December 14, 2009

Holiday Read-A-Book

Holiday. Always fun for the kids, not so fun for the parents. Khususnya untuk orang seperti saya, yang suami sering dinas keluar kota, bukan hanya untuk 1-2 malam, tapi 10-20 hari. Tugas mencocokkan jadwal untuk bisa mengajak Aira liburan keluar kota bukan tugas yang menyenangkan. Kalaupun akhirnya berhasil pergi biasanya maksimal 3-4 hari saja. Lalu apa yang terjadi dengan sisa 26 hari lainnya? 26 hari ini bisa menjadi the not so fun part of the holiday.

Aira mudah sekali bosan. Kalau dia sudah bosan, dia bisa membuat saya gila, literally. Dia akan bulak-balik masuk ke kamar saya bertanya, "Sakarang aku ngapain?". Pertama kali, saya masih bisa mengusulkan beberapa kegiatan, tapi kalau dalam sehari dia bertanya pertanyaan yang sama sebanyak minimal 5 kali, dan dia akan melakukan itu selama 26 hari, pastinya usul-usul saya akan menjadi tidak mempan lagi. Dan kalau sudag begini Aira akan mengucapkan mantranya, "Bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen, bosen." Begitu terus sampai saya menjadi gila. ;p

What to do? Oh what to do? Kalau saya menceritakan pada si ayah, dia hanya akan tertawa-tawa. Karena saya yang menghadapi kejadian ini on a daily basis, dia hanya menghadapinya saat weekend, itu pun biasanya dia akan menjadi pahlawan dengan mengajak kami jalan-jalan. Jadi, tahun ini saya menyiapkan strategi. Saya membuat holiday plan yang akan saya lakukan bersama Aira. Menyusun tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan kgiatan yang bisa dilakukan. Tetapi saya tetap butuh kegiatan yang akan menghabiskan waktu Aira di rumah ketika sedang tidak pergi kemana-mana. Akhirnya saya mendapat ide Read-A-Book ini.

Intinya adalah Aira akan saya minta membaca 1 buku setiap hari. Oooookeeey, ini bukan hal yang sulit, karena toh dia sudah melakukannya tanpa saya suruh setiap hari, dan biasanya lebih dari satu buku. Maka proyek tambahannya adalah membuat mind map. Jadi, dalam satu hari ada 1 buah buku yang harus dia baca dan kemudian dibuat mind-mapnya.

Saya memang sudah mengenalkan mind map-nya Tony Buzan ini pada Aira sejak tahun lalu, tapi memang baru sekilas. Dia sudah pernah membuat beberapa mind map tentang dirinya. Tapi belum pernah tentang buku. Mind map nantinya saya harapkan bisa membantu Aira dalam belajar dan mengingat, tapi saya perlu kegiatan yang menarik untuk memperkenalkan mind map pada Aira. Saya pikir meminta dia membuat mind map tentang buku yang dia baca pasti akan dilakukannya dengan senang hati, mengingat membaca dan menggambar adalah dua hal yang dia senangi. Mudah-mudahan sih nantinya setelah dia terbiasa membuat mind map, dia juga akan menggunakan metode ini untuk mata pelajaran sekolah.

Saya sudah memulai kegiatan ini bersama Aira 3 hari yang lalu, sejauh ini sih dia senang sekali, terutama ketika saya sodori kertas dan spidol warna-warni untuk membuat mind map dan menjanjikan kunjungan ke Pesta Buku Jakarta untuk 'stok' buku selama liburan. Dalam sehari dia bisa tenang 1-2 jam untuk membaca buku dan membuat mind map-nya. Sisanya? Ya kembali membuat saya gila. Tapi apa boleh buat, setidaknya saya tau anak saya adalah anak yang cerdas. Iya kan? Buat saya 1-2 jam kupinsg saya bisa beristirahat dalam sehari sudah cukup. Oh ya, perhatikan, ada nada sarkastik di situ, karena tentu saja 1-2 jam si kakak tenang akan dimanfaatkan si adik untuk membuat kerusuhan. Haha!

P.S : At this very moment, as I wrote this note, the house is sooooo quite, Adik Aidan is having lunch, Kakak Aira is making her mind map for today, and me, I am blessed with 2 wonderful kids :D


No comments:

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...