan Aidan, yang sudah bersama Imelda, atau yang dipanggil Aidan dengan Auntie Mel. Imelda ini waktu bekersa sekantor sama Teddy di Internews datang ke pernikahan kami dan upacara cukuran Aira. Sekarang dia sudah pensiun dari BBC dan kembali menetap di London. Rupanya tadi Pak Teddy dan Aidan sempat diajak Imelda masuk ke studio BBC, bahkan sampai ke News Room-nya. Pak Teddy being Pak Teddy, gak inget untuk foto-foto Aidan di dalam, padahal ada mesin waktunya Dr. Who di dalam sana. Yang tersisa adalah beberapa foto yang sempat diambil Imelda di luar. Oh, well.




Setelah berpisah dengan Imelda, saya menepati janji kemarin untuk mengajak Aidan ke Hemley's. Tentu dengan limit pembelian mainan 2 buah saja. Hemley's itu gak murah, kakaaaak.... Tapi seneng aja liat muka Aidan yang takjub melihat bangunan 5 lantai dipenuhi mainan. Yang penting keluar dari sana Aidan nenteng kantong Hemley's dengan muka bahagia.





Langit masih terang, kami belum mau kembali ke Colindale. Jadi kami memutuskan untuk melipir ke Carnaby. Kakak Aira masih mau berburu sepatu. Sayangnya begitu kami sampai Carnaby, toko Vans baru saja tutup, jadi kami harus kembali lagi besok. Walau tentunya kami gak keberatan juga kembali ke sana. Saya suka sekali jalan-jalan di Carnaby yang dipenuhi toko dan pub kece, dan karena lokasinya yang gak di pinggir jalan raya, Aidan bisa seenaknya lari-lari.











Aidan kemudian kelaparan, jadi kami mencari tempat makan dulu sebelum pulang. Maklum numpang, mesti tau diri juga dong ya, pulang dengan perut kenyang biar gak makin ngerepotin. Hahaha.. Jadi, kami berhenti dulu di Wok To Walk, Chinese Food stall di Argyll Street. Semua serba cepat di Wok to Walk, kita antri, pesan, tunggu makanan di masak, ambil makanan dalam kemasan kardus take away, kemudian makan sambil berdiri atau sambil duduk jika beruntung dapat bangku yang jumlahnya sangat terbatas. Jika kita makan sambil duduk, begitu selesai kita harus segera gantian dengan orang lain. Tapi rasa masakannya enak, jadi orang tampaknya gak keberatan juga harus makan sambil berdiri. Staff-nya kebanyakan orang Italy. Salah satu kokinya memasak dibalik jendela kaca sambil berkali-kali membuat muka aneh ke Aidan yang tentu tertawa-tawa. Kemudian dia khusus memberikan pesanan Aidan langsung ke Aidan, lengkap dengan box extra supaya bisa langsung dipisah untuk saya dan Aidan.



Sudah makan malam, perut kenyang, langit masih cerah, kami pun pulang ke Colindale. Menyusuri jalan sepi di kompleks apartemen Colindale dalam cuaca yang menyenangkan dengan hati senang. Okay, London, we'll see you tomorrow. :)

P.S: Doaku setiap malam di Colindale: semoga pak Teddy gak ngorok. Karena aku tak tau seberapa tebal dinding apartemen Santi.. x)






No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...