December 28, 2009

Emilie

(originally posted on facebook July 11, 2009)

Setelah jatuh cinta pada gadis perancis bernama Amelie Poulain, sekarang saya jatuh cinta pada seorang gadis perancis lainnya. Namanya mirip, tapi dia lebih kecil. Namanya Emilie. Suatu hari, saya sedang menunggu dijemput si ayah di Pondok Indah Mall 1, dan seperti biasa tempat yang jadi pilihan saya untuk menunggu adalah Gramedia. Pada waktu itu lah saya 'menemukan' Emilie, dan langsung naksir berat hanya berdasarkan cover bukunya. Gambarnya sederhana, tidak terlalu detil, tapi menarik. Maka, tanpa tau isinya akan seperti apa, saya pun membeli 1 buah buku anak-anak karangan Domitille de Pressense dengan judul 'Emilie'.

Karena saya tiba di rumah terlalu malam, saya tidak bisa langsung membacakannya untuk Aidan, tapi toh saya tidak tahan juga untuk tidak membuka bungkus plastik & melihat isinya. Seperti juga cover-nya, bagian dalam buku tersebut diisi ilustrasi yang sederhana. Dasarnya putih polos dengan gambar seadanya untuk melukiskan kalimat yang tertera pada halaman tersebut. Seperti ketika kita diperkenalkan pada Emilie. Bahwa Emilie adalah gadis kecil berbaju merah. Maka gambar Emilie yang ada di halaman tersebut tidak diberi warna, kecuali bagian bajunya yang warna merah. Begitu juga dengan pilihan font yang besar & tebal, berwarna ungu, kecuali kata merah yang juga berwarna merah. Di halaman berikut ketika ditambahkan bahwa Emilie bertopi merah, maka gambar topi Emilie pun ikut berwarna merah. Atau ketika diceritakan Emilie tersesat di hutan yang terlalu besar (font-nya menjadi sangat besar) sementara Emilie masih sangat kecil (font-nya menjadi semakin mengecil).


Keesokan harinya, saya membacakan buku ini pada Aidan & seperti saya, Aidan pun langsung naksir berat pada Emilie. Dia mendengarkan dengan tenag, tertawa-tawa ketika saya membesarkan suara untuk menggambarkan hutan yang sangat besar lalu mengecilkannya untuk menggambarkan Emilie yang sangat kecil . Dia dengan teganya tertawa melihat gambar Emilie menangis karena tersesat, dan bertepuk tangan waktu Emilie berhasil kembali ke rumah. Maka bisa ditebak, untuk beberapa malam berikutnya Aidan akan berkata "Aku mau baca Emi-i" setiap sebelum tidur. Setelah 1 malam dia hafal nama si landak Arthur, malam berikutnya dia hafal nama kakak Emilie, Stefan. 5 malam berikutnya saya mulai bosan (Aidan-nya sih belum xp), maka pada kesempatan berikutnya saya langsung membeli 1 buah lagi buku Emilie. Diikuti 2 buah lagi pada minggu berikutnya & 2 buah lagi pada saat pesta buku kemarin, yang selalu disambut Aidan dengan gembira. Kesukaan Aidan adalah Emilie & Emilie sedang kesal (dia suka meniru wajah Emilie yang kesal).

Karena gambarnya yang sederhana tapi menarik serta kalimatnya yang tidak terlalu panjang, menurut saya Emilie cocok untuk anak yang rentang konsentrasinya belum terlalu panjang, juga anak yang baru bisa membaca. Dimulai dengan read aloud oleh si bunda, sekarang Aidan mulai bisa menceritakan gambar dalam buku Emilie, walaupun dengan kosa-kata seada-adanya. :)


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...