July 01, 2011

We're camping out!



The idea of sleeping in a tent always sounds fun to a child. Including me when I was a kid. Dulu saya dan sepupu saya Tama & Sesa pernah membuat 'bumi perkemahan' dengan selimut di ruang tamu rumah saya, dan kami tidur disana sampai pagi. Ingin sekali bisa tidur di tenda yang benar-benar dipasang diluar rumah, tapi kecuali saat pramuka, hal ini gak pernah kesampaian.

Seperti yang pernah saya bilang, setelah saya dewasa dan tinggal di kompleks saya yang sekarang, banyak hal-hal yang tidak saya alami waktu kecil bisa dialami anak-anak saya disini. Punya banyak tetangga sebaya, salah satunya. Yang lebih menyenangkan lagi, di kompleks ini bukan hanya anak-anak yang sebaya, tetapi para orangtuanya juga relatif sebaya, dan saya menemukan beberapa diantaranya se-ide dengan saya, terutama dalam urusan kegiatan anak-anak. Bukan hanya main di kompleks, kami juga sering jalan-jalan bareng, atau yang suka kami sebut PJR Big Day Out.

Liburan tahun ini saya, Santi (bunda B-1), dan Yuli (mama C-3) ingin mengajak anak-anak 'berkemah'. Ide ini sudah beberapa kali kami bicarakan sejak lama, tapi belum pernah kesampaian. Mengajak anak-anak berkemah, gak perlu jauh-jauh ke gunung, cukup di dalam kompleks saja, yang penting anak-anak merasakan tidur di dalam tenda bersama teman-temannya. Bunda Santi browsing-browsing, dan ketemu tempat penyewaan tenda, yang ternyata gak mahal harganya, bisa diantar, dan ada jasa pemasangan. Setelah dibicarakan, penghuni kompleks setuju, anak-anak dari 5 keluarga akan ikut berkemah dengan tambahan anak-anak 1 keluarga lainnya akan ikut beraktifitas tanpa menginap. Saat diberi tahu, anak-anak senang luar biasa.

Tugas pun dibagi-bagi, Santi mengurus tenda-tenda yang nantinya akan dipasang di halaman belakang rumah B1, Yuli mengurus konsumsi, saya mengurus kegiatan art & craft anak-anak. Tentunya semua saling bantu membantu. Jadwal keggiatan untuk 2 hari 1 malam pun disusun (dengan no TV policy), demi menghindari kekacauan yang kemungkinan akan terjadi kalau anak-anak dibiarkan main sendiri. Mereka harus dibuat 'sibuk' terus. Salah satunya adalah kegiatan treasure hunt yang petunjuk dan petanya disusun oleh Oom Temi (abi B-1). Nanti petunjuk-petunjuk berantai ini akan disembunyikan di rumah B1, C1, C2, dan C3. Untuk menyusun petunjuk ini, Oom Temi perlu semedi seharian di depan laptop, survey lapangan kelilingin kompleks, sampai gak pergi ke kantor. :p





Hari Selasa siang tenda tiba di kompleks dan langsung dipasang. Termasuk tenda mainan punya Aidan, dia ngotot tenda itu harus dipasang juga diluar bersama tenda-tenda dome yang besar. Anak-anak senang sekali, sampai mereka harus 'diusir' pulang karena sesuai kesepakatan kegiatan hari pertama baru akan dimulai setelah maghrib. Tapi hari itu cuaca sedang tidak ramah. Setelah berhari-hari Jakarta cerah, hari itu berawan sejak pagi dan akhirnya hujan turun super deras di siang hari dan terus berlanjut sampai menjelang malam. 2 dari 4 tenda diungsikan ke dalam garasi, plan B-nya kalau hujan turun terus, anak-anak akan merkemah di garasi dan di dalam rumah saja.








Sehabis maghrib anak-anak berkumpul untuk makan malam di rumah B1. Selama anak-anak makan saya dan Santi berkeliling menyembunyikan petunjuk-petunjuk pencarian harta karun. Setelah semua makan, Oom Temi (abi B-1) mulai mendongeng tentang harta karun suku Maya dan Raja Sulaiman, sebagai pengantar kegiatan treasure hunt. Kemudian anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok usia, kelompok kelas 3 keatas dan kelompok kelas 2 kebawah. Bunda Santi kemudian menjelaskan ground rules-nya, bahwa ini bukan perlombaan antar kelompok, buakan soal siapa yang lebih dulu menemukan harta karun, tetapi soal memecahkan petunjuk dan bekerja sama dengan baik. Maka dimulailah pencarian harta karun keliling kompleks. Tiap kelompok punya petunjuk masing-masing. Petunjuk kelompok Junior beberapa isisnya seperti ini: AKU ada di belakang benda yang menyiarkan berita, AKU ada tempat duduk yang warnanya seperti bagian atas bendera negeriku, cari AKU di tempat pakaian dihangatkan dan dilipat rapih! dan seterusnya. Anak-anak berkeliling dari rumah ke rumah sesuai petunjuk di peta, sampai akhirnya menemukan harta karun berisi berbagai camilan dan permainan kartu. Petunjuk untuk kelompok Senior lebih sulit, beberapa kali saya saja sampai berpikir cukup keras mencoba memecahkan petunjuk. Diantaranya berbunyi seperti ini: 1. daging asap paling unik rasanya 2. sepatu enteng naik delman ontel kayu, yang maksudnya 1. DAPUR 2. SENDOK, berarti petunjuk berikut ada di tempat sendok di dapur. Atau ini: Asleep room after dark yang maksudnya tiap huruf kedua yang dibaca, jadi maksudnya SOFA. Atau petunjuk terakhir adalah C=3, 20-5-14-4-1. Cukup lama juga anak-anak besar memecahkan kode ini, yang berarti tiap angka dirubah jadi huruf sesuai urutannya dalam alfabet, yang berarti harta karun ada di dalam T-E-N-D-A. Tidak peduli kalau harta karun ternyata berisi sekardus susu kotak, anak-anak senangnya seperti beneran ketemu harta karun emas berlian! :D



Setelah anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain kartu, uno, pile up tower, dan beberapa board game, maka tiba waktunya tidur. Beruntung hujan sudah berhenti, maka tenda-tenda kembali dikeluarkan ke halaman belakang, diberi lapisan bedcover di dalamnya, dan anak-anak dibagi kelompok untuk tidur di tenda. Mereka berganti piyama dan membawa bantal selimut masing-masing ke dalam tenda. Masing-masing tenda juga mendapat sebuah lampu kecil. Aira tidur berdua Aisha, Gaia-Farrel-Bumi berbagi tenda, Akmal -Aldo-Satria di dalam satu tenda, dan Felix-Adam-Alee di satu tenda lainnya. Beberapa dari mereka, Farrel dan Aira, bisa tidur dengan mudah di tenda, gak lama setelah masuk ke dalam tenda mereka langsung tertidur, Gaia tidak langsung tidur, tetapi ia memilih untuk diam-diam saja di dalam tenda sampai akhirnya ikut tertidur. Sementara Bumi tidak bisa tidur, dia lalu keluar dan berjongkok di pinggir tenda, nunggu ngantuk - katanya. Alee, Aldo, Akmal, Adam dan Satria lama juga tidak tidur, mereka mengobrol dan beberapa kali berpindah-pindah tenda. Sementara kakak adik Felix dan Aisha, yang sepertinya takut gelap (kata ayah-bundanya mereka biasa tidur dengan lampu menyala) sibuk keluar masuk semua tenda mengumpulkan lampu-lampu untuk mereka bawa ke tenda mereka. Sementara mister Aidan, yang memasang tenda kecil-nya di dalam rumah, sibuk patroli. Saat semua orang berusaha tidur, dia tiba-tiba muncul dengan sepatu bot dan payung sambil berseru, "Kukuruyuuuk! Udah pagi!", lalu dia juga sempat duduk di depan tenda kakak Aira, jadi satpam katanya. xD

Sementara anak-anak di dalam tenda, para ayah-bunda menggelar barbecue di jalanan kompleks, sekalian menunggui para peserta yang kemungkinan mengundurkan diri di tengah jalan. Benar saja, sekitar jam 12 Felix, Aisha, Adam dan Bumi menyerah dan pulang untuk tidur di rumah. Selesai acara barbecue, kami pulang ke rumah masing-masing, menitipkan anak-anak mereka pada Santi dan Temi, host parent dari B-1. Temi yang malam itu akan tidur di bawah, sekalian kontrol anak-anak.



Jam 6 pagi saya terbangun, lalu langsung berkunjung ke rumah B1. Beberapa anak sudah bangun, termasuk Aira. Kata Aira tidurnya enak semalam, dia gak terbangun sama sekali, bahkan gak sadar kalau dia tidur sendirian karena Aisha semalam pulang ke rumahnya. Anak-anak laki-laki kebanyakan tidur larut malam dan beberapa kali terbangun, kecuali Farrel yang pagi itu pun paling akhir bangunnya. Sambil menunggu sarapan disiapkan mereka main sepedah berkeliling kompleks. Tante Yuli menyiapkan sarapan roti serta spaghetty yang disantap anal-anak bersama diatas tikar yang digelar di halaman belakang.




Jam 8 anak-anak mandi lalu kegiatan berikutnya dimulai di halaman belakang pada jam 9. Pagi itu anak-anak akan menghias kaos putih dengan 'sablon' bertuliskan PJR KIDS. Saya sudah menyiapkan stensil dengan tulisan tersebut, cat akrilik, spons, dan kuas. Jadi mereka tinggal menyapukan cat akrilik diatas stensil yang diletakkan di kaos dengan menggunakan spons atau kuas, ternyata menggunakan spons hasilnya lebih bagus. Setelah itu mereka bebas menghias kaos mereka dengan cat dan kuas. Semua anak, termasuk yg tidak menginap membuat kaos ini. Kemudian kaos dijemur.








Tidak seperti kemarin, hari ini cuacanya cerah. Jadi untung saja kemarin saya menyempatkan membuat popsicle mangga-jeruk. Anak-anak yang mulai lapar nyemil popsicle dulu sebelum makan siang mi bakso selesai disiapkan. Begitu bakso siap, mahluk-mahluk kelaparan ini langsung menyerbu. Untuk sesaat suasana tenang, semua anak sibuk dengan mangkok bakso masing-masing. Lalu acara berkemah ditutup dengan operasi semut membersihkan halaman belakang tempat berkemah dan foto ramai-ramai memakai kaos yang baru saja dibuat. Ketika memotret saya berseru, "Semua bilang tempeee!" yang mendapat berbagai balasan, "Tahuuu!", "Ayam goreeeng!", "Sayur aseeeem!". Mungkin mereka pengen makanan sunda? xD



Jadi begitulah, acara berkemah seru di halaman kompleks kami. Mungkin bukan benar-benar the great outdoor, tapi saya rasa anak-anak cukup merasakan esensi-nya, tidur di dalam tenda bersama teman-teman. Terima kasih buat penghuni PJR untuk kerjasamanya, terutama Tante Santi dan Tante Yuli, toss dulu ah, we did it! Lain kali kita berkemah lagi yuk! :D


Big shout out for the kiddos: 
Alee, Akmal, hans, Shery, Aira, Aidan, Bumi, Kira, Felix, Harry, Gaia, Aisha, Adam, Farrel, Fino, Lana, Aldo.

for more pics, please click here. :)

1 comment:

Tarlen Handayani said...

aahhh senang sekali bisa camping di luar rumah.. pasti jadi petualangan seru..:)

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...