May 11, 2015

Gorgeous Day To Be In London



London sky was showing off her gorgeous summer self on the second day we were there. Jadi bikin pengen nyanyi bareng Damon Albarn, "There's a blue sky in my city today.." x)

Hari kedua adalah satu-satunya hari Santi sempet nemenin kita jalan-jalan. Itu pun cuma setengah hari, karena kemudian dia harus jemput Ruyi di sekolah. Tujuan pagi itu adalah Buckingham Palace dan sekitarnya.
Kami naik tube dari Colindale dan turun di Green Park. Baru keluar Green Park aja udah disambut kios jualan es krim yang tentunya langsung bikin mata Aidan berbinar-binar. Okeh, gak bisa nolak dong ya, walau harganya 2 pounds, ini kan summer, dan summer perlu es krim. Aidan emang gak berenti ngunyah selama kami jalan-jalan. Untung juga backpack-nya udah dipenuhin tante Santi sama Walkers, Lays, Nerd, dan Fruit Shoot.



Dengan es krim di tangan, Aidan menyusuri Green Park. Di kejauhan Buckingham Palace udah keliatan ramai. Rupanya mendekati waktu changing guards. Kami emang gak sengaja kesana untuk liat changing guards, tapi karena kebetulan waktunya pas, akhirnya kami bergabung dengan orang-orang lainnya untuk liat prosesi pergantian petugas jaga Buckingham Palace. Yang kami liat sih hanya barisan yang masuk dan keluar, berikut pasukan kudanya yang ya ampun kece banget. Pak Teddy sempat mencoba foto pakai tongsis supaya tinggi melewati kepala orang-orang, yang langsung diliatin dan ditunjuk-tunjuk. Ahahaha... Prosesi di dalam pagar istana gak kelihatan karena ramainya manusia, cuma kedengeran suara musik drum band-nya aja. Gak kebayang mereka melakukan prosesi ini every single day.












Di sana untuk pertama kalinya Aidan lihat bobbies, polisi Inggris, beneran, lengkap dengan topinya yang khas. Tadinya mau minta foto, tapi lagi pada sibuk. Satu hal, mereka ini sangat helpful. Pak Teddy sempat bertanya soal arah jalan, dan si Pak Bobbies meminta kami menunggu sebentar karena dia akan mengatur orang menyebrang dulu. Kemudia  setelah selesai dia menghampiri kami dan menjelaskan arah jalan dengan sabar dan jelas. Terima kasih, Pak Bobbies! x)

Dari Buckingham, kami melewati bagian luar Pall Mall menuju Big Ben. Si Aidun kepingin liat Big Ben. Tadinya malah pengen masuk juga, tapi setelah liat antrian, Aidan pundung, gak jadi pengen masuk. Jadi dari Big Ben kami berjalan menuju Westminster Abbey dan duduk-duduk di halamannya aja. Di Westminster kami berpisah sama Santi yang mau jemput Ruyi. Setelah Aidan udah di-refuel dengan camilan, kami menyeberangi Westminster Bridge. Saya sih kepengennya naik kapal keliling River Thames, tapi akhirnya ngalah sama Aira Aidan (khususnya Aidan) yang kepengen naik London Eye. Yang kayak gini emang harus selalu siap-siap berkompromi kalau pergi sama anak-anak, kita pasti pengen mereka senang juga kan?











Pak Teddy kemudian coba ceki harga tiket London Eye di loket. Ternyata lebih murah kalau beli tiket Family (of four) lewat online, kita bisa saving 20% dari harga normal. Terus terang London Eye ini atraksi paling mahal yang kami bayar selama trip ini. Karena kami ahirnya pesan online, jadi kami baru bisa naik London Eye besoknya, pada slot waktu yang sudah kami pilih.







Jadi mau kemana kita sekarang? Pak Teddy ada janji bertemu teman kantor jaman dahulu kala nanti di Oxford Street, tapi kami masih punya waktu yang cukup untuk ke Science Museum. Kami pun segera meninggalkan London Eye dengn latar belakangi langit biru yang dipamerkan kota London hari itu. Mampir sebentar beli hotdog halal di booth dekat Jubilee Gardens sambil berjalan menuju station terdekat, Waterloo Station.

You might laugh, you might frown, walkin' around London Town
Sun is in the sky, oh why oh why, would I wanna be anywhere else?




No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...